Drama musikal merupakan bentuk seni pertunjukan teater yang menggabungkan beberapa bentuk ekspresi yang harmonis seperti akting, bernyanyi, dan menari. Dalam drama musikal, penyampaian jalan cerita dihadirkan melalui melalui lagu-lagu dan gerakan tari. Dengan kata lain, drama musikal menonjolkan alur cerita dengan bentuk nyanyian, musik, dan gerakan daripada dialog biasa.
Drama musikal Republik Dhemit berhasil dipentaskan dalam acara Gelar Sastra Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) 2025 yang digelar di Auditorium Driyarkara, Kampus II Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, pada Sabtu 6 Desember 2025, sebagai pemenuhan ujian Mata Kuliah Pagelaran Sastra PBSI angkatan 2023 sekaligus memeriahkan Dies Natalis ke 62 PBSI.
Drama ini diadaptasi dari lakon Dhemit karya Heru Kesawa Murti yang dipentaskan oleh mahasiswa-mahasiswi PBSI Sanata Dharma angkatan 2023 ditambah pemeran dari anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriobe Djendela Universitas Sanata Dharma.
Di balik layar, butuh waktu kurang lebih empat bulan untuk mempersiapkannya, mulai dari rancangan latar belakang hingga pengerjaan langsung dengan bahan-bahan yang sudah dikumpulkan.
Mungkin dari pandangan penonton, pertunjukan merupakan hiburan yang meriah. Namun, bagi penata latar yang bekerja di balik layar, ada cerita panjang tentang pengalaman yang dihadapi. Tanggung jawab yang besar dan proses pengerjaan tidak selalu terlihat oleh penonton. Dalam membuat dekorasi panggung dan properti, aku mengerjakannya bersama Angga.
Saat itu, aku masih menjalani perkuliahan di semester lima. Bagiku, sebagai mahasiswa yang mempelajari bahasa dan sastra Indonesia, pagelaran ini harus dilakukan karena kesempatan tidak datang dua kali. Peran sebagai penata latar kujadikan sebagai pembelajaran bahwa bekerja di balik panggung juga membutuhkan kepercayaan.
Pementasan ini tentu membutuhkan panggung yang perlu dipersiapkan agar pertunjukan dapat berjalan dengan lancar dan meriah. Di sinilah penata latar berperan, karena latar tidak hanya berupa dekorasi yang hanya sekadar mengisi ruang kosong menjadi indah.
Penata latar juga perlu memikirkan, jika dilihat dari penonton, bagaimana suasana yang dibangun dapat terbentuk. Alurnya juga harus sesuai untuk memperkuat adegan-adegan yang ditampilkan. Semua rancangan yang sudah dipikirkan dan dibentuk perlu dipertimbangkan lagi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan alat dan bahannya.
Angga mengatakan, “Pagelaran ini mengajarkan kepada kita semua kalau keberhasilan itu tidak selalu siapa yang mau tampil di depan umum saja, tetapi juga yang bekerja di belakang panggung, yang pastinya punya peran dan tanggung jawabnya masing-masing.”
Ya, aku sepakat dengannya.
Vincentius Yovie Krisan Saputra







