Paus Leo XIV Mendesak para Pemimpin Dunia Meletakkan Senjata dan Menggantinya dengan Senjata Kasih.

News840 Views

Perang di Timur Tengah hingga kini belum ada tanda-tanda berhenti. Kedamaian semakin terancam dan terjauhkan. Sudah tak terhitung nyawa teregang oleh keangkuhan manusia. Anak-anak, Wanita, para orang tua, pemuda-pemudi tak terhitung yang telah menjadi korbannya. Pasukan yang seharusnya menjadi penjaga perdamaian pun terenggut nyawanya. Termasuk tiga TNI muda dari Indonesia.

Dalam Urbi et Orbi pesan dan doa kepada dari Vatican kepada dunia pada Minggu Paskah, Minggu, 5 April 2026, Paus Leo menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk tidak mendominasi orang lain. Paus mengajak dan memilihjalan berdialog.

Seperti dilaporkan Vatican News, dalam Urbi et Orbi Paus Leo XIV menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata mereka dan memilih pertemuan daripada dominasi.

“Hendaklah mereka yang mempunyai senjata meletakkannya!”, harap dan seru Paus Leo XIV dalam Urbi et Orbi pada Minggu Paskah dalam pesan tradisionalnya kepada Kota dan Dunia.

Paus juga mengumumkan bahwa ia akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada Sabtu depan, 11 April, di Basilika Santo Petrus.

Kepada puluhan ribu peziarah yang hadir dan berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo mendesak kepada para pemimpin kekuasaan untuk memulai menghentikan perang dan untuk memilih perdamaian.

Pada kesempatan ini Paus Leo mengatakan perdamaian itu bukan yang dipaksakan dengan kekerasan.

“Perdamaian itu seharusnya bukan perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan. Perdamaian dengan jalan dialog itu mestinya yang terjadi. Seharusnya perdamaian dicapai melalui dialog. Bukan dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, melainkan dengan jalan bertemu dan perjumpaan dengan mereka,” jelas Paus Leo.

Dunia saat ini, seperti disampaikan oleh Paus Leo telah memasuki globalisasi ketidakpedulian. Paus Leo memperingatkan dunia kini semakin terbiasa dengan kekeresan.

“Dunia semakin terbiasa dengan kekerasan. Kita menjadi acuh tak acuh. Bukan hanya terhadap kematian ribuan orang, tetapi juga terhadap kebencian dan perpecahan yang disebabkan oleh perang. Tak itu saja, dunia juga semakin acuh tak acuh pada konsekuensi ekonomi dan sosialnya,” tekan Paus Leo.

Yesus meraih kemenangan atas kematian dan dengan demikian seperti dikatakan Paus Leo Kristus meraih kemenangan adalah sepenuhnya tanpa kekerasan. Justru berdasarkan kasih yang menciptakan dan menghasilkan, mengampuni dan menebus dosa dunia.

“Semangat cinta dan pengampunan ini adalah kekuatan sejati yang membangun perdamaian, dan memupuk hubungan antar individu dan masyarakat. Maka inilah Yesus telah mengalahkan kekerasan itu dengan kasih sejati-Nya,” kata Paus Leo.

Pada pesan Urbi et Orbi-nya ini Paus Leo juga mengatakan, perdamaian Paskah bukan hanya soal keheningan senjata.

“Keheningan dan kedamaian batin yang menyentuh dan mengubah hati kita masing-masing. Paskah bukan hanya tentang keheningan senjata. Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh kedamaian Kristus, seraya mempercayakan kepada Tuhan semua hati yang menderita dan menantikan kedamaian sejati yang hanya Dia yang dapat berikan,” ungkap Paus Leo.

Dalam pesannya  Paus Leo juga mengutip pesan mendiang Paus Fransiskus dan memperingatkan tentang globalisasi ketidakpedulian yang terus meningkat.

“Kita tidak bisa terus bersikap acuh tak acuh! Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!,”desanya dan Paus Leo pun akan akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada Sabtu depan, 11 April di Basilika Santo Petrus.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *