Pernahkah kamu merasa tidak suka bersekolah? Jika pernah, apa alasannya? Apakah karena ada teman sekelas yang membuatmu tidak nyaman belajar di sekolah? Apakah karena pelajaran yang tidak menarik? Atau, malah karena guru dan pelajarannya sama-sama tidak kamu sukai?
Semua itu kualami saat masih SD. Aku juga pernah merasa tidak suka dengan salah satu pelajaran, juga dengan guru yang mengajarkannya.
Olahraga adalah gerakan badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh (KBBI). Banyak orang merasa lebih sehat ketika olahraga, seperti badan lebih ringan dan tubuh lebih segar. Namun, berbeda dengan diriku. Semasa SD, aku selalu menghindar saat pelajaran olahraga.
Setiap kali mengikuti pelajaran olahraga, aku selalu pusing, mual, dan muntah sehingga membuatku tidak menyukai pelajaran ini. Apalagi, guru yang mengajar selalu berkata kasar dan mengejekku, menyamakanku seperti binatang, semisal ayam sayur, ayam mau sekarat, dan lain sebagainya.
Nilai pelajaran olahraga selalu jelek, karena aku tidak mampu setiap kali ada kegiatan olahraga. Rasa takut selalu membayangiku. Aku juga selalu merasa pusing saat pelajaran sedang berlangsung. Hal itu terus terjadi sampai akhirnya aku diikutkan oleh orang tuaku untuk bergabung organisasi pencak silat.
Dari situ aku bisa belajar latihan fisik sebagai pemula, seperti gerakan pemanasan yang benar, latihan peregangan otot, cara mengatur napas saat berlari, melatih kelenturan dari tangan sampai kaki, lalu barulah cara memukul, menendang, dan menjatuhkan lawan dengan baik dan juga trik-trik beladiri lainnya.
Setelah sebulan mengikuti latihan pencak silat, fisikku semakin bagus, membuatku memiliki rasa pecaya diri saat berolahraga. Aku yang dulunya tidak suka berolahraga menjadi menyukainya dan menjadik hobiku sekarang. Aku tidak merasa takut atau merasa pusing dan mual saat berolahraga.
Di sekolah, aku bisa menunjukkan aku bukanlah ayam sayur atau ayam yang mau sekarat. Aku bisa praktik olahraga dengan benar, aku bisa memberikan contoh yang lebih baik dari teman-temanku. Saat praktik senam lantai, aku bisa menggerakan cium lutut, kayang, split, meroda, juga roll depan dan belakang.
Aku membuktikan kepada guruku bahwa aku mampu mengikuti pelajaran olahraga tanpa keluhan sakit. Semenjak itu, guruku tidak mengejekku lagi. Nilai olahragaku pun di atas rata-rata.
Pengalaman ini membuatku menyadari ketika kita mulai merasa takut dan merasa tidak mampu saat menghadapi kesulitan dan masalah, bukan berarti kita sama sekali tidak memiliki kemampuan. Namun, itulah saat emas untuk belajar terus sampai bisa mendapatkan solusi dari kesulitan dan masalah itu.
Kita bisa membuktikan kita bisa, mampu untuk berproses menunjukkan sisi terbaik kita, serta menaklukan setiap kesulitan dan masalah yang terjadi. Bisa terbang bukan menjadi ayam sayur atau ayam yang akan sekarat, melainkan menjadi diri sendiri dan mencapai setiap impian-impian kita.








