Paus Fransiskus di Istana Negara: “Gereja Katolik Ingin Tingkatkan Dialog Antaragama”

News2008 Views

Jakarta. Rabu pagi, 4 September 2024, agenda pertama Paus Fransiskus di Indonesia adalah pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara Jakarta. Kedatangan Paus Fransiskus disambut dengan megah dan meriah. Anak-anak yang mengenakan berbagai pakaian adat daerah pun berseru mengelu-elukan Bapa Suci.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin serta Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Di antara para tamu undangan, hadir pula para ketua lembaga-lembaga tinggi negara, pejabat-pejabat lainnya, anggota korps diplomatik, para tokoh agama, dan masyarakat sipil.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan negara Indonesia menyambut gembira dan hangat kedatangan Paus Fransiskus. “Saya mendengar, ini adalah penerbangan terpanjang yang Sri Paus lakukan,” ucap Jokowi.

Presiden Joko Widodo dan Paus Fransiskus mengadakan pertemuan empat mata di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9/2024). (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/HENDRA A SETYAWAN).

Ia pun berterima kasih kepada Bapa Suci yang telah bersedia memenuhi undangan untuk mengunjungi Indonesia. Menurut Jokowi, kunjungan ini memiliki pesan yang sangat kuat tentang arti pentingnya merayakan perbedaan.

“Indonesia sebagai negara majemuk, terdiri dari beragam etnis. Tadi saya menyampaikan kepada Bapa Suci bahwa kita memiliki 714 suku bangsa, etnis, dan juga memiliki 17.000 pulau yang kita tinggali, yang semua berbeda budaya, agama, dan suku bangsa,” papar Jokowi.

Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya menjaga harmoni di tengah kebinekaan yang dimilikinya ini. “Bagi Indonesia, perbedaan adalah anugerah dan toleransi adalah pupuk bagi persatuan dan perdamaian sebagai sebuah bangsa. Indonesia beruntung memiliki Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga dapat hidup rukun berdampingan,” imbuh Jokowi.

Presiden Joko Widodo dan Paus Fransiskus berjalan menuju Istana Negara untuk mengikuti pertemuan dengan korps diplomatic dan tokoh agama yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
(INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ HENDRA A SETYAWAN)

Semangat perdamaian dan toleransi inilah yang ingin Indonesia bersama Vatikan sebarkan, apalagi di tengah dunia yang semakin bergejolak. Konflik dan perang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina, yang menelan lebih dari 40.000 korban jiwa, sebut Jokowi.

“Indonesia mengapresiasi, sangat menghargai sikap Vatikan, yang terus menyuarakan, menyerukan perdamaian di Palestina dan mendukung Two-state Solution. Karena perang tidak akan menguntungkan siapa pun, hanya membawa penderitaan dan kesengsaraan masyarakat kecil,” tegas Jokowi.

Sebagai penutup sambutan, Jokowi mengajak untuk merayakan perbedaan. “Marilah kita saling menerima dan memperkuat toleransi untuk mewujudkan perdamaian, dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia,” tandasnya.

Sementara itu, Paus Fransiskus dalam sambutannya mengucapkan dengan sepenuh hati rasa terima kasih atas undangan untuk mengunjungi Indonesia. Secara khusus kepada Prabowo, Paus Fransiskus mengatakan, “Saya mengucapkan salam hangat kepada Presiden Terpilih untuk masa tugas pelayanan Anda yang membawa buah untuk Indonesia, sebuah negara kepulauan yang luas, terdiri dari ribuan pulau yang menghubungkan Asia ke Oseania.”

Anak-anak dengan berpakaian tradisional berisiap menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/9/2024). (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ HENDRA A SETYAWAN).

Dari situ, Paus Fransiskus menganalogikan samudra sebagai unsur alami yang menyatukan seluruh kepulauan di Indonesia dengan sikap saling menghargai terhadap kekhasan karakteristik budaya, etnis, bahasa, dan agama dari semua kelompok yang ada di Indonesia. “Inilah kerangka yang tak tergantikan dan menyatukan yang membuat Indonesia sebagai sebuah bansa yang bersatu dan bangga,” tutur Bapa Suci.

Menurut Paus Fransiskus, semboyan Bhinneka Tunggal Ika memperlihatkan sebagaimana keanekaragaman hayati yang ada di dalam negara kepulauan ini adalah sumber kekayaan dan keindahan. “Demikian pula perbedaan-perbedaan Anda secara khusus berkontribusi bagi pembentukan mozaik yang sangat besar, yang masing-masing keramiknya adalah unsur tak tergantikan dalam menciptakan karya besar yang autentik dan berharga,” pandang Paus Fransiskus.

Untuk memperkuat kerukunan yang damai dan berbuah yang menjamin perdamaian dan menyatukan upaya-upaya untuk menghapuskan ketimpangan dan penderitaan yang masih bertahan di beberapa wilayah negara. “Gereja Katolik berkeinginan untuk meningkatkan dialog antaragama. Dengan cara ini, prasangka dapat dihapus dan suasana saling menghargai serta saling percaya dapat bertumbuh,” cetus Paus Fransiskus.

Presiden Joko Widodo bersama Paus Fransiskus menyapa anak-anak usai pertemuan dengan korps diplomatik dan tokoh agama di Istana Negara, Jakarta. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ HENDRA A SETYAWAN)

Hal ini sangatlah penting untuk menghadapi tantangan-tantangan bersama, termasuk tantangan untuk melawan ekstremisme dan intoleransi, yang melalui pembelokan agama, berupaya untuk memaksakan sudut pandang mereka dengan menggunakan tipu muslihat dan kekerasan.

“Gereja Katolik bekerja untuk melayani kebaikan bersama dan berkeinginan untuk menguatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, negara, dan aktor-aktor lain dalam masyarakat sipil, mendorong pembentukan struktur sosial yang lebih seimbang dan memastikan pembagian bantuan sosial yang lebih efisien dan adil,” ungkap Paus Fransiskus.

Akhir kata, Paus Fransiskus menyatakan, “Kerukunan dicapai ketika kita tidak hanya berkomitmen demi kepentingan-kepentingan dan visi kita sendiri, tapi demi kebaikan bersama, dengan membangun jembatan, memperkukuh kesepakatan dan sinergi, menyatukan kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk penderitaan moral, ekonomi, dan sosial, serta untuk memajukan perdamaian dan kerukunan.”

Bapa Suci pun menutupnya dengan berkat. “Semoga Allah memberkati Indonesia dengan perdamaian, demi masa depan penuh harapan. Allah memberkati Anda sekalian,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *