Lembaga Katolik Tingkatkan Mutu Pendidikan di Manggarai Barat

Sertijab Ketua Yayasan Sukma Manggarai Barat

News1719 Views

Manggarai Barat. Upacara serah terima jabatan Ketua Yayasan Sukma Manggarai Barat (Yasukmabar) berlangsung di Aula Keuskupan Labuan Bajo pada Selasa, 4 Februari 2025 dengan disaksikan Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus. Dalam peristiwa ini, Rm. Yohanes Fakundo Selman, Pr menggantikan Rm. Kornelis Hardin, Pr sebagai Ketua Yasukmabar.

Selain Mgr. Maksi, hadir pula Rm. Rikardus Moses Jehaut (Sekjen Keuskupan Ruteng), Rm. Richardus Manggu, Pr (Vikjen Labuan Bajo), Rm. Fransiskus Nala Kartijo Udu, Pr (Sekjen Keuskupan Labuan Bajo), Rm. Martin Wiliam, Pr (Ekonom), perwakilan pemerintah, perwakilan pengawas dan kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK, serta pengurus dan pengawas Yasukmabar.

Rm. Rikardus hadir mewakili Uskup Ruteng karena sebelum pembentukan Keuskupan Labuan Bajo, Yasukmabar bernaung di bawah Keuskupan Ruteng. Ia membacakan Surat Keputusan Uskup Ruteng tentang penyerahan Yasukmabar kepada Keuskupan Labuan Bajo. Sekjen Keuskupan Labuan Bajo turut membacakan Surat Keputusan Struktur dan Kepengurusan Yasukmabar.

Rm. Dino, sapaan akrab Rm. Kornelis Hardin, Pr, menyampaikan pada 15 Januari 2025 dirinya sudah mendapat  SK dari Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat. “Kurang lebih tidak sampai satu tahun saya menggantikan Rm. Richardus Manggu yang saat ini menjadi Vikjen Keuskupan Labuan Bajo. Dalam proses menjadi ketua yayasan, saya belajar banyak hal, terutama bagaimana menjadi seorang ketua yayasan,” tuturnya.

Berkaitan tata kelola, Rm. Dino menyatakan Yasukmabar hanya sebagai pengawas, sedangkan keuangan dikelola oleh pengurus sekolah sendiri. Selain itu, perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah Katolik sangat besar, terbukti dengan bantuan-bantuan yang diberikan kepada sekolah swasta sangat besar. Selain itu, juga ada bantuan dari pihak-pihak lain.

Rm. Dino menambahkan, minat untuk masuk ke sekolah Katolik sangat tinggi. Dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat baik, khususnya SMA dan SMK.

Di awal perjalanan Keuskupan Labuan Bajo, Yayasan Sukma Manggarai Barat sudah terbentuk.

“Tantangannya, ketika masyarakat sudah memercayai sekolah Katolik, maka kita membutuhkan tenaga dan sarana-prasarana. Untuk itu, kita tidak bisa berjalan sendiri dan butuh bantuan serta kerja sama dengan pemerintah. Kerja sama dan relasi dengan pemerintah itu sangat penting,” ungkapnya.

Selanjutnya, Rm. Yohanes Fakundo Selman, Pr yang akrab disapa Rm. Ivan mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya bukanlah beban, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan secara maksimal dalam seluruh karya dan pelayanan pastoral pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, Rm. Ivan bukan orang baru. Ia pernah di Sukma Pusat Keuskupan Ruteng, dan Yayasan Ernesto.

Sementara itu, Alosius Lahi selaku Asisten 3 Administrasi Umum Kabupaten Manggarai Barat mewakili Pemerintah Manggarai Barat menyampaikan, “Sebagai pemerintah, kami sangat terbantu dengan kehadiran lembaga-lembaga Katolik, khususnya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat. Tentu, kami berharap kerja sama akan terus terjalin dengan baik. Teknis-teknis kerja sama itu tentu akan dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat.”

Alosius berharap pemerintah dan lembaga pendidikan swasta, khususnya pendidikan Katolik, akan terus berkolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Manggarai Barat.

Kemudian, Mgr. Maksi mengucapan terima kasih kepada Mgr. Siprianus Hormat yang sudah menyerahkan Yasukmabar kepada Keuskupan Labuan Bajo. “Kami sangat bergembira. Di awal perjalanan keuskupan ini, yayasan ini sudah terbentuk di Labuan Bajo. Kita harapkan beberapa peluang dan kerja sama yang sudah kita bangun bersama pemerintah tetap kita pertahankan. Di bawah pimpinan Rm. Ivan yang memiliki segudang wawasan serta pengalaman manajerial pendidikan, kita berharap budaya pengelolaan dan pastoral pendidikan di keuskupan ini selalu menghadirkan karakter yang inklusif, bersahabat, terbuka, konstruktif, dan transformatif. Kita percaya, Rm. Ivan mampu menakhodai kita semua dalam pastoral pendidikan, pastoral manusia, dan pastoral peradaban,” tutur Mgr. Maksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *