Kominfo dan KWI Luncurkan Perangko Seri Paus Fransiskus

News1703 Views

Jakarta. Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia tinggal menghitung hari. Bertepatan dengan momen bersejarah ini, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT Pos Indonesia meluncurkan Perangko Khusus bertema Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Launching Perangko Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia diselenggarakan di Plaza Maria Katedral, Jakarta, Senin, 2 September 2024, ditandai dengan penandatanganan sampul hari pertama yang dilakukan secara bersama-sama oleh Kominfo dan PT Pos Indonesia.

“Penerbitan Perangko Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah suatu kehormatan besar bagi Gereja Katolik, khususnya Gereja Katolik di Indonesia,” ujar Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo.

Kardinal Suharyo mengharapkan, perangko khusus ini akan tersebar ke seluruh penjuru tanah air, demikian juga pesan yang ada di baliknya.

“Kita harapkan bukan hanya barang perangko itu yang tersebar, tetapi pesan yang ada di balik perangko itu, yakni kehadiran pemerintah di dalam perkembangan Gereja Katolik di Indonesia mendorong kehadiran Paus Fransiskus sebagai pimpinan Gereja Katolik yang merupakan kehadiran yang ketiga di dalam sejarah,” jelas Kardinal Suharyo yang merupakan inisiator penerbitan perangko ini.

Selain itu, pada perangko tertulis “Faith, Fraternity, Compassion” (Iman, Persaudaraan, Belarasa) yang merupakan cermin dinamika hidup Gereja Katolik di Indonesia. “Kita ingin bertumbuh di dalam iman. Kalau iman itu sejati, kita akan bertumbuh di dalam persaudaraan. Ketika persaudaraan kita sungguh-sungguh sejati, buah atau puncaknya adalah belarasa,” tutur Kardinal Suharyo yang meyakini tema itu tidak hanya berlaku untuk Gereja Katolik Indonesia, tetapi juga untuk seluruh bangsa.

Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, (ketiga dari kanan) menandatangani Perangko Seri Paus Fransiskus disaksikan Direktur Pelayanan Pos Kementerian Komunikasi Indonesia Gunawan Hutagalung (ketiga dari kanan) dan sejumlah tokoh.

Lebih dalam, Kardinal Suharyo mengatakan kunjungan Paus Fransiskus pun dapat menumbuhkan pribadi-pribadi yang makin beriman. “Itulah ciri khas bangsa Indonesia dan buahnya pada persaudaraan yang juga merupakan salah satu nilai yang bukan hanya sangat unggul, tetapi sangat mulia di dalam kehidupan berbangsa. Kita semua berharap agar dinamika itu bermuara pada belarasa, bukan persaudaraan teoretis atau konseptual, tetapi persaudaraan yang sungguh bergerak di dalam tindakan-tindakan nyata supaya semakin dekatlah cita-cita kemerdekaan bangsa kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pos, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kominfo, Gunawan Hutagalung, mengatakan bahwa perangko sebagai duta bangsa memiliki peran penanda sejarah yang penting bagi Indonesia.

Gunawan menjelaskan, penerbitan perangko ini ada landasan hukumnya, karena perangko yang diterbitkan secara seri harus ditetapkan oleh Menkominfo sehingga legal untuk digunakan untuk keperluan perposan maupun filateli. Dengan demikian, Budi Arie Setiadi selaku Menkominfo mengapresiasi usaha ini dalam rangka kunjungan Paus Fransiskus.

Setelah perangko ini terbit, PT Pos Indonesia akan mendistribusikan ke seluruh dunia. Perangko khusus ini akan diberkati pula oleh Paus Fransiskus saat Misa Kudus di Gelora Bung Karno (GBK).

“Kami dari Kominfo mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam penerbitan perangko seri Kunjungan Paus Fransiskus ini,” ujar Dunawan.

Romo Rudi Hani Hartoko, SJ memegang pigura perangko Seri Paus Fransiskus yang akan diletakkan di Musium Misi Gereja Katedral Jakarta.

Persiapan hampir 100%
Dalam kesempatan sama, Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, Ignasius Jonan mengatakan Bapa Suci Paus Fransiskus dijadwalkan akan tiba di Jakarta, Selasa, 3 September 2024, dan persiapan terkait hal itu sudah hampir 100% siap.

“Semuanya sudah full siap, tinggal printilan-printilin (hal-hal kecil)yang memang masih harus kami kombinasikan dan sesuaikan. Yang pasti, kami mengucap syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam persiapan ini, terutama teman-teman kami dari pemerintahan instansi terkait sampai TNI-Polri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan kementerian-kementerian lainnya yang juga ambil bagian dalam persiapan menyambut kedatangan Paus, seperti misalnya Kemkominfo yang ambil bagian dalam penerbitan perangko bekerja sama dengan KWI,” ujar Jonan.

Ia pun menambahkan, “Ini menjadi kenang-kenangan masyarakat Indonesia, bagi pecinta perangko atau filatelis, dan umat Katolik, atas kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia.”

Perangko tersebut akan diedarkan kepada publik dalam bentuk pecahan 3.500 dan 40.000. Adapun lembaran perangko pecahan 3.500 dengan isi 18 perangko dilepas dengan harga Rp 63 ribu per lembarnya.

Dari kiri, Romo Rudi Hani Hartoko, SJ, Ignatius Jonan, Kardinal Ignasius Suharyo dan Gunawan Hutagalung sesaat setelah peluncuran Perangko Seri Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta.

Pada dua kunjungan Paus terdahulu ke Indonesia, PT Pos Indonesia juga menerbitkan perangko seri khusus, yakni pada kunjungan Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989).

Jonan lantas menyampaikan terima kasih dan meminta dukungan doa seluruh masyarakat agar semuanya berjalan lancar.

“Terima kasih atas semua bentuk dukungan, baik itu terkait perizinan, finansial dari banyak pihak, spiritual, dan juga teman-teman media yang turut ambil bagian menyemarakkan kedatangan Paus Fransiskus. Sungguh luar biasa media yang sudah mendaftar sekitar 800-an untuk ikut terlibat dalam acara ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *