Setelah gempa bumi besar yang melanda Venezuela bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang hanya berselang 39 detik, Paus Leo XIV mengirimkan bantuan dana darurat sebesar 100.000 Euro. Setidaknya hingga 25 Juni 2026 korban meninggal mencapai 164 orang dan ribuan orang luka-luka.
Melalui kantor Kantor Almoner Apostolik, Paus Leo mengirimkan dana bantuan kemanusian.
Vatican News melaporkan bahwa Kepausan Vatikan menyatakan bantuan tersebut adalah sebagai langkah pertama atau tahap awal. Bantuan tersebut dikoordinasikan kepada Nuncio Apostolik untuk Venezuela, Uskup Agung Alberto Ortega Martin dan Uskup Agung Caracas, Raul Biord Castillo.
Kantor berita Vatikan ini menginformasikan bahwa bantuan selanjutnya akan menyusul kemudian. Hal ini juga sebagai reaksi setelah Gereja setempat melakukan dentifikasi.
Setelah komunitas Katolik di seluruh wilayah Venezuela membuka Gedung Paroki untuk mengungsi keluarga-keluarga korban gempa bantuan dari kepausan pun dikirimkan melalui jaringan Caritas setempat.
Badan keselamatan Venezuella melaporkan setidaknya 164 orang meninggal dalam kejadian gempa besar ini. Sementara juga dilaporkan seribu orang mengalami luka-luka.
Di tengah gempa-gempa susulan hingga dua puluh kali ini tim penyelamat masih berjibaku mengevakuasi korban. Mereka menggali rentuntuhan gedung-gedung dan rumah warga. Gempa ini pun dirasakan hingga di Kolombia.
Keadan darurat pun diberlakukan paska gempa ini. Bencana nasional disampaikan oleh presiden Vebezuela Delcy Rodriguez. Tak Hanya itu presiden ini juga menyatakan La Guaira sebagai “zona bencana.”
Pejabat berwenang Venezuela menyatakan kerusakan besar terjadi. Maka warga pun diminta untuk mengamankan diri di luar ruangan karena kerusakannya meluas dan parah. Vatican News juga melaporkan Gereja-gereja, termasuk Katedral Caracas dan beberapa gereja paroki, mengalami kerusakan struktural. Seminari di kota ini pun juga terdampak oleh gempa besar ini.
Gereja Katolik di Venezuela terus berjibaku menolong dan menyediakan tempat berlindung bagi para korban. Makanan dan perawatan divasilitasi oleh gereja. Bahkan pemulihan psikokoligi juga dilakukan kepada mereka yang hancur rumah dan tempat tinggalnya.
Bantuan internasional pun mulai berdatangan. Dan para pemimpin Gereja Katolik Venezuela memohon bantuan uluran tangan.














