Magelang. Sebanyak 31 siswa TK Indriyasana Cepet, Paroki Maria Assumpta Pakem berkunjung ke Seminari Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat 9 Juni 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk iman, menyemai benih panggilan, dan berbagi kasih.
Kepala sekolah TK Indriyasana Christiana Suryaningki kepada UTUSAN.NET mengatakan bahwa kunjungan ini adalah untuk mengenalkan panggilan hidup seorang imam atau panggilan hidup bakti.
Ana, panggilan akrabnya, lebih lanjut mengatakan bahwa setiap Jumat para siswa tidak jajan, tetapi uang sakunya dikumpulkan di sekolah sebagai tabungan kasih. Bila ada siswa atau tetangga sekitar sekolah yang sedang sakit, uang itu digunakan untuk anjang kasih.
“Pada akhir tahun ajaran 2023, tabungan sosial yang terkumpul cukup banyak mencapai Rp1.600.000,00. Seperti biasanya, tabungan kasih ini diberikan semuanya untuk sumbangan kasih seperti tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun kemarin ke Panti Asuhan Ganjuran dan anak-anak yang tinggal di Susteran PPYK, maka untuk tahun ini kami fokuskan di Seminari Mertoyudan,” tutur Ana.

Ana menambahkan, kegiatan kunjungan ke seminari ini akan menumbuhkan sikap kepedulian para siswa bagaimana membangun iman dan panggilan hidup untuk melayani Tuhan.
“Bila ada yang terpanggil untuk menjadi romo, suster, atau bruder, maka kami semaikan panggilan itu sejak usia dini di TK Indriyasana Cepet ini,” tambah Ana.
Kunjungan ini juga diikuti lima guru dan wali murid serta pemerhati pendidikan dari Paroki Pakem Benediktus Bellariantata.
Lebih lanjut, Ana juga mengatakan bahwa anak-anak sangat senang. Menurutnya, ini adalah pelajaran yang berkesan sekaligus bermakna. Anak-anak juga sangat senang sekali diajak berkeliling Seminari Mertoyudan. Mereka aktif bertanya kepada seminaris.
“Ini tempat apa, Kakak, dan gunanya untu apa? Kenapa Kakak ada di sini, apakah Kakak bisa tidur atau tidak di tempat seperti ini?” tiru Ana sembari menyatakan bahwa anak-anak sangat aktif bertanya dan keingintahuannya sungguh besar bahkan energik dan semangat berkeliling seminari yang luas dengan penuh gembira.

Kunjungan kasih ini adalah wujud nyata atas latihan setiap pagi. Anak-anak selalu dilatih untuk menyantap satu ayat firman Tuhan. Ana menegaskan bahwa mereka tidak hanya sebatas mendengarkan dan menirukan, tetapi mewujudnyatakan kasih itu dengan berani berbagi dan berkorban.
“Selain sumbangan kasih untuk seminari, tak lupa mereka juga berdoa untuk para seminaris agar kelak menjadi imam yang baik dan selalu gembira,” pungkas Ana.








