Murid SD Kanisius Lakukan Jalan Salib Pemerdekaan dan Kesadaran Ekologis

News1720 Views

Murid SD Kanisius Lakukan Jalan Salib Pemerdekaan dan Kesadaran Ekologis

Kulon Progo-Seperti sumber air yang jernih dan menyegarkan, Barisan Anak Pembawa Sukacita (Barnabas) diajak menjadi pribadi-pribadi yang mewartakan semangat kasih dan kegembiraan. Itulah makna dan pesan Jalan Salib Pemerdekaan yang dilakukan Murid-murid SD Kanisius Kenalan Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa tengah Selasa, 15 April 2025. Penuh keunikan dan kebersamaan sebagai proses memaknai Pekan Suci 2025.

Ritual Jalan Salib ini dimulai dengan perhentian pertama berada tak jauh lokasi SD Kanisius Kenalan. Jalan salib penuh makna dalam realitas kehidupan ini di pungkasi menuju perhentian XIV yang berlokasi di Goa Maria Welas Asih Padonan, Durensawit, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta.

Tanpa keluhan dan justru penuh semangat serta kegembiraan hati limapuluhan murid didampingi oleh para guru berjalan kaki menyusuri jalan desa. Jalan ada yang berbatu, melewati air, bahkan menanjak. Mereka  sembari mendaraskan doa sepanjang perjalanan sejauh dua kilometer itu.

Siswa-siswi dengan antusias melakukan Jalan Salib di alam terbuka.

Diantara rombongan murid-murid sekolah di Pegunungan Menoreh ini  ada dua siswa yang masing-masing selalu memikul kayu salib dan bergantian dengan rekannya. Mereka penuh semangat ingin ingin ikut serta merasakan beban salib itu.

Tanpa mengurangi jumlah perhentian ritus Jalan Salib, pada setiap perhentiannya isi dan rumusan permenungan diadaptasi dengan situasi yang relevan dengan kehidupan saat ini.  Teks renungan dibawakan oleh anak-anak dan para guru memberikan renungan dan pertanyaan reflektif yang kontekstual bagi peserta jalan salib.

Pada perhentian IX, peserta Jalan Salib merefleksikan tentang manfaat dan kelestarian air bagi kehidupan sehari-hari. Persis di depan belik Bajing yang terletak di tebing sungai para murid dan guru berdoa dan berharap air tetap lestari. Demikian juga pada Perhentian XIII di belik Padonan, para peserta melantunkan lagu Air Sumber Hidup.

Teori dan realita di hadirkan secara nyata dalam aktivitas siswa-siswi SD Kanisius Kenalan ini. Hal yang tak kalah menarik dalam rute Jalan Salib ini adalah saat perhentian XII, Yesus Wafat di Salib, kebetulan berhenti di dekat tempat doa mushola. Sikap saling menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama merupakan hal yang penting dan selalu diperjuangkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai.

Hal yang tak kalah menarik dalam rute Jalan Salib ini adalah saat perhentian XII, Yesus Wafat di Salib, kebetulan berhenti di dekat tempat doa mushola. Sikap saling menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama merupakan hal yang penting dan selalu diperjuangkan untuk menciptakan kehidupan yang lebih damai.

Siswa-siswi SD Kanisius Kenalan Jalan Salib saat melewati Mushola.

Keberagaman dalam kebersamaan itu selalu dihadirkan oleh sekolah ini. Dicontohkan di masa masa prapaskah tahun ini bebarengan dengan masa puasa bagi Umat Islam maka mereka pun menghargai mereka yang puasa. Saat mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri, siswa-siswi juga juga memberikan ucapan selamat Idul Fitri dan memohon maaf kepada yang Muslim. Sekolah ini selalu mengajak anak anak didiknya untuk memulai dari yang hal sederhana itu. Mereka selalu diajarkan untuk tidak takut atau malu untuk mengucapkan maaf dan ucapan selamat.

Tak kalah menarik lagi, bersamaan dengan Pekan Suci ini siswa-siswi juga diajak berkunjung kepada orang sakit dan jompo (tospo). Hal Ini dilakukan Selasa, 15 April 2025. Mereka mengunjungi 12 orang yang sakit dan jompo dan 2 diantaranya berkeyakinan agama Islam.

Cinta kasih mendasari sikap Yesus menjalani salib. Yesus memberikan diri-Nya untuk keselamatan semua makhluk, dan segala yang hidup di muka bumi. Demikian pesan Jalan Salib Pemerdekaan siswa-siswi SD Kanisius Kenalan yang ditutup di Goa Maria Welas Asih Padonan. Siswa-siswi yang tidak mengeluh dan tetap semangat itu kembali ke rumah masing-masing dengan harapan tetap menjadi pewarta kabar sukacita bagi alam dan sesama.

Salam Sukacita.
Yosef Onesimus Maryono, Guru SD Kanisius Kenalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *