Besok Uskup Perdana Keuskupan Labuan Bajo Ditahbiskan, Ini Agendanya

News1993 Views

Manggarai Barat. Rabu, 30 Oktober 2024, Panitia Tahbisan Uskup Baru Labuan Bajo menggelar konferensi pers yang dihadiri Ketua Pelaksana Tahbisan Uskup Baru Rm. Dominikus Risno Maden, Pr, Vikep Labuan Bajo Rm. Richardus Manggu, Pr, dan Aloisius Lahi yang mewakili pemerintah selaku asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Rm. Risno menyampaikan secara umum ada empat agenda utama dalam rangkaian acara Tahbisan Uskup Perdana Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Pertama, acara penjemputan Uskup Terpilih pada 12 Oktober 2024, mulai dari penerimaan secara adat di Pa‘ang Lembor hingga diterima dalam ibadat meriah di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.

Kedua, Vesper Agung pada Kamis, 31 Oktober 2024, pukul 17.00 WITA, di Gereja Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, yang dipimpin Uskup Denpasar Mgr. Silvester Tung Kiem San, serta pendamping Uskup Terpilih Mgr. Siprianus Hormat (Uskup Ruteng) dan Mgr. Martinus Ewaldus Sedu (Uskup Maumere).

Ketiga, Misa Penahbisan Uskup Perdana Labuan Bajo di Gereja St. Petrus Sernaru pada Jumat, 1 November 2024, pukul 08.30 WITA dengan Uskup Penahbis Bapak Kardinal Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta) dengan pendamping Mgr. Paulus Budi Kleden (Uskup Agung Ende) dan Mgr. Siprianus Hormat.

Keempat, Misa Pontifikal yang dipimpin langsung oleh Mgr. Maksimus Regus bertempat di Gereja Katedral Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Sabtu, 2 November 2024, pukul 08.30 WITA.

Rm. Dominikus Risno Maden, Pr, Rm. Richardus Manggu, Pr, dan Aloisius Lahi. Ajak semua imam, biarawan, biarawati, dan umat tanpa kecuali untuk terlibat dalam tiga agenda puncak tahbisan.

Selain keempat agenda utama tersebut, ada beberapa agenda lain yang telah dilaksanakan.

Pertama, kegiatan katekese umat di 25 paroki dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo pada September hingga Oktober 2024. Kedua, Mgr. Maksimus Regus bersilaturahmi ke Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) Labuan Bajo pada Senin, 14 Oktober 2024 yang disatukan dengan kegiatan sosial karitatif pembagian sembako.

Ketiga, acara adat We’e Mbaru (memasuki rumah) dan Misa pemberkatan rumah Keuskupan Labuan Bajo pada Rabu, 16 Oktober 2024. Keempat, kegiatan ilmiah berupa launching dan bedah tiga buku kenangan Tahbisan Uskup Perdana Labuan Bajo. Kelima, kegiatan ekologis yang dibagi dalam dua bagian besar, yang pertama kegiatan rehabilitas terumbu karang di Pantai Binongko pada Jumat, 25 Oktober yang lalu.

Keenam, kegiatan ekologis kedua yaitu penanaman pohon kenangan keuskupan baru Labuan Bajo dan pohon kenangan uskup perdana Labuan Bajo di sekitar rumah Keuskupan Labuan Bajo.

Ketujuh, Mgr. Maksi mengunjungi umat di salah satu Komunitas Basis Gerejawi (KBG) dalam Kota Labuan Bajo, yakni KBG St. Thomas More, Paroki Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, yang disertai dengan pembagian sembako bagi umat yang membutuhkannya.

Kepanitiaan Tahbisan Uskup Perdana Labuan Bajo yang berjumlah 243 orang ini tidak hanya melibatkan para imam dan biarawan-biarawati, tetapi juga melibatkan umat. Tidak hanya melibatkan pihak Gereja, tetapi juga pihak Pemerintah Daerah Manggarai Barat, sekolah dan perguruan tinggi, swasta, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh lintas agama.

Meskipun personel panitia dan agenda acara tabisan uskup perdana Labuan Bajo begitu banyak, ada satu spirit yang tetap menyatukan panitia dan kepanitiaan, yakni semangat dasar dari logo dan moto Bapak Uskup Mgr. Maksimus Regus, Ut Mundus Salvetur Per Ipsum (Supaya Dunia Diselamatkan oleh-Nya) dari Injil Yohanes 3:17, yang di dalamnya memuat semangat berjalan bersama (Sinodalitas), Gereja yang terbuka (Eklesiologis-inklusivistik), semangat solidaritas bagi kaum rentan, serta semangat ekologis bagi alam ciptaan.

Rm. Risno mengajak semua imam, biarawan, biarawati, dan umat tanpa kecuali untuk terlibat dalam tiga agenda puncak tahbisan, yakni Vesper Agung, Misa Tahbisan, dan Misa Pontifikal. “Mari kita menyambut uskup perdana Keuskupan Labuan Bajo dan keuskupan baru Labuan Bajo dengan sukacita. Prinsipnya, acara tahbisan adalah bersifat terbuka, semua imam, biarawan, biarawati, dan seluruh umat tidak pernah dilarang untuk menghadiri acara ini,” ungkapnya.

“Meski begitu,” lanjutnya, “kita memiliki kapasitas gereja yang terbatas. Khusus Gereja St. Petrus Sernaru, tempat pelaksanaan Misa tahbisan, kapasitasnya hanya bisa menampung tiga ribu umat, maka perlu diatur.“

Oleh karena itu, setiap paroki di Keuskupan Labuan Bajo mengirim dua belas orang undangan, sedangkan Keuskupan Ruteng mengutus enam orang undangan per paroki sehingga tidak ada yang dikecualikan. Penahbisan ini akan dihadiri 44 uskup Indonesia, termasuk Uskup Ruteng dan Uskup Labuan Bajo.

Berkaitan dengan spirit kesederhanaan yang ditunjukkan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia, Rm. Risno menjelaskan, “Uskup terpilih sudah mengingatkan dan mengimbau kepada panitia tahbisan agar kegiatan penahbisan ini dibuat sesederhana mungkin.”

Berkaitan dengan aspek kesederhanaan, hotel tempat menginap para uskup diberi secara gratis oleh pihak hotel sebagai bagian dari dukungan mereka atas penahbisan uskup baru. Dari bandara, semua uskup mengunakan bus untuk menuju hotel.

Selain itu, Mgr. Maksi mengingatkan panitia agar meminimalkan baliho. “Bentuk kesederhanaan yang lain, semua umat setelah Perayaan Ekaristi bersama para imam makan bersama dengan para uskup dengan mengunakan nasi kotak yang sama. Hal ini dilakukan untuk mengikis ruang pembatas antara satu dengan yang lainnya,“ tegas Rm. Risno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *