Shalawat Badar dan Gendhing Kebo Giro Bergema di Pelataran Basilika Santo Petrus

News903 Views

Vatikan. Gendhing Kebo Giro dan Shalawat Badar bergema di pelataran Basilika Santo Petrus, Vatikan pada Rabu, 4 Desember 2024. Gendhing dan shalawat tersebut dimainkan oleh sanggar Ki Ageng Ganjur Yogyakarta, pimpinan Dr. Ngatawi Al Zastrouw. Lantunan gendhing dan shalawat terjadi pada event audiensi umum dengan Paus Fransiskus.

Event yang diselenggarakan seminggu sekali setiap Rabu ini merupakan momentum penting bagi umat Katolik. Pada event ini, Paus Fransiskus keluar untuk menyapa umat yang datang dari berbagai penjuru dunia dan berkumpul di pelataran Gereja Basilika Santo Petrus Vatikan untuk berdoa bersama.

Alunan gendhing Kebo Giro berkumandang sekitar pukul 09.10 ketika Paus belum keluar dan saat masyarakat mulai berdatangan ke pelataran Basilika. Suasana terasa syahdu dan teduh saat gendhing Kebo Giro mengalun mengiringi umat yang berjalan menuju pelataran Basilika.

Menjelang pukul 10.00, Paus Fransiskus keluar menyapa umat, mengelilingi pelataran Basilika Santo Petrus dengan mengendarai mobil terbuka warna putih.

Usai Paus mengelilingi lapangan menyapa umat, Ki Ageng Ganjur dipersilakan memainkan satu lagu untuk mengiringi perjalanan Paus Fransiskus menuju mimbar utama. Pada kesempatan ini, Ki Ageng Ganjur memainkan lagu Heal the World dari Michael Jackson.

Setelah acara audiensi selesai, seluruh rombongan Ki Ageng Ganjur dipanggil naik ke atas mimbar untuk bersalaman dan berfoto dengan Paus Fransiskus. Ketika bertemu dan bersalaman, mereka meminta izin untuk membawakan lagu shalawat dan diizinkan.

Saat mendengar alunan shalawat, Paus mengacungkan kedua jempol dan melambaikan tangan. Ia terlihat tersenyum puas sambil mengangguk-anggukan kepala mengikuti alunan shalawat.

Kunjungan ke Vatikan merupakan rangkaian dari Roadshow Internasional Ki Ageng Ganjur ke-6. Selain pentas di Basilika Santo Petrus, sehari sebelumnya Ki Ageng Ganjur juga pentas musik dan dialog lintas agama dengan para imam di Dikasteri Dialog Antar-Agama, Vatikan.

Dikasteri merupakan lembaga sejenis kementerian dari negara Takhta Suci Vatikan. Dialog dipandu Rm. Markus Solo Kewuta, SVD, seorang pastor dari NTT yang belajar Islamologi dan bertugas di Dikasteri Dialog Antar-Agama Vatikan, dihadiri beberapa pastor dan Dubes Indonesia untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono.

“Roadshow ini merupakan realisasi dari misi Ki Ageng Ganjur untuk melakukan dialog lintas iman melalui kebudayaan,” ungkap Ketua Rombongan, Ngatawi Al-Zastrouw.

Sementara itu, Trias menyatakan bahwa Gendhing Kebo Giro dan Shalawat Badar merupakan peristiwa monumental dalam gerakan kebudayaan untuk membangun persaudaraan antarumat manusia dan perdamaian dunia. Melalui event ini, dunia akan melihat bangsa Indonesia adalah bangsa yang moderat, toleran, dan bersaudara.

“Peristiwa ini membuktikan apa yang dinyatakan Paus Fransiskus tentang Pancasila sebagai perajut keberagaman bangsa itu benar adanya,” tegas Trias.

Setelah tampil saat audiensi umum di Basilika Santo Petrus, sore hari Ganjur pentas di KBRI Takhta Suci Vatikan. Pentas kali ini dihadiri para pejabat dari Dikasteri Dialog Antar-Agama, duta besar dan diplomat negara sahabat yang ada di Vatikan dan Roma, para seniman, akademisi, serta undangan lain.

Selain perform di beberapa tempat dan melakukan dialog lintas iman, kegiatan lain yang dilakukan Ki Ageng Ganjur dalam roadshow adalah memberikan workshop musik tradisional Nusantara, dialog budaya, dan ziarah budaya, yaitu berkunjung ke tempat-tempat bersejarah dan sanggar seni.

Kegiatan roadshow internasional ini berjalan sejak 30 November 2024 dan akan kembali ke Indonesia pada 7 Desember 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *