Paus Leo XIV Penerus Paus Fransiskus

Pelayan di Pedalaman Amazon

News1497 Views

Asap putih keluar dari cerobong tanda terpilihnya Paus baru di Kapel Sistina, Vatikan, Jumat, 8 Mei 2025 atau dini hari waktu Indonesia. Asap putih itu tanda terang Roh Kudus terpilihnya Kardinal Robert Prevost menjadi Paus Leo XIV yang menggantikan Paus Fransiskus yang tanggal 21 April yang lalu dipanggil Tuhan.

Lapangan Santo Petrus Vatikan menjadi saksi bagi dunia atas terpilihnya putra Amerika Serikat yang kini menjadi gembala umat Allah di Peru. Di katakana oleh Kompas, hal ini mengukir sejarah dengan menjadi orang Amerika Serikat pertama yang menjadi jeda yang memilih nama Leo XIV untuk kepausannya.

Paus Leo XIV dengan nama itu, ia ingin menyampaikan akan memprioritaskan isu-isu keadilan sosial. Nama itu juga menandakan kesinambungan yang kuat dengan pelayanan global mendiang Paus Fransiskus.

Paus Leo di Balkon Basilika Santo Petrus. (Berita Vatikan).

Paus Leo XIV, ketika masa mudanya hampir memilih jalur sebagai atlet baseball profesional. Tetapi hati dan karya Roh Kudus menuntunnya untuk akhirnya memutuskan untuk menapaki jalan imamat. Di bidang akademik, ia merupakan lulusan matematika dari Villanova University pada tahun 1977, menjadikan Paus dengan latar belakang keilmuan yang berbeda dari pendahulunya, Paus Fransiskus, yang merupakan sarjana kimia.

Suster Handayani, CB seorang biarawati di Yogyakarta mengatakan ia adalah penerus Paus Fransiskus. Menurutnya, dia tidak banyak membicarakan orang. Tetapi karyanya untuk kemanusiaan dan sungguh-sungguh nyata.

“Paus Leo tidak terlalu berbeda jauh dengan Paus Fransiskus yang kemarin. Beliau sudah banyak yang bekerja sama dengan Paus Fransiskus ya sejak tahun 2023 bisa banyak membantu Paus Fransiskus dalam hal ini tugas-tugas yang menurut saya mungkin banyak hal-hal tidak akan jauh berbeda dengan Paus Fransiskus.

Menurut Suster Handayani, orangnya rendah harti dan pintar. Para kardinal memilih sesuai dengan pengalaman yang sudah dilihat oleh para kardinal di Konklaf dan ketika Paus Leo ini membantu Paus Fransiskus.

Suster Handayani CB dan Paus Fransiskus. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Itu dan itu pasti nanti dalam langkah-langkahnya banyak pertimbangan secara matematis dalam pelayananya. Dia… hee…. Saya awalnya mengira Kardinal dari Filipina Luis Antonio Tagle yang terpilih,” lanjut suster Handayani dan mengatakan sebagai awam tidak melihat ia terpilih menggantikan Paus Fransiskus.

Terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik menorehkan sejarah baru. Takhta Suci Vatikan kini untuk pertama kalinyadipinjam oleh seorang tokoh Imam Agustian asal Amerika Serikat. Uskup asal Chicago ini sebelumnya dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan hidup inspiratif.

Sebuah sumber menceritakan, Paus Leo XIV telah banyak mengabdikan hidupnya dan lebih dari tiga dekade sebagai misionaris di Peru. Ia membenamkan diri dalam pelayanan khususnya di daerah terpencil seperti pedalaman Amazon dan wilayah pegunungan.

Di negara Peru yang terletak di Amerika Selatan bagian barat ini, ia tidak hanya melayani umat secara rohani, tetapi juga hidup berdampingan dengan masyarakat adat, sekaligus menguasai bahasa lokal seperti Spanyol dan Quechua.

Pada tahun 2023, sebelum diangkat menjadi Paus, ia mencetak sejarah sebagai anggota Ordo Santo Agustinus pertama yang dipercaya memimpin Dikasteri untuk Para Uskup, lembaga penting di Vatikan yang berperan dalam pemilihan uskup di berbagai belahan dunia.

Kisah masa mudanya pun tak kalah menarik. Sebelum masuk seminari, Leo XIV sempat bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan, termasuk menjadi pengantar piza di Chicago. Pengalaman ini membentuk kepribadiannya yang sederhana dan mudah berbaur dengan siapa saja.

Penunjukannya sebagai kardinal pada tahun 2022 sempat mengejutkan banyak pihak karena ia lebih dikenal sebagai pekerja gereja di balik layar. Namun, justru dari sanalah muncul keteladanannya yang dikeluarkan dari kesetiaan dan dedikasi tinggi terhadap tugas pelayanan.

Sebagai salah satu penggerak utama Sinode Sinodalitas, Paus Leo XIV mendorong reformasi dalam Gereja agar lebih terbuka terhadap suara umat, khususnya dari wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti negara-negara berkembang.

Suster Maria (kanan) dan Suster Handayani, CB saat mendiskusikan terpilihnya Paus Leo XIV di Biara Santa Ana Yogyakarta. (UTUSAN/Slamet Riyadi).

Ia dikenal bukan sebagai sosok yang gemar tampil di panggung politik atau terlibat dalam polemik budaya. Sebaliknya, fokus pelayanannya menguat pada isu kemiskinan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap para pengungsi. Pendekatan ini sejalan dengan semangat yang sebelumnya dibawakan oleh Paus Fransiskus.

Menjadi Paus bukanlah hal yang mudah. Ia dipilih bukan hanya karena kemampuannya tetapi juga karena keteguhannya. Maka karena keteguhan dan ketenangannya membuatnya dipercaya untuk menangani berbagai misi sulit. Ia sering dikirim ke wilayah-wilayah konflik atau keuskupan yang menghadapi tantangan serius, dan berhasil membangun dialog dengan berbagai kelompok yang memiliki pandangan berbeda.

Kemampuannya dalam berkomunikasi pun sangat luar biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang mahir dan fasih dalam berbagai bahasa. Ia sosok yang menguasai Bahsa Inggris, Spanyol, Italia, Latin, Jerman, dan Portugis. Hal ini terlihat saat ia menyampaikan pidato perdana sebagai Paus dalam beberapa bahasa sekaligus.

Maka tak mengheran bila Suster Birgitha, CB dari Kongregasi Suster-suster Cinta Kasih Santo Borromeus di Yogyakarta mengatakan kepada utusan.net , ia merasa takjub atas terpilihnya Paus Leo ini.

“Menakjubkan…. Luar biasa, saya yakin ini karya Roh Kudus. Sebelum terpilihnya Paus Leo, sebelumnya kan di media bertebaran berita para kandidat. Paus kita saat ini tidak ada dalam nominasi itu. Sama halnya dengan yang terjadi dengan Paus Fransiskus tidak ada yang menduga ia wafat begitu cepat, tetapi diratapi seluruh dunia…. Paus Leo XIV terpilih untuk menggantikannya. Inilah karya Roh Kudus yang melalui kerja Para Kardinal dari 70 negara di dunia ini,” tutupnya penuh haru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *