Semarang– Keuskupan Agung Semarang (KAS) berduka atas wafatnya imam diosesannya, Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr, yang berpulang ke rumah Bapa di surga pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 07.57 WIB di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang dalam usia 50 tahun. Informasi duka tersebut disampaikan secara resmi oleh Keuskupan Agung Semarang.
Kepergian Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr menjadi kehilangan mendalam bagi Keuskupan Agung Semarang, umat Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Boyolali, serta berbagai komunitas yang pernah dilayaninya selama hampir dua dekade sebagai imam.
Romo Budi, lebih dikenal sebagai Romo Busyet. Ia adalah sosok yang ramah, dekat dengan umat, dan memiliki semangat pelayanan yang tinggi. Romo Andreas meninggalkan jejak pengabdian di berbagai paroki, dunia pendidikan.
Menurut info resmi dari KAS, jenazah almarhum dijadwalkan dibawa dan disemayamkan di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan pada Jumat, 3 Juli 2026. Pada pukul 11.30 WIB jenazah berangkat dari RS Elisabeth Semarang. Kemudian Misa Requiem akan dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB di Kapel Paulus Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Misa Requem akan dipimpin Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Setelah misa, jenazah akan dimakamkan di Kompleks Makam Romo Projo KAS di belakang kompleks seminari.
Romo Busyet adalah pastor kelahiran Sragen, 19 Juli 1975. Pada 14 April 2007 ia ditahbiskan sebagai Diakon di Kentungan. Selanjutnya dua bulan kemudian tepatnya pada 27 Juni 2007 menerima tahbisan imamat.
Romo Busyet dalam kurun waktu dua dekade telah banyak memberi pelayanan sebagai imam dan gembala. Ia telah mengemban berbagai penugasan pastoral. Berikut ini adalah tugas-tugas pelayanan dan pastoral yang dijalaninya: Vikaris Paroki Kalasan (2007–2009)
- Campus Ministry Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2009–2011)
- Vikaris Paroki Babarsari (2011–2012)
- Studi lanjut (2012–2013)
- Campus Ministry Universitas Atma Jaya Yogyakarta (2013–2015)
- Vikaris Paroki Gamping (2014–2015)
- Asistensi Paroki Babadan (2015)
- Vikaris Paroki Magelang Fatima (2015–2017)
- Misionaris di Keuskupan Ketapang (2017–2022)
- Vikaris Paroki Ganjuran (2022–2023)
- Vikaris Paroki Karangpanas (2023–2024)
- Vikaris Paroki Plamongan Indah (2024)
- Administrator Paroki Boyolali (2024–2025)
- Pastor Paroki Boyolali (2025–2026).
Romo Busyet menurut informasi yang beredar dari informasi keluarga sebelum wafat mengalami sakit.
Atas wafatnya Pastor yang dikenal kocak dan bisa diterima siapapun ini Keuskupan Agung Semarang mengajak para imam, biarawan-biarawati, serta seluruh umat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh damai abadi di rumah Bapa.
“Doa juga dipanjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan agar memperoleh kekuatan dan penghiburan dari Tuhan,” pesan Keuskupan Agung Semarang.
Tak hanya itu, Keuskupan Agung Semarang juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr.
Keuskupan Agung Semarang mendoakan semoga karya pelayanan yang telah dipersembahkannya menjadi benih iman yang terus bertumbuh di tengah Gereja. Pada kesempatan ini KAS juga memohon semoga Tuhan menganugerahkan kepadanya kebahagiaan kekal di surga bagi Romo Busyet.
Selamat jalan Romo. Damai di surga abadi.
Requiescat in Pace. Berkah Dalem.








