Yohanes Pembaptis, Pembuka Jalan bagi Tuhan

Pelita2378 Views

Gereja diutus oleh Allah untuk mewartakan keselamatan melalui pertobatan dan pembaptisan, karena Yesus berpesan kepada para murid untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya (Mat. 28:19).

Salah satu tokoh yang mewartakan nilai-nilai pewartaan sabda dan pertobatan dalam Perjanjian Baru adalah Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis mengutamakan pertobatan melalui karya perutusannya untuk membaptis orang-orang yang percaya kepada firman Allah dan kembali kepada jalan Tuhan, melalui kuasa karunia Roh Kudus.

Yohanes Pembaptis merupakan seorang pilihan yang dipanggil dan diutus oleh Allah untuk membuka jalan bagi Tuhan. Panggilan Yohanes Pembaptis sebagai utusan, pertama kali terlihat ketika dia berada di padang gurun untuk menyerukan pertobatan dan pembaptisan kepada bangsa Israel.

Yohanes Pembaptis juga seorang pewarta sabda Tuhan yang rendah hati dalam melayani. Yohanes Pembaptis merupakan seseorang yang sangat sederhana dan mengajarkan kebaikan, kebenaran, serta hidup saleh di hadapan Tuhan.

Kesederhanaan hidup yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis memampukan dia untuk menjadi seorang pewarta yang tangguh dalam tugas perutusannya. Maka, dia adalah seorang pewarta yang berani dalam menyuarakan kebenaran sabda Allah.

Yohanes Pembaptis adalah seorang utusan, hamba Tuhan yang membaptis serta mengajarkan kebaikan, kebenaran terhadap satu sama lain, dan hidup saleh dihadapan Tuhan. “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk. 3:16).

Yohanes Pembaptis menekankan bahwa dalam menyambut Tuhan, manusia perlu disucikan lewat pertobatan sehingga menjadi pantas di hadapan Tuhan (Mrk. 1:1-4). Yohanes Pembaptis diberikan gelar Pembaptis karena pekerjaannya, yaitu membaptis orang-orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus.

Dengan tegas dia mengajak setiap orang bertobat ke jalan kebenaran, “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Mrk. 1:14). Sebagai seorang utusan, Yohanes Pembaptis menjalankan misinya dengan cara menyerukan pertobatan dan membaptis orang banyak. Hal itu dilakukannya agar banyak orang mendapatkan pengampunan dan pemurnian diri dari Allah.

Pertobatan adalah langkah awal dari manusia untuk masuk dalam anggota Gereja, yakni baptisan dan bersatu dengan umat Allah yang lainnya. Yohanes Pembaptis mengajak setiap orang bertobat ke jalan kebenaran.

Yesus sendiri pun menunjukkan kerendahan hati, kasih kesetiaan-Nya kepada Allah. Yohanes Pembaptis berkata bahwa dia tidak layak, bahkan untuk membuka kasut Tuhan. Ketika murid-murid-Nya datang dengan pengaduan bahwa semua orang telah beralih kepada guru yang baru, Yohanes mengingatkan mereka bahwa dia hanyalah utusan Allah yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

Yohanes Pembaptis merupakan seorang utusan Allah yang menjadi pelayan bagi Yesus Kristus. Sumber pelayanan Yohanes Pembaptis berasal dari Allah, yang mengutusnya ke dunia untuk bersaksi bagi Mesias. Seorang pelayan sabda Allah adalah orang yang dipilih secara khusus oleh Tuhan dengan tujuan, visi, tugas yang jelas, bahkan mendapatkan jaminan dari Tuhan saat mereka akan melayani, serta diberikan karunia untuk mendukung pelayanannya di dunia

Pertobatan adalah langkah awal dari manusia untuk masuk dalam anggota Gereja, yakni baptisan dan bersatu dengan umat Allah yang lainnya. Yohanes Pembaptis mengajak setiap orang bertobat ke jalan kebenaran. Yesus sendiri pun menunjukkan kerendahan hati, kasih kesetiaan-Nya kepada Allah.

Yohanes Pembaptis memiliki karakter yang rendah hati, tegas, dan sederhana. Yohanes Pembaptis telah menampakan kesederhanaan, kerendahaan hati, dan ketegasan dalam karya perutusannya, yang bertugas menyiapkan jalan bagi Tuhan (lih. Mrk. 1:6-8). Kerendahan hati merupakan bagian tak terpisahkan dari orang-orang miskin di hadapan Allah.

Kerendahan hati Yohanes Pembaptis itu juga tampak dalam peristiwa pembaptisan Yesus. Menyatakan rendah hati adalah suatu sikap pribadi yang bersandar pada Allah dan menghormati orang lain. Rendah hati berarti menaruh keyakinan pada Allah, bukan pada diri sendiri.

Kerendahan hati yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis ada hubungannya dengan Allah, yang mengutusnya sebagai seorang pewarta, yang bertugas untuk mewartakan sabda Tuhan. Sikap dan tindakan yang dilakukan Yohanes Pembaptis menampilkan bentuk nyata kerendahaan hatinya.

Seorang pewarta harus sungguh menyadari dengan kerendahan hati, bahwa dirinya adalah seorang utusan Allah, yang bertugas untuk memberitakan kesaksian dalam mewartakan jalan kebenaran dan hidup. Maka, dengan tegas dan rendah hati Yohanes Pembaptis mengatakan, “Aku bukan Mesias!”

Kerendahan hati yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis, sungguh diwujudkan, dalam karya perutusannya sebagai pewarta sabda Allah di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *