Hukum “Pilih Kasih”, Sumber Krisis Keadilan

Pelita624 Views

Berbicara tentang keadilan, Indonesia adalah negara yang dianggap sebagai negara yang krisis akan keadilan. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai sektor kehidupan seperti hukum, ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan lainnya.

Dapat dilihat banyak masyarakat Indonesia merasakan perbedaan, kesenjangan, dan ketidakadilan dalam bernegara sehingga Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak terwujud nyata dalam masyarakatnya.

Keadilan yang diartikan sebagai perlakuan adil bagi seluruh rakyat Indonesia terkadang menjadi sebuah permasalahan yang tidak bisa diatasi oleh negara Indonesia sendiri. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, rempah-rempah, keberagaman hayati, dan budaya sering kali dicap sebagai negara yang sulit menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakatnya.

Keadilan sering kali menjadi sorotan setiap masyarakat yang merasakannya sehingga tidak heran keadilan harus menjadi perhatian bagi setiap orang. Sebagai orang Indonesia, kita harus menyadari bahwa Pancasila sebagai dasar negara kita selama ini kurang mencerminkan apa yang seharusnya terjadi pada negara kita ini.

Di Indonesia sendiri masih banyak sekali kasus ketidakadilan sehingga menjadi sebuah pertanyaan bagi setiap masyarakatnya. Ketidakadilan yang dapat dilihat di Indonesia adalah ketidakadilan terhadap hukum yang berlaku seperti kasus yang baru-baru ini terjadi tentang hukuman bagi mereka yang memelihara hewan yang dilindungi.

Memang, memelihara hewan yang dilindungi sudah diatur dalam Undang-Undang, lantas mengapa hal tersebut menjadi sebuah permasalahan yang besar padahal orang tersebut tidak sengaja menemukan hewan tersebut lalu memeliharanya sedangkan di Indonesia masih banyak kasus-kasus yang jauh lebih berat tetapi tidak diperoses dengan benar? Contohnya, oknum-oknum yang ingin mengubah Undang-Undang demi kepentingan pribadi.

Dari kedua kasus ini dapat dilihat bahwa bangsa Indonesia sedang berada dalam krisis keadilan. Hukum sering kali dianggap sebagai hukum “pilih kasih” sehingga merugikan rakyat kecil. Ketidakadilan yang ada di Indonesia juga dapat dilihat dari masyarakat yang berada di Papua. Masyarakat Papua merasakan bahwa perlakukan bangsa Indonesia sangatlah berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Ketidakadilan yang dapat dilihat dari masyarakat Papua adalah kesenjangan sumber daya alam berupa kegiatan ekonomi. Masyarakat Papua masih merasa pemerintah sering kali kurang memperhatikan mereka, padahal Papua menjadi salah satu sumber penghasilan negara yang sangat besar berkat pertambangan oleh Freeport yang ada di sana.

Bukan hanya itu, masyarakat Papua juga merasa kurang adil ketika pemerintah selalu fokus kepada daerah-daerah yang sudah maju saja, sedangkan Papua menjadi wilayah yang tertinggal. Hal ini dapat dilihat dari akses untuk masuk ke Papua yang sangat sulit sehingga barang-barang dan keperluan yang di sana sangat sulit untuk didapatkan dan tentunya harganya yang sangat mahal.

Pemerintah juga harus menyadari bahwa keadilan di Papua juga belum merata jika dilihat dari sektor pendidikan. Masih banyak sekali anak-anak yang tidak bisa sekolah karena memiliki banyak tantangan dan keterbatasan. Keterbatasan yang dimiliki oleh Papua dalam mewujudkan pendidikan bagi anaknya adalah keterbatasan guru untuk mendidik mereka, minimnya fasilitas yang diberikan oleh para pemerintah, kurangnya motivasi para orang tua dan anak untuk memiliki pendidikan yan tinggi, rendahnya partisispasi mereka yang pedalaman, dan tentunya karena kesenjanagan sosial yang ada di sana.

Melalui hal-hal ini, pemerintah Indonesia hendaknya bergerak dan mendorong keadilan bagi mereka yang membutuhkan keadilan. Melalui adanya akses, fasilitas, dan kebutuhan yang memadai, maka para masyarakat akan antusias untuk menerimanya.

Melalui hal ini juga nisacya terwujudlah keadilan bagi seluruh Indonesia. Banyak sekali kasus-kasus yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia belum mewujudkan keadilan. Dengan demikian, masyarakat mengharapkan bangsa Indonesia bisa mewujudkan sila kelima yang ada dalam dasar negara Indonesia.

Untuk mewujudkan keadilan tersebut, bangsa Indonesia harus mengutamakan kepentingan bersama terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi. Bangsa Indonesia juga harus menghapus hukum pilih kasih sehingga menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Selain itu, bangsa Indonesia juga harus memerhatikan setiap kebutuhan masyarakatnya secara merata sehingga tidak terjadinya kesenjangan antara satu dengan yang lainnya. Melalui hal-hal tersebut, terwujudlah keadilan yang sesuai dengan sila kelima dalam Pancasila.

Terwujudnya sila kelima tersebut tentunya menciptakan masyarakat yang sejahtera serta bermartabat dan akan memudahkan bangsa Indonesia untuk maju menuju tak terbatas.

Redopa Br Sitepu (Mahasiswa STKIP Widya Yuwana Madiun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *