SMP Kanisius Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta lewat suatu terobosan dan kreativitas yang disebut Gerakan literasi Kanisius Kalasan (GITAR KANSAS) baru saja melaksanakan bedah buku hasil pendampingan terhadap siswa sebagai wujud pembentukan karakter berpikir kritis. Bedah buku ini mengupas dua judul buku, yakni Amor Vincit Omnia dan Tanpa Tempaan Tidak Ada Berlian.
Ini adalah wujud nyata bahwa pendidikan merupakan fondasi dari sebuah bangsa untuk mengupayakan suatu peradaban maju dan berkualitas demi tercapainya pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Pribadi yang unggul memiliki keseimbangan antara pembentukan karakter dan pengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang bersifat dinamis menunjukkan kualitas karakter setiap pribadi. Dengan kualitas karakter yang berkembang secara optimal, maka pencapaian prestasi pun bisa maksimal.

Kurikulum Merdeka mengembangkan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila, yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) berkebinekaan global; 3) bergotong royong; 4) mandiri; 5) bernalar kritis; dan 6) kreatif untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pengembangan karakter pada Kurikulum Merdeka sejalan dengan pengembangan karakter yang dilakukan oleh lembaga pendidikan Katolik yang memperjuangkan penanaman nilai-nilai secara mendalam melalui dinamika pembelajaran yang berlangsung di kelas maupun di luar kelas serta melalui formasi kegiatan yang disiapkan oleh sekolah.
Pendidikan karakter mampu memberikan pendidikan yang utuh dan seimbang antara olah pikir, olah rasa, dan olah kehendak sehingga menjadi salah satu ciri khas dari lembaga pendidikan Katolik di mana pun berada, termasuk yang ada di Keuskupan Agung Semarang (KAS).
SMP Kanisius Kalasan merupakan salah satu sekolah swasta Katolik di bawah naungan yayasan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta dengan tagline “Karakter Hebat, Prestasi Dapat” yang memberikan pendidikan secara utuh, tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan etika dalam proses pembelajaran yang berlangsung dengan menanamkan dan mewujudnyatakan nilai-nilai Kanisius, yaitu unggul, jujur, peduli, disiplin, dan merdeka.
Literasi merupakan kebutuhan dasar dalam belajar dan berkomunikasi yang mendukung terbentuknya pribadi unggul. Dalam proses pembelajaran, literasi menjadi hal yang sangat penting, karena segala hal yang dipelajari oleh peserta didik semuanya memerlukan kompetensi literasi untuk bisa diserap menjadi pengetahuan.
Keterampilan ini akan berkembang maksimal apabila peserta didik berada dalam lingkungan belajar yang literat. Untuk mewujudkan hal ini, sekolah mengadakan GITAR KANSAS (Gerakan Literasi SMP Kanisius Kalasan) yang mendukung peningkatan kemampuan literasi peserta didik sehingga kompetensi pembelajaran 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Collaboration, and Communication) dapat dikuasai.
GITAR KANSAS merupakan sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti peserta didik yang bertujuan agar peserta didik memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

GITAR KANSAS membudayakan membaca dan mengasah bakat menulis setiap peserta didik melalui beberapa tahapan, yaitu kegiatan pembiasaan literasi dilaksanakan setiap hari Senin, dua kali dalam sebulan, kegiatan penjaringan peserta didik untuk kelas literasi, proses editing dan cetak hasil karya peserta didik yang diakhiri dengan panen hasil karya melalui launching dan bedah buku.
Penjaringan kelas literasi itu sendiri terdiri dari dua tahap, antara lain penjaringan tahap pertama dan tahap kedua. Pada penjaringan tahap pertama seluruh peserta didik mendapat pelatihan menulis puisi.
Setelah mendapatkan pelatihan menulis, setiap peserta didik mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri dengan menulis pusi hasil karya sendiri yang dikumpulkan pada tim literasi sekolah. Berdasarkan karya yang dikumpulkan peserta didik, tim literasi melakukan seleksi hasil karya dan terpilih 59 peserta didik yang akan masuk pada tahap selanjutnya.
Pada tahap kedua ini, peserta didik yang terpilih mendapatkan materi pendalaman untuk melakukan revisi hasil karya yang sudah dibuat pada penjaringan tahap pertama. Setiap peserta didik melakukan penajaman puisi yang dibuat dan membuat surat pernyataan keaslian karya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas karya yang dibuat yang akan dipublikasikan.
Tim literasi sekolah kemudian melakukan proses editing terakhir hasil karya peserta didik dengan pendampingan dari tim literasi SMA Kolose De Britto dan mencetak karya menjadi buku. Kegiatan Gitar Kansas tahun 2024 berhasil menerbitkan dua buku dengan judul Amor Vincit Omnia dan Tanpa Tempaan Tidak Ada Berlian. Salah satu judul buku yang diterbitkan, yaitu Amor Vincit Omnia, berhasil mendapatkan ISBN (International Standar Books Number) dan tercatat di Perpustakaan Nasional.
Puncak acara kegiatan GITAR KANSAS adalah launching serta bedah buku Amor Vincit Omnia dan Tanpa Tempaan Tidak Ada Berlian pada 9 Juli 2024. Kegiatan ini menjadi hal penting dalam upaya membangun budaya literasi yang kuat di kalangan peserta didik serta memberi apresiasi peserta didik atas karya yang sudah dihasilkan.
Selain itu, GITAR KANSAS membuat peserta didik mampu mengolah pikiran dan rasa dalam mendalami makna dari setiap perjumpaan, relasi, dan pengalaman nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini pada akhirnya dapat meningkatkan pencapaian prestasi akademik peserta didik.
Heffi Widyaningrum, S.Pd.Si (Guru SMP Kanisius Kalasan)








