Jadi Wajah Terdepan Gereja, Lingkungan Sejukkan Masyarakat

News1703 Views

Bantul. Misa syukur perdana di Lingkungan Stefanus, Paroki St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menandai peresmian lingkungan baru berikut para pengurusnya dilaksanakan di rumah keluarga Muhadi yang beralamat di Niten, Trirenggo Bantul pada Jumat, 25 April 2025.

Lingkungan Stefanus, yang merupakan salah satu bentukan lingkungan baru karena terjadi pemekaran. Pastor Kepala Paroki Santo Yakobus Bantul Rm. Laurentius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr mengatakan, meskipun Stefanus merupakan nama yang telah dikenal sebagai lingkungan lama, tetapi dalam kepengurusan lingkungan pascapemekaran menjadi baru dengan pengurus yang baru.

Lingkungan Stefanus yang lama dimekarkan menjadi dua, salah satunya bernama Lingkungan St. Laurentius.

Misa perdana di Lingkungan Stefanus mengambil tema “Bukan Kamu yang Memilih Aku, tetapi Akulah yang Memilih Kamu” (Yoh. 15:16). Dalam konteks ini Rm. Merdi menjabarkan, menjadi pengurus baru hendaknya dapat melayani sepenuh hati, seperti dikatakan dalam janji bersama dalam pelantikan yang dipimpinnya.

“Ini sesuai dengan situasi sekarang. Pengurus ada untuk melayani umat, apalagi dalam menuju kemandirian dari lingkungan yang baru. Ini sesuai pula dengan semangat dari St. Stefanus sebagai rasul panutan, yang rela berkorban, demi nama Tuhan,” tutur Rm. Merdi.

Pada kesempatan ini, Rm. Merdi melantik dan memberkati kepengurusan lingkungan Stefanus periode 2025 – 2027.

Sementara itu, Saverius Vanni Noviandri selaku Wakil Ketua II Dewan Pastoral Paroki St. Yakobus Bantul menambahkan, pelantikan ini tidak hanya seremonial, tetapi dapat dimaknai secara lebih mendalam. Seperti terungkap dalam janji pada pelantikannya, ada kata tulus hati, penuh tanggung jawab, dan pelayanan suci.

Tulus hati artinya tidak neka-neka atau tanpa syarat, penuh tanggung jawab adalah rela untuk berkorban demi kemajuan lingkungan, sedangkan pelayanan suci dimaknai agar umat dilayani dengan sepenuh hati demi kemajuan umat.

Vanni mengingatkan, lingkungan sebagai wajah terdepan dari Gereja hendaknya dapat memberi warna yang dapat menyejukkan masyarakat umumnya. “Karena lingkungan berhubungan dengan pemerintahan setempat, mulai dari RT, padukuhan, kalurahan, dan seterusnya. Maka,  kebersamaan dalam kehidupan masyarakat majemuk tentu menjadi dasar utama. Kita bisa berkaca dari meninggalnya Paus Franciskus, semua orang merasa kehilangan karena keteladanan dan kebaikan hidupnya tanpa mengenal sekat pembatas dari lintas agama. Semoga hal ini juga menyemangati lingkungan baru kali ini,” papar Vanni.

Selain Vanni, Misa perdana dihadiri juga oleh Sekretaris II DPP Albertus Sri Hascaryo, Bendahara Umum Albertus Donny Irawan, serta para ketua lingkungan lain. Secara simbolis, Rm. Merdi memotong tumpeng dan diberikan kepada Ketua Lingkungan Stefanus yang baru, Gratsias Adhi Hermawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *