Hadiri WYD 2023 dan Disambut Gegap Gempita, Paus Fransiskus Berpesan: “Tuhan Memanggil dengan Namamu …!”

News977 Views

Lisbon, Portugal. Ratusan ribu orang muda dari seluruh penjuru dunia mengibarkan bendera untuk memberikan sambutan meriah kepada Paus Fransiskus pada Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day/WYD) di Lisbon, ibu kota Portugal pada Kamis, 3 Agustus 2023 sebagai tanda dukungan kaum muda untuk pemimpin Gereja Katolik yang telah berusia 86 tahun ini.

Associated Press melaporkan, antusiasme ini tidak terlihat sejak tahun-tahun awal kepausan Bapa Suci Fransiskus yang berusia satu dekade. Para remaja dan dewasa muda memadati taman pusat Kota Lisbon untuk mengikuti upacara pembukaan jambore Katolik ini. Para peziarah berlarian di sampingnya ketika mobil Paus berkeliling di antara kerumunan dan Paus Franiskus menyambut sorak-sorai mereka dengan tersenyum.

Panitia memperkirakan sekitar 500.000 peserta menghadiri upacara pembukaan WYD yang dimeriahkan dengan musik dan tarian di Taman Eduardo VII Lisbon. Angka ini diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat selama beberapa hari mendatang.

Dalam sambutan pada WYD ke-37 ini, Bapa Suci mengingatkan kaum muda dari seluruh dunia bahwa Tuhan memanggil mereka dengan nama masing-masing pula, karena Dia mengasihi setiap orang.

Orang muda Katolik sedunia memanggul salib di Lapangan Lisbon, ibu kota Portugal saat menyambut kehadiran Paus Fransiskus yang meneguhkan kaum muda. (Foto: WYD2023)

Pesta orang muda ini menyajikan kemeriahan yang sungguh menyenangkan. Hal ini dimaksudkan sebagai perayaan iman yang menyajikan ungkapan persatuan dan keragaman Gereja yang menggabungkan tradisi dan modernitas. Sekitar 50 orang muda dari 21 negara yang berbeda menampilkan paduan suara dan orkestra WYD. Tidak hanya itu, banyak musisi lain yang menampilkan budaya Portugis.

Tak kalah penting dalam upacara pembukaan WYD 2023 adalah penampilan koreografi dari lirik musik dalam bahasa isyarat Portugis, yang mendorong partisipasi mereka yang mengalami kesulitan mendengar.

Pada kedatangan Paus Fransiskus ini juga tampil sekelompok anak muda yang membaca surat pilihan yang mewakili ribuan surat yang diterima Paus setiap hari. Surat-surat yang dibacakan adalah yang mewakili atau menyoroti pertanyaan dan keprihatinan kaum muda dari seluruh dunia dari mereka yang meminta saran dan doa untuk keluarga, negara, dan Gereja lokal mereka.

Tak kalah meriah adalah ketika prosesi bendera dari semua negara yang diiringi dengan lagu Um Dia de Sol (Hari yang Cerah), yang digubah oleh Héber Marques khusus untuk acara WYD yang bertema keinginan untuk merayakan iman kepada Yesus ini.

Dalam renungan bacaan Injilnya, Paus Fransiskus dengan hangat menyambut orang-orang muda yang mengikuti WYD dan mengingatkan mereka bahwa Tuhan telah memanggil mereka dengan nama justru karena Dia mengasihi mereka masing-masing.

“Pada Hari Orang Muda Sedunia ini,” kata Paus, “marilah kita saling membantu untuk mengenali realitas mendasar ini: semoga hari-hari ini menjadi gema yang hidup dari panggilan kasih Allah.”

Gereja Kristus, lanjut Paus, adalah “komunitas yang terpanggil”, bukan komunitas orang-orang terbaik. “Sebaliknya, kita semua adalah orang berdosa, semua disebut ‘apa adanya, dengan masalah dan keterbatasan kita’. Kita adalah komunitas saudara dan saudari Yesus, putra dan putri dari Bapa yang sama,” tutur Bapa Suci.

Paus Fransiskus menegaskan, “Ada ruang untuk semua orang di Gereja, yaitu ‘yang muda dan yang tua, yang sehat dan yang sakit, yang benar dan yang berdosa: setiap orang, semuanya, semuanya, semuanya!”

Bapa Suci lantas mengajak semua orang untuk mengikuti kata-katanya, “Semuanya, semuanya, semuanya!”

Perwakilan orang muda Katolik sedunia membacakan surat yang diterima Paus Fransiskus yang memohon dan peneguhan kepadanya. (Foto: WYD2023)

“Tuhan mengasihi kita“

Menegaskan berulang kali bahwa Tuhan mengasihi mereka, Paus mengatakan kepada kaum muda untuk tidak pernah bosan datang kepada Tuhan dengan pertanyaan. “Bertanya itu baik,” katanya, “sering kali lebih baik daripada memberi jawaban, karena yang bertanya tetap gelisah, dan gelisah adalah obat terbaik untuk rutinitas yang dapat ‘membius jiwa’.”

Paus Fransiskus mengajak pria dan wanita muda untuk merenungkan betapa “indahnya” Tuhan mengasihi setiap orang. “Tuhan mencintai kita apa adanya,” ulangnya, “bukan seperti yang kita inginkan atau seperti yang diinginkan masyarakat. Sebaliknya, kita dipanggil dan dikasihi apa adanya dengan kekurangan dan keterbatasan kita, tetapi juga dengan keinginan kita untuk maju dalam hidup. Inilah yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Jangan takut. Beranilah, maju terus mengetahui bahwa kita dicintai.”

Bapa Suci pun kembali mengajak orang-orang muda untuk mengulangi kata-katanya: “Tuhan mencintai kita.”

Seorang pemudi, Maria Seybert, 19, dari Littletown, Colorado, menghadiri Hari Orang Muda Sedunia pertamanya dan tampak terinspirasi oleh nasihat Paus Fransiskus untuk menyebarkan iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *