KWI Buka Puasa Bersama  Hj. Shinta Nuriyah dan Anak-Anak Yatim

News1160 Views

Jakarta-Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar acara buka puasa bersama dengan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan anak-anak yatim, di Kantor KWI Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025.

Buka bersama yang berlangsung di Henry Soetio Hall, Gedung KWI ini, selain Shinta Nuriyah hadir pula Alissa Wahid yang mendampinginya. Sementara Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) KWI Mgr Christophorus Tri Harsono. Juga Sekretaris Eksekutif KWI Romo Paulus Christian Siswantoko, dan Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI Romo Aloysius Budi Purnomo menyambut penuh hangat atas kedatangan mereka.

Tak ketinggalan pula hadir pada acara ini Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan dua anggota DPR yakni Abraham Sridjaja dari Partai Golkar serta Yulius Setiarto dari Partai PDI Perjuangan.

Gelaran buka puasa bersama ini tak ketinggalan juga diisi dengan pun juga di isi dengan pembacaan Al Quran dan Saritilawah dan tarian Sufi yang diiringi hadrah. Bahkan saat menjelang buka puasa Trio Calista Alina Niceta atau CAN juga ikut menghibur para tamu.

Saat memberikan wejangan, Shinta Nuriyah, Istri mendiang Presiden Gusdur ini memberikan pesan tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa siapapun yang tinggal di Indonesia, maka harus bertindak selayaknya satu bangsa.

“Kita tinggal di Indonesia, maka kita harus bertindak selayaknya satu bangsa. Sebagai sesama saudara, sewajarnya seluruh warga tak memandang suku, agama dan ras di Indonesia,” pesan Shinta yang pada kesempatan itu di sela ceramah kebangsaannya juga memimpin para tamu untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.

Membangun harapan bersama

Acara ini berlangsung dalam suasana meriah, sejuk dan penuh kehangatan dan kedamaian. Maka dalam pesannya, dalam pesannya sebelum buka puasa, Kardinal Suharyo mengajak semua yang hadir untuk mendengatkan nasihat-nasihat Ibu Shinta Nuriyah yang telah berkeliling ke berbagai tempat selama bulan suci Ramadan ini.

“Saya pribadi merasakan damai yang sungguh-sungguh sejuk karena merasakan aura bulan suci Ramadan ini,” tutur Kardinal Suharyo.

Lebih lanjut Kardinal Suharyo mengungkapkan bahwa setiap tahun Departemen Hubungan Antaragama di Vatikan mengeluarkan surat sapaan setiap kali ada hari raya keagamaan. Katanya, harapan itu adalah persaudaraan dan kedamaian.

“Tahun ini adalah tahun yang kesekian dan judul sapaannya adalah ‘Apa yang kita harapkan bersama’. Jawaban kita semua tahu di dalam hati kecil kita adalah persaudaraan. Harapannya adalah damai,” katanya.

Menurut Kardinal Suharyo, semua orang tahu antara harapan dan kenyataan itu seringkali berbeda, dan bisa saja jaraknya semakin jauh.

“Kita semua mengharapkan damai. Tetapi perang semakin meluas. Kita semua mengharapkan kesejahteraan tetapi akhir-akhir ini ekonomi dunia susah. Kita membaca setiap hari di koran, saudara-saudara kita banyak yang mengalami PHK, dan berbagai macam kesulitan lain,” terangnya.

Maka dalam situasi semacam, Kardinal Suharyo, pimpinan Gereja Katolik mengajak khususnya dalam kesempatan ini kepada umat Islam untuk membangun harapan. Tujuannya agar antara kenyataan dan cita-cita tidak semakin jauh tetapi semakin dekat.

“Untuk itu kita semua diajak untuk membangun mewujudkan tanda-tanda pengharapan. Dan salah satu tanda yang sangat penting untuk bangsa kita adalah persatuan, kebersamaan seperti yang kita alami dalam miniatur di ruangan ini. Dan yang mempersatukan kita adalah Bu Shinta dengan segala macam kebijaksanaan pengalamannya sebagai Ibu Bangsa. Terima kasih Ibu Shinta, terima kasih para sehabat sekalian, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memeriksa hati kita supaya kita semua dengan peran kita yang berbeda-beda dapat menjadi penabur-penabur pengharapan,” tutupnya.   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *