Magelang. Rabu pagi, 26 Maret 2024, siswa-siswi SD Kanisius (SDK) Kenalan Magelang antusias mengikuti kegiatan Tilik Orang Sakit dan Jompo (TOSPO). Kegiatan rutin ini dilaksanakan dalam masa Prapaskah yang diikuti siswa-siswi kelas satu sampai lima dengan dibimbing oleh guru dan perwakilan orang tua siswa.
Benidektus Wahyu, guru pendamping kegiatan TOSPO, memaparkan latar belakang kegiatan TOSPO. Inti kegiatan ini adalah memberikan bantuan kepada sesama, khususnya lansia yang membutuhkan. Di sisi lain, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian siswa-siswi kepada orang yang lebih tua serta orang yang membutuhkan bantuan.
“Dengan adanya kegiatan TOSPO, kami berharap sedari kecil anak-anak memiliki kepekaan sosial, khususnya kepada orang yang lebih tua,” ujar Wahyu.
SDK Kenalan membagi anak-anak ke dalam kelompok kecil dengan didampingi oleh guru dan perwakilan orang tua siswa dengan tujuan menjembatani pihak sekolah ke pihak warga. Bantuan paket sembako dirasakan sangat berarti dari pihak warga.

Kegiatan dimulai dengan jalan ke rumah-rumah warga. Di sana, siswa belajar untuk mengembangkan jiwa komunikasi dengan izin berkunjung. Uniknya, siswa-siswi ini fasih berbahasa Jawa krama.
Dengan bimbingan guru, siswa melakukan wawancara singkat terkait keadaan warga. Bentuk lain kepekaan siswa berupa kerja bakti halaman sekitar rumah warga yang mereka kunjungi. Kegiatan tersebut memberikan upaya penghidupan pemikiran, gerak, dan kepedulian siswa.
Sebelum berpamitan, siswa-siswi memimpin doa bersama, menandakan jiwa keagamaan pun diajarkan SDK Kenalan dengan sangat memadai. Unggah-ungguh (tata krama, sopan santun) yang diajarkan sangat melekat dalam pikiran dan perlakuan siswa-siswi. Hal ini tampak dalam cara berpamitan yang ditutup dengan salaman dan cium tangan.
“Sebagai orang tua, Simbah bangga dengan adanya kegiatan positif yang diberikan kepada anak-anak,” ungkap Mudi yang bersama Kromo merasakan bentuk kepedulian anak-anak SDK Kenalan.








