Sleman. Bagi umat Katolik di Indonesia, September dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Di Keuskupan Agung Semarang (KAS), pembukaan BKSN 2024 dengan tema “Allah Sumber Keadilan” ditandai dengan Perayaan Ekaristi pada Sabtu, 31 Agustus 2024 di Ruang Kepodang Taman Komunikasi PT Kanisius, Sleman, D.I. Yogyakarta.
Perayaan Ekaristi dipimpin Rm. Adrianus Maradiyo, Pr (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur) bersama Rm. Ignatius Adi Sapto Wibowo, Pr (Koordinator Komisi Kitab Suci KAS), Rm. Heribertus Budi Purwantoro, Pr (Kepala Unit Pengembangan Pastoral Komunikasi/UPPK-KAS), Rm. Aloysius Triyanto, Pr (Ketua Komisi Kitab Suci Kevikepan Yogyakarta Barat), Rm. E. Azismardopo Subroto, SJ (Direktur Utama PT Kanisius), dan Rm. Bernardus Irawan Heryuwono, Pr (Romo Vikaris Paroki Santo Yohanes Rasul Pringwulung, Sleman).
Rm. Adi Sapto dalam pengantarnya menjelaskan, melalui tema “Allah Sumber Keadilan” dalam BKSN 2024, umat diajak untuk memahami, menghidupi, dan memperjuangkan keadilan bersama dengan Nabi Nahum dan Nabi Habakuk yang telah bernubuat akan keadilan yang datang dari Allah.

Selanjutnya, Rm. Maradiyo dalam homilinya menyoroti fenomena ketidakadilan yang tampaknya memang banyak terjadi di dunia ini, termasuk di Indonesia. “Ada kecenderungan di antara public figures sangat senang memamerkan kekayaan atau kemewahan yang mereka miliki,” sebutnya.
Sekarang ini, lanjutnya, ada “perang” di dunia maya antara sosiolog dengan public figures. Para sosiolog memandang, mereka yang suka pamer kemewahan atau kekayaan itu berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Hal ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial, kemarahan dalam diri kelompok tertentu, lalu memunculkan perampokan.
“Apakah mereka itu salah? Kita tidak bisa menghakimi mereka itu salah atau benar. Yang jelas, ketika mereka pamer kemewahan atau kekayaan, dari antara masyarakat Indonesia yang berjumlah 270 juta ini ternyata banyak yang melihat dan nge-like. Jadi, konten yang mereka upload sungguh banyak peminatnya di negara kita ini,” ungkap Rm. Maradiyo.
Ia pun membandingkan bila PT Kanisius memamerkan produk buku-bukunya maupun UPPK (Komsos) yang membuat konten pendidikan, peminatnya sangat kecil. “Menurut penelitian para sosiolog, hal ini bisa dipahami, karena tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat Indonesia itu di bawah sekolah menengah atas,” tutur Rm. Maradiyo.
Oleh karena itu, mereka ikut senang menonton konten-konten pamer kemewahan. Namun, apabila diminta menonton konten-konten pendidikan, mereka tidak berminat karena harus banyak berpikir serta tidak memahami maksud dan pesannya. Public figures memahami pasar bahwa orang Indonesia senang melihat konten-konten yang menghibur, terutama tentang kemewahan.
“Yang paling aneh, orang-orang miskin juga ingin berfoto di depan mobil mewah yang bukan miliknya dan meng-upload-nya di media sosial. Mereka juga ingin diperlakukan seperti itu. Mungkin kita juga mempunyai utopia-utopia semacam itu,” ujar Rm. Maradiyo.
Terkait tema BKSN 2024, “Allah Sumber Keadilan”, Rm. Maradiyo memungkasi homilinya, “Ketika kita tidak memamerkan kekayaan kita, sebetulnya kita sudah berbuat adil dalam hidup ini. Ketika kita mencoba untuk memberikan pendidikan-pendidikan nilai yang positif, kita sudah berbuat adil pada zaman ini. Semoga Bulan Kitab Suci Nasional tahun 2024 sungguh menginspirasi kita semua untuk berlaku adil.”

Sementara itu, Aryo Bayu Krismanu selaku Ketua Panitia Bulan Kitab Suci Nasional 2024 menyatakan tema “Allah Sumber Keadilan” dengan belajar dari Nabi Nahum dan Nabi Habakuk merupakan kelanjutan dari tema BKSN dua tahun sebelumnya.
Tahun 2022 dengan tema “Allah Sumber Harapan Hidup Baru” belajar dari Nabi Amos dan Nabi Hosea, dilanjutkan tema “Allah Sumber Kasih dan Keselamatan” pada tahun 2023 dengan belajar dari Nabi Yunus dan Nabi Yoel.
“BKSN tahun ini semoga bisa menjadi sapaan iman bagi segala usia, mulai dari anak-anak hingga usia lanjut. Kegiatan ini kiranya dapat menjadi inspirasi untuk kita semakin dekat dan mencintai Kitab Suci. Seperti sering kita dengar, mengenal Tuhan tidak cukup hanya dengan apa yang dikatakan orang saja, tetapi dengan hati terbuka membaca, menemukan, dan merenungkan sabdanya melalui Kitab Suci,” harap Aryo.
Ada yang spesial dalam BKSN 2024, yaitu mengajak putra-putri Katolik yang bersekolah di SD negeri untuk ikut mengalami sukacita iman dalam perayaan BKSN tahun ini. “Kami juga mengadakan kembali lomba dramatisasi Kitab Suci yang terakhir kali kami adakan tahun 2019,” imbuh Aryo sembari memungkasi, “Mari, dengan semangat BKSN, kita lebih mengakrabkan diri dengan Kitab Suci dan menemukan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.”














