Berkat Kesehatan untuk Ketenteraman Para Simbah

Peringatan Hari Kakek Nenek di Gereja St. Petrus Warak

News1236 Views

Sleman. Sebanyak 500 umat usia lanjut dan keluarganya mengikuti Misa Peringatan Hari Kakek Nenek yang diselenggarakan Paroki St. Petrus Warak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu pagi, 20 Juli 2025. Misa dipimpin oleh Rm. Antonius Suprapto, SSCC.

Sebagian besar umat berusia lanjut duduk dengan khidmat di kursi-kursi terdepan, semantara sebagian lain duduk di kursi roda dan bed yang disediakan oleh panitia.

Dalam homilinya, Rm. Anton sebagai romo tamu pada Ekaristi itu, mengutip bacaan Injil tentang Abraham serta kisah tentang Yesus bersama Marta dan Maria.

Abraham sungguh menyambut ketiga tamu dengan roti, madu, susu, dan lembu. Sebagai rasa terima kasih, para tamu mengatakan akan kembali lagi dan Sara yang sudah lansia akan dikaruniai anak laki-laki. Ini sesuai janji Allah kepada Abraham dan Sara.

Tentang Yesus bersama para murid ke rumah Maria dan Marta, Rm. Anton memaparkan, “Kita bisa melihat hal penting dalam hidup ini. Melayani seperti Marta yang melayani ini itu. Atau seperti Maria yang duduk bersimpuh di hadapan Tuhan.”

Umat, kata Rm. Anton, sering kali bingung memilih, ia serupa Marta atau Maria.

“Kedua-keduanya penting dalam hidup kita. Berdoa itu penting, tetapi melayani itu penting. Pelayanan itu memang seperti aksi sosial, tetapi akan makin bermakna ketika menjadi wujud dari doa,” tutur Rm. Anton.

Rm. Antonius Suprapto, SSCC memberikan pengurapan kepada umat.

Demikian doa akan menjadi lebih bermakna saat kita mau memberikan diri kita untuk melayani orang lain, yang berarti juga melayani Yesus. Baik melayani di lingkungan keluarga, di lingkungan, maupun di tengah masyarakat. “Kalau kita mau dekat dengan Tuhan dan mau melayani sesama, Tuhan akan berkenan dan memberkati kita,” lanjut Rm. Anton.

Para kakek nenek yang hadir kemudian mendapat pengurapan dari Rm. Anton dan Pastor Paroki St. Petrus Warak Rm. Yohanes Yunuar, Pr.

Rm. Yunuar mengatakan, Hari Kakek Nenek Sedunia 2025 seharusnya dirayakan pada Minggu, 27 Juli 2025. Namun, karena padatnya kegiatan di paroki, Hari Kakek Nenek diselenggarakan satu pekan lebih awal.

“Perayaan Ekaristi ini dimaksudkan untuk ngaruhke, atau menyapa simbah-simbah kita yang sudah sepuh-sepuh. Perayaan ini memang dijadikan satu supaya mereka bisa hadir bersama anak cucu. Lebih membahagiakan,” tutur Rm. Yunuar.

Tentang pengurapan minyak orang sakit, dijelaskan Rm. Yunuar, adalah untuk menjadi berkat kesehatan untuk ketenteraman bagi simbah-simbah.

Pastor Paroki St. Petrus Warak ini berharap para orang tua, kakek nenek selalu bahagia dan tidak merasa tersingkirkan dan mendapat perhatian. “Kalau kondisi memungkinkan, ajaklah simbah-simbah tetap hadir dalam Misa di gereja,” harapnya.

Di Paroki Warak, para lansia dan orang sakit yang mobilitasnya terbatas dan hanya bisa di rumah, mendapatkan pelayanan menerima komuni dengan didahului ibadat komuni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *