Ekspresi Cinta kepada Flora dan Fauna

News1356 Views

Bantul. Keluarga Dokter Hewan Katolik St. Fransiskus Asisi DIY Jateng untuk kedua kalinya menyelenggarakan Ibadat dan Pemberkatan Flora dan Fauna di Pendapa Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul, D.I. Yogyakarta pada Sabtu, 11 November 2023.

Ketua Panitia Ibadat dan Pemberkatan Flora dan Fauna, drh. Bernadeta Evi Suhartanti, menjelaskan acara ini dipersembahkan untuk masyarakat pemilik hewan dan tanaman kesayangan.

“Kita menyadari berkat Tuhan sangatlah luas. Berkat yang Dia berikan tidak hanya untuk manusia, tetapi seluruh alam semesta dan seisinya. Dalam ibadat pemberkatan pagi ini, kita merayakan persahabatan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan di sekitar kita serta alam semesta,” tutur Bernadeta.

Acara bertema “Ngrangkul Kewan Kanggo Paseduluran” (Merangkul Hewan untuk Persaudaraan) ini diikuti kurang lebih 180 peserta terdaftar, yang merupakan pemilik tumbuhan dan hewan peliharaan.  “Satu pemilik bisa membawa lebih dari satu ekor hewan, mayoritas adalah pemelihara anjing,” terang drh. Andreas Haryanto, Ketua Keluarga Dokter Hewan Katolik St. Fransiskus Asisi.

Menurut Andreas, hewan yang mereka miliki bukanlah hewan semata, tetapi sudah menjadi bagian anggota dari keluarga. Ini menjadi perhatian para dokter hewan Katolik bahwa anggota keluarga ini juga ciptaan Tuhan yang memerlukan berkat tersendiri.

“Karena tidak hanya hewan, ada beberapa peserta yang membawa tanaman kesayangan, maka kami menamakan acara ini pemberkatan flora dan fauna,” sebut Andreas.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2022, kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta. Panitia pun kewalahan karena baru pertama kali mengadakan. Maka, pada tahun ini panitia mendesain kegiatan sedemikian rupa agar peserta tidak membeludak seperti tahun lalu.

“Tahun ini kami batasi, tidak ada pemeriksaan hewan atau tindakan medis lainnya untuk mengurangi kerumunan setelah ibadat selesai. Jadi, kami hanya mengadakan bakti sosial berupa vaksinasi rabies gratis setelah ibadat selesai,” ungkap Andreas.

Vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan.

Sementara itu, Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr selaku Romo Pendamping Keluarga Dokter Hewan Katolik DIY Jateng menyatakan bahwa penyelenggaraan acara ini adalah untuk membangun kembali persaudaraan dengan ciptaan Tuhan yang dikasihi.

“Kita semua ingin mempersembahkan agar mereka yang disayangi ini sungguh-sungguh menjadi penghiburan, menghadirkan kegembiraan dan sukacita kita sebagai orang-orang yang mencintai ciptaan Tuhan yang diberikan kepada kita,” refleksi Rm. Sugi.

Ia mengaku senang melihat beberapa anjing milik peserta mengenakan pakaian ala seragam sekolah, rok balet, serta pakaian santai untuk jalan-jalan. “Itu menandakan ekspresi cinta kasih yang ingin ditunjukkan kepada ‘saudara-saudara kecil’ yang kita cintai,” ucapnya.

Rm. Sugi acara ini rutin digelar minimal setahun sekali supaya komunitas pencinta hewan dan tumbuhan makin berkembang dan makin mencintai makhluk ciptaan yang ada di sekitar. Kelompok-kelompok pencinta husky siberia, mini pom, chihuahua, dan lain sebagainya diharapkan menjadi komunitas persaudaraan yang baik.

“Saling berbagi informasi, bagaimana menjaga dan menjadikan ‘anak kesayangan’ ini menjadi pribadi yang tetap sehat, apalagi makin bisa bersahabat dengan siapa pun. Ini sebuah upaya untuk menjadikan yang sudah diberikan oleh Tuhan semakin dekat dan baik,” ujar Rm. Sugi.

Konsultasi kesehatan hewan peliharaan kesayangan.

Dikatakannya, semula anjing hanya menjadi penjaga di rumah, tetapi sekarang anjing bahkan menjadi sahabat. Menurut Rm. Sugi, ini merupakan langkah maju mengangkat citra makhluk ciptaan Tuhan dengan menjadi sahabat. “Bukan hanya jadi objek penjaga yang akan menggonggong di depan rumah, tetapi menjadi bagian dari keluarga,” imbuhnya.

Menjelang Pemilu 2024, Rm. Sugi mengingatkan kepada seluruh peserta, apabila upaya cinta ini sudah dilakukan, harapannya antarmanusia jangan sampai saling “menggonggong”, “cakar-cakaran”, atau saling “menggigit”.

“Semoga pesta demokrasi tetap damai. Anjing dan kucing saja bisa diajak berdamai, masa manusia tidak?” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *