Taipei. Saint Angela Choir (SAC), pemenang World Choir Championship (WCC) 2024, kembali mengharumkan nama Indonesia dengan tampil sebagai salah satu perwakilan resmi dalam Taipei International Choral Festival 2025 (TICF25), yang digelar pada 25 Juli hingga 3 Agustus 2025.
Dalam festival paduan suara bergengsi ini, SAC berdiri sejajar dengan kelompok-kelompok paduan suara terbaik dunia dari negara seperti Slovenia, Filipina, dan Amerika Serikat, membawa harmoni Nusantara ke tengah riuh panggung internasional.
Penampilan SAC di TICF25 menegaskan bahwa harmoni dan budaya Indonesia mampu berdiri sejajar dengan paduan suara kelas dunia.

Dengan suara yang merdu dan jiwa budaya yang kuat, Saint Angela Choir membawa Indonesia ke panggung internasional melalui festival paduan suara tersebut. Mereka membawakan dua karya perdana (premiere) yang memukau, yakni “Mande Mande” yang diaransemen oleh Josu Elberdin, dan “Sik Sik Sibatumanikam” yang diaransemen oleh Nicholas Rio.
Melalui aransemen yang segar dan ekspresif, SAC menyuguhkan kekayaan tradisi Nusantara dalam balutan musikalitas yang memikat. Penampilan ini menjadi persembahan istimewa yang menampilkan kekuatan naratif dan keindahan musikal budaya Indonesia, dan berhasil disambut meriah oleh penonton mancanegara.
Selama lima hari berturut-turut, SAC mengisi konser di berbagai wilayah Taiwan, mulai dari Taipei, YiLan County, Hsinchu City, hingga Jianshi Township. Puncak penampilan terjadi pada 31 Juli 2025 dalam konser utama bertajuk “Saint Angela Choir Premium Concert” di National Concert Hall Taipei, panggung paling prestisius di Asia.

Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian publik internasional, dengan standing ovation sebagai bentuk apresiasi atas kualitas vokal, kedisiplinan, dan ekspresi artistik yang membanggakan identitas Indonesia.
Unggahan resmi TICF25 di kanal Instagram menyebut, “Tadi malam (31/7), kesunyian National Concert Hall dipecahkan oleh lagu-lagu dari Indonesia. St Angel’s Choir membawakan berbagai gaya dengan suara yang cerah dan murni. Tidak hanya juara di panggung paduan suara, tetapi juga memengaruhi setiap pendengarnya dengan semangat untuk bermusik.”
Pujian tersebut mencerminkan apresiasi mendalam terhadap kualitas vokal, keragaman gaya, dan kekuatan ekspresif Saint Angela Choir. Sebuah pengakuan atas keberhasilan SAC dalam menjalin koneksi budaya yang menyentuh lintas bangsa.

Kehadiran Saint Angela Choir di TICF25 menjadi simbol diplomasi budaya yang bermakna, terlebih karena berlangsung di bulan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus.
Di tengah semangat kebangsaan yang mulai menggema, SAC mempersembahkan penampilannya sebagai wujud cinta tanah air yang membuktikan bahwa merayakan kemerdekaan dapat dilakukan melalui suara, budaya, dan kolaborasi global yang menginspirasi.
Paduan Suara Saint Angela Choir (SAC) berasal dari Sekolah Santa Angela Bandung. Paduan suara ini terdiri dari siswa-siswi SMP dan SMA di sekolah tersebut.
Rendra








