Wawasan dan Motivasi Memilih Studi Lanjut

Edu Fair SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

News1229 Views

Yogyakarta. Sebagai salah satu bagian dari layanan Bimbingan dan Konseling (BK), SMA Stella Duce 1 Yogyakarta menggelar edu fair bertema “Gateway to Greatness” selama dua hari, Kamis – Jumat, 17 – 18 Oktober 2024.

Sebanyak 38 lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi, melayani para siswi kelas XII yang membutuhkan informasi di setiap stan yang berada di halaman sekolah khusus putri ini. Di antara perguruan tinggi yang berasal dari dalam negeri, ada juga peserta dari luar negeri, yaitu Xiamen University Malaysia.

Tidak hanya perguruan tinggi, lembaga konsultasi studi lanjut ke luar negeri juga hadir dalam pameran.

Ax. Eko Suspriyatiningsih selaku ketua panitia edu fair menjelaskan kegiatan ini awalnya berangkat dari layanan BK karier, secara khusus dalam hal studi lanjut bagi siswi-siswi kelas XII.

“Di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta ini, kami difasilitasi untuk menggelar layanan ini dalam bentuk edu fair. Kalau masuk ke kelas-kelas, tentu akan menyita banyak waktu dan layanan yang lain tidak tersampaikan,” terang guru BK yang akrab disapa Susi ini.

Oleh karena itu, layanan bimbingan karier ini diberi waktu khusus. “Dulu disebut career day, tapi kami memberi nama edu fair. Tujuannya memberi informasi sebanyak mungkin bagi siswi-siswi kelas XII supaya nantinya mereka punya keputusan untuk memilih studi lanjut di mana. Dengan informasi yang makin banyak, maka mereka dalam mempertimbangkanya juga makin matang,” lanjut Susi.

Ada dua bentuk acara dalam edu fair ini. Pada hari pertama digelar seminar motivasi dengan mengundang alumna Stece (sebutan untuk SMA Stella Duce 1 Yogyakarta), yakni Prof. Dr. Puji Lestari, S.IP, M.Si. Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta ini membawakan seminar berjudul “Persiapan Diri untuk Mempersiapkan Indonesia Generasi Emas”.

Selain itu, panitia juga mengundang Fernanda Putri Gisela, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta yang mengisi seminar “Membangun Soft Skills dan Membangun Percaya Diri di Dunia Kerja”.

Ax. Eko Suspriyatiningsih. Setiap siswi yang sudah mantap dan tertarik bisa langsung mendaftar.

“Meski ada gap usia, tapi mereka kami undang untuk memberi motivasi kepada para siswi. Paling tidak, anak-anak mengetahui lulusan Stece ada yang jadi profesor,” ucap Susi sembari tersenyum. “Studi lanjut ini juga memunculkan kecemasan, maka kami mengundang psikolog. Dari sudut pandang psikologi, bagaimana anak-anak menghadapi situasi seperti ini,” lanjutnya.

Selain itu, ada juga seminar studi lanjut di luar negeri yang dibawakan oleh Naresy International Education Consultant (NIEC) Indonesia, yakni lembaga konsultan pendidikan luar negeri. “Kalau kami sendiri yang menjelaskan, tentu ada hal-hal yang tidak tersampaikan. Maka, kami mengundang narasumber yang memberikan wawasan studi di luar negeri itu bagaimana. Lalu, apa yang perlu dipersiapkan,” papar Susi.

Tidak hanya studi lanjut ke luar negeri, para siswi juga diberi wawasan tentang perguruan tinggi negeri. Menurut Susi, perguruan tinggi negeri tidak mungkin terlibat pameran, karena tanpa pameran peminatnya banyak. “Maka, kami mengundang para alumna, walaupun ada yang sudah lulus kuliah. Kami punya grup alumna, lalu kami share apakah teman-teman ini berkenan membantu dalam seminar untuk sharing tentang studi perguruan tinggi negeri,” katanya.

Para alumna yang terlibat, baik luring maupun daring, berasal dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Universitas Indonesia (UI), Institut Seni Indonesia (ISI), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Universitas Airlangga (UNAIR).

“Jadi, anak-anak mendapatkan wawasan dan motivasi begitu lengkap,” simpul Susi.

Winantu Ginanjar Langgeng. Para siswi kelas XII juga mendapat layanan tes IELTS.

Kegiatan ini secara khusus memang untuk para siswi kelas XII, tetapi persiapan karier dimulai dari kelas X. Maka, para siswi kelas X dan XI tetap diberi waktu untuk mengunjungi stan tetapi tidak banyak. Setiap kelas diberi waktu satu jam pelajaran untuk mengunjungi pameran. “Setidaknya, sejak kelas X mereka sudah punya bayangan dan wawasan awal untuk studi lanjut kelak,” ungkap Susi.

Dalam pameran, setiap lembaga menggelar open table, terbuka untuk langsung melayani pendaftaran dan mayoritas gratis pada saat event berlangsung. Maka, setiap siswi yang sudah mantap dan tertarik bisa langsung mendaftar. “Setelah acara ini, peserta pameran menitipkan brosur kepada BK, tetapi pendaftarannya online dan dikenai biaya dengan cara transfer bank. Jadi sudah tidak gratis lagi. Itu prosesnya panjang sampai ke semester dua nanti,” sebut Susi.

Oleh karena itu, panitia juga mengundang orang tua. “Biasanya, orang tua yang anaknya sudah yakin, langsung menuju ke stand yang diinginkan anaknya,” pungkas Susi.

Sementara itu, Winantu Ginanjar Langgeng selaku wakil ketua panitia menambahkan, “Para siswi kelas XII juga mendapat layanan tes IELTS (International English Language Testing System) untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris mereka untuk persiapan studi lanjut ke luar negeri. Kalau sudah di batas passing grade, bisa langsung mendaftar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *