Manggarai Barat. Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus bersilaturahmi ke Polres Manggarai Barat (Mabar) serta mengunjungi para tahanan pada Jumat, 4 April 2025. Uskup Labuan Bajo bersama rombongan melaksanakan ibadat jalan salib dan pelayanan pengakuan bersama para tahanan di Polres Manggarai Barat.
Dalam kunjungan ke tahanan Polres Manggarai Barat ini, Mgr. Maksi didampingi oleh Rm. Fransiskus Nala Kartijo Udu, Pr (Sekretaris Jenderal), Rm. Martinus Wuang Wilian, Pr (Ekonom), Rm. Martinus Tolen Tino, Pr, Rm. Godfridus S. Angkur, Pr, Rm. Kristoforus Ramlino, Pr, dan Rm. Hermenegildus Sanusi, Pr, Sr. Ermelinda Mulia, DSY, beserta panitia Paskah.
Mgr. Maksi disambut Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang dan keluarga besar Polres Manggarai Barat.
Kunjungan ini bertujuan untuk menyebarkan kasih dan semangat iman kepada warga tahanan. Dalam kunjungan ini, Mgr. Maksi disambut dengan sukacita oleh warga binaan di tahanan Polres Manggarai Barat
Di hadapan para tahanan, Mgr. Maksi mengungkapkan, “Kami merasa bersukacita karena bisa bertemu dan mengunjungi sesama saudara kami di sini dan mudah-mudahan menguatkan kita semua. Semoga ini akan menjadi tugas dan pelayanan kemasyarakatan dari para imam dan suster di waktu-waktu yang datang.”
Mgr. Maksi lantas menjelaskan, jalan salib mengajarkan nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan ketekunan, yang dapat menjadi panggilan untuk berempati dan solidaritas sosial dengan penderitaan sesama.
Ibadah jalan salib membantu umat untuk merenung dan memperbaiki diri, meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan, memberikan dukungan moral dan spiritual, membantu menemukan kedamaian batin, serta memberikan motivasi baru untuk menjalani hidup selama berada dalam tahanan.
“Semoga melalui jalan salib ini kita mampu bangkit bersama Kristus dan menjalani hidup tetap dengan semangat meskipun berada di dalam tahanan. Kita harus mampu bangkit bersama Kristus dan menjalani hidup dengan tetap semangat meski berada di dalam tahanan,” tegas Mgr. Maksi.
Kepada AKBP Christian Kadang, Mgr. Maksi menyampaikan terima kasih karena sudah bersama-sama dalam banyak kegiatan, berkoordinasi, bersinergi, dan berkolaborasi. “Teristimewa agar kita bisa sama-sama membangun Manggarai Barat Labuan Bajo ini, sebagai sebuah ladang harapan baru bagi kehidupan. Bukan saja untuk kita di sini, tapi juga untuk NTT, Flores, bahkan mungkin untuk Indonesia Timur sebagai sebuah medan pertumbuhan ekonomi yang baru,” ujar Mgr. Maksi.
Tak lupa, Mgr. Maksi mengapresiasi Polres Manggarai Barat untuk kegiatan sosial dalam rangkaian menyambut Pesta Paskah. Ia juga berterima kasih karena bisa berjumpa dengan para tahanan untuk berdiskusi, sharing, dan berbagi pengalaman bersama. Kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan Keuskupan Labuan Bajo.
AKBP Christian Kadang pun menyatakan kehadiran Uskup Labuan Bajo menjadi suatu kebanggaan bagi Polres Manggarai Barat. “Saya sudah bilang kepada anggota Polres Manggarai Barat bahwa pasti suatu saat Uskup Labuan Bajo akan datang ke Polres kita. Uskup sudah pernah janji mau ke sini. Ternyata janji itu sudah terpenuhi dan hari ini Uskup datang ke lembaga kami,” jelasnya.
Ia pun mengagumi Mgr. Maksi yang sampai mau masuk ke dalam sel walaupun menurut Christian tempat itu sangat kotor dan tidak layak untuk seorang uskup masuk di situ. Namun, Mgr. Maksi dengan kerendahan hati mau masuk dan bergabung dengan para tahanan.
“Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut sehingga meningkatkan moral, iman, serta para tahanan bisa mengevaluasi diri mereka selama berada di dalam sel,” tandasnya.








