PARAFEST 2025: Ajang Unjuk Potensi Diri melalui Festival Budaya dan Seni Musik

News1287 Views

Sleman. Acara PARAFEST 2025 yang diselenggarakan pada Selasa, 4 November 2025 berlangsung secara meriah di Pendopo Elizabeth, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Panti Rapih Yogyakarta. PARAFEST merupakan lanjutan dari acara PORSENI yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu.

Tema yang diangkat dalam acara PARAFEST 2025 adalah “Daivat Arutala”. Tharina Icha Firliana atau Icha, mahasiswa Sarjana Keperawatan tingkat III, menjelaskan bahwa tema diambil dari nilai kebersamaan dan kekuatan.

“Tema yang diangkat mengambil nilai kekuatan dan kebersamaan. Kita menjadikan satu antara nilai kerja sama, kebersamaan, terus nilai kekuatan itu berasal dari kekuatan fisik, mental, dan sebagainya,” tutur Icha yang juga merupakan Ketua Panitia PARAFEST 2025.

Lebih lanjut, Icha menyebutkan tujuan acara ini sebagai wadah untuk menampilkan dan mengapresiasi minat dan bakat para mahasiswa STIKes Panti Rapih, seperti menari, menyanyi, dance, dan sebagainya.

Salah satu stan jajanan tradisional dari DKI Jakarta dalam acara PARAFEST 2025. (Foto: Agnes Rosemarie)

“Acara ini sebagai ajang untuk mengapresiasikan minat dan bakat mereka, mulai dari tari, menyanyi, dan sebagainya, serta mungkin untuk wadah aspirasi dan ajang kreativitas,” sebut Icha.

Icha juga mengatakan persiapan acara sudah dimulai sejak setahun lalu. Namun, persiapan terberatnya justru pada tiga bulan terakhir karena harus menyelaraskan berbagai pendapat.

Acara yang merupakan event tahunan ini menyajikan berbagai penampilan budaya dan seni musik. Penampilan tari-tarian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti penampilan Tari Kreasi Cendrawasih dari Papua, Tari Dayak Nampik Beras dari Kalimantan, Tari Lilin dari Sumatra Utara, dan sebagainya turut memeriahkan PARAFEST 2025.

Tidak hanya tarian budaya, penampilan musik dari paduan suara mahasiswa (PSM), band akustik, dan lain sebagainya juga turut memeriahkan acara ini. Selain mahasiswa, dosen dan karyawan STIKes Panti Rapih juga turut menyumbangkan penampilan dan flashmob.

Penampilan Tari Lilin dari Sumatra Utara oleh mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta. (Foto: Dionisius Damastya)

“Total penampil itu ada sekitar sepuluh dari mahasiswa dan ada dua dari dosen serta karyawan tenaga pendidik di sini. Penampilnya menampilkan tarian dan nyanyian dari daerah mereka masing-masing,” terang Lisa dan Keshya, anggota dan koordinator divisi acara PARAFEST 2025.

Selain penampilan, terdapat juga bazar makanan dan minuman dari berbagai daerah di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sebagainya yang dikelola para mahasiswa STIKes Panti Rapih tiap kelasnya.

Dio, salah satu mahasiswa, menyatakan setiap kelas diberikan konsep oleh panitia untuk menyajikan berbagai makanan atau minuman dari daerah-daerah di Indonesia.

Dionisius Damastya & Henrikus Bima

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *