Semarang. Peringatan dan perayaan ulang tahun ke-72 Yayasan Pangudi Luhur (YPL) dengan tema “Mewujudkan Komunitas Pendidikan yang Mengedepakan Integritas, Profesionalitas, Transparansi, dan Akuntabilitas” diselenggarakan secara serentak pada Selasa, 6 Oktober 2026. Masing-masing komunitas melaksanakannya secara beragam dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan.
Komunitas Kompleks Sutaman Semarang yang meliputi Kantor YPL Pusat, TK/SD Bernardus, SD Servatius Gunung Brintik, dan SMP Domenico Savio menggelar Misa Syukur yang diikuti ratusan guru dan karyawan di Gereja Katedral Ratu Rosari Randusari Semarang yang dipimpin Rm. Thomas Surya Awangga, SJ dan Rm. Antonius Koko Kristanto, Pr.
Dalam homilinya, Rm. Surya menjelaskan pentingnya tuts pada keyboard komputer yang dibawanya sebagai contoh. Fungsi-fungsi tombol yang ada dari enter, backspace, control, capslock, dan lain-lain ibarat manusia dalam kelompok atau komunitas yang harus juga berfungsi atau berguna secara positif. “Optimal dalam peran positif di kehidupan dan berguna bagi masyarakat,” tegasnya.
Menjelang akhir Misa Syukur, Rm. Koko menjelaskan makna angka yang ditemukan dalam buku panduan. Ada angka 267 (dua enam tujuh) dalam yang bahasa musik atau lagu bisa disebut “re la si”.
“Itu berarti relasi dengan siapa pun penting dan dibutuhkan demi tetap berkembang dan eksisnya yayasan. Maka, sebagai keluarga YPL, relasi wajib dijaga dan dioptimalkan,” pesan Romo Katedral ini.
Sementara itu, Br. F.A. Dwiyatno FIC, Ketua YPL Pusat, mengatakan, “Dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, kita tidak bisa berjalan sendirian. Kita adalah satu tubuh dalam lembaga pendidikan kaum muda yang unggul dan holistik, yang setia dalam mencerdaskan bangsa.”
Usai Misa dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Br. Dwiyatno dan diberikan kepada Br. Andrias Eko Susanto FIC.
FX Triyas Hadi Prihantoro







