Mgr. Anton dan Kardinal Suharyo Pastikan Paus Fransiskus Jadi ke Indonesia

News1512 Views

Jakarta. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC menginformasikan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Hal ini disampaikannya melalui informasi kanal YouTube KWI, Senin, 8 September 2024.

“Saudara-saudara yang terkasih, pada Hari Maria Menerima Kabar Sukacita yang pada tahun ini dirayakan tanggal 8 April, bersama Bapak Kardinal Ignatius Suharyo, saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa Sri Paus Fransiskus sungguh berencana mengunjungi Indonesia pada tanggal 3 sampai 6 September 2024,” jelas Mgr. Anton.

Mgr. Anton menegaskan bahwa berita gembira ini bersumber dari Nota Verbal Duta Besar Takhta Suci untuk Indonesia Mgr. Piero Pioppo kepada Menteri Luar Negeri tertanggal 5 Maret 2024 serta dua surat tertanggal 25 Maret 2024, yaitu jawaban positif Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dan Undangan Presiden Joko Widodo kepada Sri Paus Fransiskus untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun 2024.

Lebih lanjut dalam pesannya, Mgr. Anton menegaskan bahwa kepastian kedatangan Sri Paus Fransiskus ke Indonesia tersebut masih menunggu pengumuman resmi, tentang kapan datangnya, pastinya, dari pemerintah Republik Indonesia dan atau Vatikan. Untuk itu, sebelum ada pengumuman resmi kepastian kedatangan dari pemerintah Republik Indonesia dan Vatikan, rencana kedatangan Bapa Suci Fransiskus tersebut masih bersifat tentatif.

Bila kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia ini sungguh terlaksana sesuai dengan rencana, Mgr. Anton mengatakan waktunya akan sangat pendek dan tidak panjang. Maka menurutnya, maka berbagai diskusi, termasuk pembentukan panitia dan kolaborasi dengan pemerintah dan tokoh agama sudah dikerjakan.

Ketua KWI, Mgr. Anton (kiri) dan Ignatius Kardinal Suharyo menjelaskan rencana kedatangan Paus Fransiskus. (Dok. KWI).

“Mari kita berdoa semoga Bapa Suci Fransiskus dianugerahi kesehatan sehingga kerinduan beliau untuk mengunjungi Indonesia dan harapan besar kita untuk menerima, menyambut kedatangan Sri paus di Indonesia, sungguh terlaksana sesuai dengan rencana saat ini, demi perkembangan Iman persaudaraan dan bela rasa. Kita Yakin kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Indonesia akan menjadi berkat bagi Gereja dan bagi bangsa,” harap Mgr. Anton.

Sementara itu, Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa sebenarnya rencana kedatangan Paus Fransiskus sudah terjadi pada tahun 2020. Menurut Kardinal, rencana ini tertunda karena datangnya wabah Covid-19.

“Sekarang seperti dikatakan oleh Bapa Uskup Anton, sudah ada surat surat resmi, termasuk undangan dari Bapak Presiden agar Paus Fransiskus datang ke Indonesia. Kita bersyukur,” ungkap Kardinal Suharyo.

Kunjungan Paus Fransiskus menurut Kardinal Suharyo tidak hanya untuk Indonesia, tetapi Paus juga akan melakukan perjalanan panjang ke negara lain seperti Papua Nugini, Timor Leste, Singapura, dan kemungkinan ke Vietnam. 

“Rasa-rasanya belum pernah ada kunjungan yang meliputi lima negara yang jauhnya seperti kita ini. Kita doakan agar Paus Fransiskus dikaruniai kesehatan yang memadai untuk menjalankan misi ini,” harap Kardinal.

Melihat perkembangan atau rencana perjalanan seperti itu, Kardinal Suharyo membayangkan bahwa Paus Fransiskus tidak akan leluasa waktunya untuk ke Indonesia. Selain bersyukur, Kardinal juga mengajak umat mesti siap untuk menerima kenyataan bahwa Paus Fransiskus sudah berusia lanjut dalam rencana panjangnya ini.

“Maka, pasti umat Katolik di Indonesia ataupun saudari-saudara kita dalam konteks lintas agama, bisa membayangkan macam-macam acara. Nanti kalau tidak kesampaian, kita bisa memahami. Umat Katolik sendiri di seluruh Indonesia pasti ingin satu per satu berjabatan tangan dengan Paus, tetapi kita semua tahu itu tidak mungkin,” ajak Kardinal untuk memahami situasi.

Tak kalah penting, Kardinal Suharyo meyakini bahwa kunjungan ini dalam arti tertentu sangat berhubungan secara historis. Kardinal menegaskan Paus Fransiskus adalah kepala negara Vatikan.

“Dalam sejarah bangsa kita, Vatikan adalah salah satu dari beberapa negara yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1947, sudah ada perwakilan Vatikan di Indonesia. Kita merasa bahwa Pimpinan Gereja Katolik seluruh dunia sungguh-sungguh memberi perhatian kepada perjuangan kemerdekaan dan pengisian Kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Kardinal Suharyo mengingatkan, kehadiran Paus Fransiskus secara fisik menjadi sangat penting dan sangat membahagiakan. Akan tetapi, Kardinal berharap bukan hanya kehadiran fisik yang diperhatikan, melainkan juga pesan-pesan dan pikiran-pikirannya untuk kemanusiaan. Setiap insan mesti mempunyai niat untuk mempelajari pesan-pesan itu.

“Dua pesan terakhir yang sangat penting bagi kita semua adalah tulisan beliau mengenai tanggung jawab umat manusia, termasuk kita semua untuk menjaga Lingkungan Hidup. Dan  kedua, yang terakhir dengan  judul Fratelli Tutti, artinya kita semua adalah saudara. Suatu gagasan yang sangat cemerlang, bukan dalam arti hebat-hebat tetapi menjadi sangat penting untuk sejarah umat manusia pada zaman kita ini,” ujar Kardinal.

Menutup pesannya, Kardinal Suharyo mengajak umat Katolik untuk menyambut kedatangan Paus seperti yang diceritakan oleh Uskup Anton.

“Sekali lagi, semoga kehadiran Paus Fransiskus secara fisik yang akan datang juga menantang kita, mengundang kita, mendorong kita, untuk mempelajari ajaran-ajarannya dan mencoba mencari jalan-jalan untuk melaksanakannya. Semoga rencana yang bagus ini sungguh-sungguh menjadi berkat bagi kita semua dan kita jadikan pujian kemuliaan bagi Tuhan. Semoga Allah yang selalu menyertai perjalanan hidup kita selalu menjaga, melindungi, dan melimpahkan berkat kepada kita semua,” doa Kardinal Suharyo dipungkasi dengan berkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *