PS. Vocason terlibat dalam pelayanan tugas gereja di Kapel Tri Tunggal Maha Kudus, Gua Maria Sendangsono Kulon Progo, D.I. Yogyakarta pada Minggu, 27 Oktober 2024. Pelayanan ini merupakan sebuah karya nyata dalam tugas kor di gereja sebagai wujud partisipasi aktif kepada Gereja. Misa dipimpin Rm. Albertus Triyanto, Pr dari Gereja Santa Maria Lourdes, Promasan, Kulon Progo, dibantu Diakon Fr. Daniel dari Palangkaraya.
Tugas pelayanan PS. Vocason kali ini dilatarbelakangi keinginan untuk ikut terlibat bahkan berpartisipasi langsung untuk mengenalkan lagu Inkulturasi yang selama ini masih kurang membumi. Entah karena kurang dikenalkan, ataupun lagu yang ada selama ini kurang dipahami oleh umat.
Sebab, budaya di Indonesia terutama lewat lagunya, sesungguhnya mempunyai watak sesuai daerah masing-masing untuk mengagungkan Tuhan. Setiap daerah di Nusantara memiliki kekhasan dari bentuk lagunya bila dilantunkan secara benar.
Ciri tersebut bisa dilihat dari bentuk notasi lagu, syair, isi syair yang tersirat, dan warna suara dari masing-masing daerah yang mempunyai kekhasan tersendiri. Lebih kentara lagi bila dilantunkan dengan iringan musik asli, dari daerah lagu tersebut berasal. Maka, kelihatan bahwa sebenarnya Gereja Indonesia memiliki potensi besar akan budaya yang kaya dan pantas disyukuri, terlebih dalam mendukung dalam ibadat di Gereja.
Pusat Musik Liturgi (PML) Yogyakarta sebagai lembaga yang concern dengan lagu-lagu inkulturasi ingin berbagi ilmu atau sharing seputar pembawaan lagu inkulturasi yang benar kepada umat. Diharapkan, umat tergerak dan sadar untuk belajar lagu inkulturasi secara benar, sesuai dengan daerah asal lagu tersebut. Kalau hal ini dipahami, sebenarnya lagu akan terdengar enak di telinga, dan tentu akan lebih mendukung umat dalam berdoa kepada Tuhan.
Dalam pelayanan di Sendangsono, PS Vocason membawakan beberapa lagu dari beberapa daerah yang berasal dari buku Madah Bakti, di antaranya Salurkan Rahmat Kristus (Batak Toba), Curahkan Kasihmu ya Tuhan (Kei), Aku Mengasihi Tuhan (Jawa), serta Bakti Kami (Jawa).
Selain organ, masing-masing lagu tersebut ditambah dengan menggunakan iringan alat-alat musik tradisional sebagai penguat dari mana lagu berasal. Di antaranya garantung (Batak), gong (Flores), gendang (Kalimantan), suling (Jawa), rebana (Kei), dan kelentangan (Kalimantan).








