Paus Leo XIV: AI Tak bisa Menggantikan Sentuhan Hati dan Manusiawi Seorang Dokter

News921 Views

Vatican New-Paus Leo XIV pada hari Kamis, 2 Oktober 2025 menyambut anggota Konfederasi Medis Latin Ibero-Amerika dan Karibia (CONFEMEL) di Vatikan. Paus tak lupa berterima kasih kepada mereka. Menurut Paus mereka telah berkomitmen untuk menyediakan perawatan kesehatan berkualitas dan mendorong mereka untuk menjaga dimensi kemanusiaan yang mendalam dari panggilannya.

Berbicara kepada anggota Konfederasi Medis Latin Ibero-Amerika dan Karibia tersebut, Paus Leo XIV menekankan kekuatan penyembuhan kontak pribadi. Paus menyatakan, mengatakan kecerdasan buatan (AI) dapat membantu tugas dokter, tetapi tidak akan pernah menggantikan kehadiran manusia dan hati sebagai dokter.

“Terima kasih atas kerja keras yang tak kenal lelah ini,” ujarnya saat berbicara kepada perwakilan CONFEMEL.

CONFEMEL adalah yang mempertemukan lebih dari dua juta dokter dari seluruh Amerika Latin, Semenanjung Iberia, dan Karibia.

Pada hari saat Gereja merayakan pesta Para Malaikat Pelindung ini Paus Leo mengajak para dokter hadir untuk merenungkan hubungan dokter dan pasien.

“Kontak pribadi dan perawatan kesehatan, sebagaimana para malaikat merawat dan melindungi kita dalam perjalanan hidup,” imbuh Paus Leo.

Lebih mendalam lagi Paus Leo mengutip Santo Agustinus, dan menyebut Kristus sebagai dokter sekaligus obat: “Ipse medicus, ipse medicamentum.

“Yesus adalah seorang dokter, karena Dia adalah firman, dan obat karena Dia adalah firman yang menjadi manusia,” jelas Paus Leo lagi

Tak hanya itu Paus Leo juga menambahkan dialog, komunikasi, dan kontak fisik harus selalu ada dalam hubungan terapeutik. Dan itu akan melampaui instrumen dan alat yang digunakan untuk mengobati penyakit.

Sentuhan penyembuhan

Pada pertemuan itu, Paus Leo XIV juga merenungkan kutipan Injil  saat Yesus menyembuhkan orang kusta (Markus 1:40-42). Penyembuhan bukanlah sebuah gerakan mekanis melainkan sebuah gerakan di mana relasi pribadi yang terjalin antara orang kusta dan Yesus.

Paus pun juga mengenang teladan Beato José Gregorio Hernández dari Venezuela. Beato dokter ini yang berkarya pada awal abad ke-20 memadukan kompetensi medis dan dedikasi kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Dokter ini mendapat gelar dokter kaum miskin,” terang Paus Leo.

Paus Leo pun memungkasi sapaanya dengan mengatakan kecerdasan buatan dalam kedokteran adalah bantuan besar dalam meningkatkan perawatan klinis. Tetapi kecerdasan buatan tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran dan peran seorang dokter.  Mengutip pesan Paus Benediktus XVI, dokter adalah sumber kasih yang membawa ketenangan dan harapan bagi mereka yang menderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *