Mencari Domba yang Hilang

Renungan Harian1756 Views

Puncta 10 Juli 2024
Rabu Biasa XIV
Matius 10: 1-7

KUNJUNGAN keluarga kami jalankan tiap hari Senin sore. Keluarga di lingkungan disapa secara pribadi agar mereka sebagai umat diperhatikan oleh gembalanya.

Kunjungan ini ibarat seperti menjaring ikan. Ada yang bisa masuk ke dalam jaring. Tetapi ada pula yang tetap lari menjauh dari jaring.

Mereka yang tersentuh oleh sapaan gembala, kemudian menjadi aktif di gereja baik di lingkungan maupun di Paroki. Tetapi yang “kopig” juga ada. Kendati dikunjungi ya tetap tidak menampakkan batang hidungnya di gereja.

Yesus memanggil murid-murid-Nya. Ada duabelas orang yang diajak untuk mencari domba-domba yang hilang dari Suku Israel. Mereka dipesan agar tidak menyimpang ke daerah-daerah lain.

“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat,” pesan Yesus.

Memelihara umat yang dipercayakan kepada kita itulah tugas sebagai murid. Pastoral kunjungan atau “blusukan” ke tengah-tengah umat adalah cara ampuh untuk menyapa dan memelihara umat.

Sayangnya sekarang para gembala terlalu disibukkan dengan segala tetek bengek administrasi. Laporan ini laporan itu. Rapat ini rapat itu sampai kehabisan waktu untuk mengunjungi umatnya.

Gembala terasa seperti pejabat atau birokrat dan sibuk rapat. Tidak menebarkan berkat malah sibuk mencari hormat. Padahal oleh Yesus mereka diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, agar umatnya semakin giat dan mau ikut terlibat.

Terlalu banyak hal yang diurusi malah menyeleweng dari tugas pokok untuk melayani. Yesus mengingatkan, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”

Kita diajak untuk fokus saja memperhatikan umat yang dipercayakan pada kita, yakni domba-domba yang hilang dari paroki kita. Kalau kita bisa membawa mereka kembali kepada Tuhan, itu sudah bisa menyelamatkan jiwa-jiwa. Mari kita bertobat secara pastoral.

Tiap Jum’at selalu datang surat,
Pak Pos sampai hapal alamat.
Mari kita menjadi pelayan umat,
Jangan sok jadi pejabat atau birokrat.

Cawas, melayani dengan hati
Rm. A. Joko Purwanto, Pr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *