Pada Hari Orang Sakit Sedunia, RS Panti Rahayu Bagikan Alkitab, Salib Duduk, Tasbeh dan Panduan Sholat

News959 Views

Gunung  Kidul-Senin, 11 Februari 2026, Rumah Sakit Panti Rahayu, Gunung Kidul, DIY, memperingati Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) ke-34. Kegiatan ini diawali dengan Ekaristi dan selanjutnya memberikan souvenir kepada para pasien yang dirawat di RS Panto Rahayu.

Ekaristi HOSS kali ini dipimpin oleh Romo Christoforus Sutrasno Purwanto, Pr dan Romo Kristoporus Rhesa, Pr. dan juga diberikan Sakramen Pengurapan orang sakit dan adorasi  sakramen.

Pastor memberikan Sakramen Pengurapan orang sakit pada HOS di RS Panti Rahayu. (Dok. RS Panti Rahayu).

Rangkaian HOSS ini juga menjadi bagian dari Perayaan Syukur 12 tahun RS Panti Rahayu. Selain kegiatan bhakti sosial hari ini juga diadakan kegiatan bersama tim ambulance se-Gunung Kidul di RS Panti Rahayu. Selain itu juga diadakan jalan sehat bersama Warga  Kelor di mana RS Panti Rahayu berada.

Pada kesempatan HOS tahun 2026 ini, wakil direktur RS Panti Rahayu, Suster Roosidetta, CB, mengatakan para pasien rawat inap yang beragama Islam diberikan tasbeh dan buku panduan sholat. Sementara bagi umat yang beragama Katolik dan Kristen diberikan Alkitab dan salib duduk.

Seusai memberikan souvenir ini Suster Rossidetta, CB berharap pasien yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, boleh mengalami rahmat penyembuhan dan kekuatan ilahi dalam  memaknai penderitaannya.

“Saya berharap bagi pasien, baik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah mereka, boleh mengalami rahmat penyembuhan dan kekuatan ilahi dalam  memaknai penderitaannya. Sementara itu bagi kami  RS Panti Rahayu, semoga semangat belarasa (compassion) selalu mewarnai pelayanan kami. Sehingga mereka sebagai Tamu Illahi boleh  merasakan sentuhan personal dan sukacita lewat nilai ICARE RS Panti Rahayu.

Kegiatan peringatan HOS RS Panti Rahayu adalah satu di antara kegiatan peringatan HOS yang diperingati secara internasional. Menurut pantauan utusan.net banyak rumah sakit yang memperingati HOS hari ini. Hal ini tentu sejalan dan dilandasi oleh pesan Gereja universal.

Dokter Adi Mulyono, M.P.H., Direktur RS Panti Rahayu memberikan souvenir kepada pasien RS Panti Rahayu. (Dok. RS Panti Rahayu).

Pesan Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 tahun ini bertema “Belas Kasih Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Penderitaan Orang Lain. Paus Paus Leo XIV memilih tema ini untuk menempatkan belas kasih bukan sekadar sebagai perasaan, melainkan sebagai tindakan nyata yang lahir dari kedekatan dan keberanian untuk memikul derita sesama, khususnya mereka yang sakit dan rapuh.

“Untuk kesempatan ini, saya ingin mengajak Anda untuk merenungkan kembali sosok Orang Samaria yang Baik Hati. Ia selalu relevan dan penting untuk menemukan kembali keindahan amal dan dimensi sosial dari belas kasih. Renungan ini selanjutnya mengarahkan perhatian kita kepada orang-orang yang membutuhkan dan semua orang yang menderita, terutama orang sakit,” kata Paus Leo.

Tokoh Orang Samaria yang Baik Hati menjadi pusat permenungan tahun ini. Ia tidak hanya tergerak oleh rasa iba, tetapi mengambil risiko untuk berhenti, mendekat, dan merawat orang yang terluka di pinggir jalan.

Melalui figur Orang Samaria yang Baik Hati, Gereja diundang untuk merenungkan kembali panggilannya dalam merawat mereka yang menderita akibat penyakit, kemiskinan, kesepian, dan keterasingan. Kasih sejati selalu menuntut keterlibatan, kehadiran, dan kesediaan untuk berhenti di tengah kesibukan hidup demi sesama yang terluka di “pinggir jalan” kehidupan.

HOS ditetapkan oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, menjadi momen istimewa bagi Gereja universal untuk berdoa, berefleksi, dan memperbarui komitmen pelayanan kepada orang sakit. Melalui perayaan ini, umat beriman diajak untuk semakin peka mengenali Kristus yang hadir dalam diri mereka yang lemah dan menderita, serta menghadirkan Gereja sebagai rumah yang penuh kepedulian, pengharapan, dan penghiburan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *