Salatiga. Senin, 21 Oktober 2024, Yayasan Kanisius merayakan hari jadi ke-106. Sejak berdiri pada tahun 1916, Yayasan Kanisius menjadi saksi perjalanan panjang bangsa Indonesia. Melalui suka dan duka, Yayasan Kanisius terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan negeri, terkhusus dalam bidang pendidikan.
Yayasan Kanisius memiliki tiga cabang yang berada di wilayah Jawa Tengah, yaitu Cabang Semarang, Cabang Magelang, dan Cabang Solo. Selain itu, Yayasan Kanisius juga memiliki satu cabang di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Cabang Yogyakarta.
Usia 106 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam rentang waktu tersebut, Yayasan Kanisius telah tumbuh dan berkembang menjadi institusi pendidikan yang solid dan tepercaya. Perjalanan panjang ini tidak lepas dari dedikasi seluruh insan pendidikan yang terlibat, yang dengan penuh semangat berkarya untuk negeri.
Perayaan hari jadi Yayasan Kanisius ke-106 di Cabang Semarang dipusatkan di Gereja Paroki Kristus Raja Semesta Alam Tegalrejo, Salatiga, Jawa Tengah. Perayaan syukur diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin Rm. Ignatius Aria Dewanto, SJ selaku Bendahara Yayasan Kanisius, Rm. Mikael Walidi, MSF selaku Pastor Paroki Kristus Raja Semesta Alam Tegalrejo, dan Rm. Brian Johnathan Laluyan, MSF selaku Vikaris Parokial Paroki Kristus Raja Semesta Alam Tegalrejo.

Misa Syukur dihadiri Rini Kusumawati (Kepala Yayasan Kanisius Cabang Semarang), para pengurus Yayasan Kanisius Pusat, siswa, pendidik, dan tenaga pendidik.
Dalam homilinya, Rm. Aria mengingatkan kembali para pendidik dan tenaga pendidik untuk merefleksikan “Amare et Servire” (“Dalam segala hal mencintai dan melayani Tuhan”). “Pendidikan khas Kanisius didasarkan pada kemurahan hati. Sebagai siswa murah hati untuk mengajari teman yang tertinggal materi pelajaran. Sebagai guru murah hati untuk selalu siap menemani, melayani, dan mendampingi setiap siswanya,” tutur Rm. Aria sembari mengajak umat meneladan Yesus untuk hidup bahagia.
Selain itu, lanjut Rm. Aria, nilai displin juga harus terus ditingkatkan untuk menjadi pribadi dan komunitas yang lebih baik lagi. Ia juga mengingatkan untuk tidak lupa berdoa, menyediakan waktu untuk Tuhan sesibuk apa pun tugas pelayanan yang dijalankan karena doa menjadi kekuatan untuk selalu mencintai dan melayani. Pada akhir homili, Rm. Aria berpesan untuk terus menghidupi “Amare et Servire” sebagai pedoman hidup para guru dan karyawan Yayasan Kanisius.
Usai Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi dengan panampilan dari siswa-siswi sekolah-sekolah Kanisius Rayon Selatan (wilayah Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang). Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan kepada enam pendidik dan tenaga kependidikan yang telah 25 tahun berkarya di Yayasan Kanisius dengan unit kerja wilayah Cabang Semarang.

Keenam pahlawan Kanisius tersebut yakni Bonifasius Kusharyanto (guru SMP Kanisius Pati), Paulus Rahadi (guru SD Kanisius Tlogosari Semarang), Ignatius Suparji (guru SD Kanisius Bedono), Ignatius Sujiyo (tenaga kependidikan SMK SPP Kanisius Ambarawa), Nastiti Sriwidaryati (guru SMA Kanisius Pati), Th. E. Bekti Handayani (SMP Kanisius Weleri). Apresiasi yang diberikan menunjukkan kesetiaan dan loyalitas para guru dan karyawan terhadap Yayasan Kanisius yang meneladan kesetiaan Tuhan Yesus terhadap umat-Nya
Usia 106 tahun adalah sebuah pencapaian yang membanggakan, tetapi bagi Yayasan Kanisius ini bukanlah tujuan akhir, melainkan tonggak sejarah yang menandai perjalanan panjang menuju masa depan yang cerah.
Yayasan Kanisius berkomitmen terus melakukan pembenahan dan inovasi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, baik dalam sumber daya manusia maupun sarana dan prasarananya.
Sesuai dengan tema “Melangkah untuk Kanisius Maju”, Yayasan Kanisius diharapkan dapat terus berkarya membangun masa depan bangsa dan menjadi inspirasi bagi insan pendidikan melalui nilai-nilai Kanisius, yaitu Kedisplinan, Keunggulan, Kepedulian, Kejujuran, dan Kemerdekaan.








