Agar Anak Tidak Takut ke Rumah Sakit

News1644 Views

Bantul. Dulu, Ganjuran adalah nama sebuah kampung kecil yang kurang dikenal, bahkan dapat dikatakan sebagai sebuah kampung terpencil yang kini secara administratif terletak di Kelurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ganjuran—yang sebenarnya bukan nama dusun resmi—berjarak kurang lebih 20 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Yogyakarta.

Tahun 1862, keluarga Schmutzer membangun usaha untuk kesejahteraan rakyat di Ganjuran, yaitu dengan mendirikan pabrik gula, yang kemudian diberi nama Pabrik Gula Gondanglipuro pada tahun 1920. Sekembalinya dari cuti di negeri Belanda, Ny. Schmutzer berkenan membuka poliklinik untuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Tahun 1930, atas saran seorang karyawan, poliklinik ini dikembangkan dan diperluas menjadi rumah sakit yang bertepatan dengan hari ulang tahun Ny. Schmutzer. Ia pun mendirikan rumah sakit dengan nama Rumah Sakit Santa Elisabeth yang diresmikan pada 4 April 1930.

Acara ini diharapkan dapat membentuk suatu memori indah dalam otak anak.

Menyambut ulang tahun yang ke-93, Rumah Sakit Santa Elisabeth memeriahkannya dengan menggelar berbagai macam lomba, salah satunya lomba mewarnai tingkat PAUD, TK, dan SD pada Sabtu, 18 Maret 2023 di kompleks rumah sakit. Semua peserta sangat antusias mengikuti lomba mewarnai. Jendra, salah satu peserta lomba,  mengatakan bahwa gambar sudah disediakan oleh panitia.

Sahati, salah satu orang tua yang mengantarkan anaknya untuk mengikuti lomba, mengetahui adanya perlombaan ini dari istrinya. “Anak saya masih kelas 3 SD dan sudah mempunyai basic mewarnai. Kegemarannya dalam mewarnai dituangkan dalam ekstrakurikuler melukis di sekolahnya,” ujarnya.

Setelah waktu lomba berakhir, peserta mengikuti ice breaking yang dibawakan pembawa acara dan panitia. Ice breaking pertama dipandu oleh Titik yang mengedukasi peserta tentang pentingnya menyikat gigi. Titik memaparkan, “Pertama, menyikat gigi dalam satu hari minimal dua kali sehari, jika lebih dari dua kali itu sangatlah baik. Kedua, gunakan sikat gigi berukuran kecil. Ketiga, cara menggosok gigi yang baik dan benar adalah dengan menempelkan sikat gigi yang sudah ada pasta gigi pada gigi kita dengan gerakan naik turun, bukan ke kanan dan ke kiri. Menggosok gigi dengan teknik ‘bulat, bulat, bulat, bulat, bulat’ sangat dianjurkan.”

Anak-anak yang bersedia maju untuk mempraktikkan cara menyikat gigi dengan benar akan mendapatkan hadiah.

Dalam ice breaking kedua, sembari menunggu hasil pengumuman lomba, anak-anak diajak mengetahui cara mencuci tangan dengan baik dan benar yang dipandu oleh Danis.

“Cara mencuci tangan dengan baik dan benar itu pertama, mulailah mencuci tangan dengan  jari-jari sampai jempol tangan. Ulangi sampai empat kali. Kedua, sewaktu mencuci tangan menggunakan alkohol, waktu yang dibutuhkan adalah 20-30 detik. Ketiga, jika mencuci tangan menggunakan sabun, maka waktu yang dibutuhkan adalah 40-60 detik.”

Sementara itu, Sr. Rosideta CB sebagai salah satu panitia menyebut tema ulang tahun ke-93 RS St. Elisabeth Ganjuran adalah “Menjadi Air Kehidupan dan Berkah”. Beberapa acara yang ikut dilaksanakan adalah jalan sehat dan bakti sosial yang melibatkan warga masyarakat sekitar. Lomba mewarnai sendiri baru diadakan pada tahun ini dengan tujuan agar anak-anak semakin tertarik dan mengenal RS St. Elisabeth yang berada di Ganjuran.

Sr. Rosideta berharap masyakarat dan anak-anak sekitar semakin mengenal RS St. Elisabeth. “Adanya acara ini diharapkan dapat membentuk suatu memori indah dalam otak anak dan anak tidak memiliki ketakutan untuk berkunjung ke rumah sakit. Nilai toleransi juga ditanamkan dalam perlombaan ini, karena mayoritas yang mengikuti perlombaan maupun yang memenangkan merupakan anak-anak di luar agama Katolik. Tidak ada perbedaan dan perlakuan yang berbeda karena semua anak adalah sama,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *