Tertunda 17 Tahun, Gereja Santo Petrus Kuroboyo Akhirnya Diberkati

News1580 Views

Bantul. Lingkungan St. Petrus Kuroboyo, Wilayah St. Albertus Gunturgeni, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempunyai sebuah gereja bersejarah, yakni Gereja Santo Petrus Kuroboyo.

Gereja ini berawal dari sebuah rumah kecil berukuran 4×6 meter yang berdiri sejak tahun 1949 dan menjadi persinggahan Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ dalam karya pelayanannya di Paroki Ganjuran.

“Tempat ini kemudian menjadi sarana perjumpaan umat Katolik di sekitarnya untuk saling menyapa dan meneguhkan iman kepercayaan mereka,” terang Fidelis Pasaribu, Ketua Pembangunan Gereja Santo Petrus Kuroboyo.

Sejak direnovasi total pada tahun 2002, gereja ini sempat direncanakan diberkati Mgr. Johannes Pujasumarta bersama dengan Gereja Santo Simon Gunturgeni pada 16 Maret 2008 tetapi tertunda.

Akhirnya, Gereja Santo Petrus Kuroboyo diberkati Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr selaku Pastor Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Minggu, 6 Juli 2025.

Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr menandatangani prasasti pemberkatan dan peresmian Gereja Santo Petrus Kuroboyo.

“Umat Lingkungan St. Petrus Kuroboyo memohon kepada Allah Yang Maha Kasih agar pemberkatan gereja ini semakin menumbuhkan dan meningkatkan semangat hidup menggereja serta dimampukan untuk terus menimba spiritualitas Santo Petrus,” ungkap Fidelis.

Selanjutnya, Rm. Sugihartanto menyatakan kasih Tuhan telah dilimpahkan karena sesudah 17 tahun gereja ini secara khusus baru disucikan untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

“Bukan hanya sebagai genap-genap, bukan hanya sebagai pemenuhan jadwal, tetapi sungguh-sungguh karena kita ingin menjadikan rumah ini sebagai tempat  Allah bekerja melalui umat-Nya dan semakin mendekatkan diri umat kepada Tuhan dengan pujian dan sembah,” tutur Rm. Sugihartanto.

Ia kemudian menceritakan, rumah kecil cikal bakal Gereja Santo Petrus Kuroboyo yang berdiri di atas tanah milik Maria Wongsodimejo, nenek dari Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ-Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, menjadi tempat banyak orang sering berkumpul.

Ini menunjukkan Gereja memang tumbuh dan berkembang dari pertemuan dan perjumpaan orang-orang beriman dengan gembalanya.

Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr memberikan potongan tumpeng kepada Aloysius Salbi didampingi F.X. Ari Setiawan.

“Dari situ kita sadari bahwa Gereja bukan hanya bangunan, tetapi yang penting adalah kehidupan iman jemaat yang akan beraktivitas, berdinamika, berkorelasi dengan Tuhan dan sesama orang beriman. Buah dari relasinya dengan Tuhan dan dalam kesatuannya dengan umat beriman, akan berbuah dalam kehidupan di tengah masyarakat,” ujar Rm. Sugihartanto.

Berikutnya, Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki HKTY Ganjuran sekaligus anggota Pengurus Gereja dan Papa Miskin (PGPM) F.X. Ari Setiawan menyebut Wilayah Gunturgeni yang memiliki tiga lingkungan ini paling istimewa di Paroki Ganjuran.

Secara geografis paling paling luas dari dua belas wilayah yang lain. Masing-masing lingkungan memiliki kapel atau gereja.

“Ini satu kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang besar. Karena kapel ini adalah rumah Tuhan, bukan sekadar rumah tinggal sebuah keluarga. Tempat perjumpaan antara umat Kristiani dengan Tuhan sang sumber hidup sejati,” tegas Ari.

Ia pun mengingatkan perlunya kerja sama yang baik antara pengurus lingkungan, pengurus wilayah, PGPM, para pemerhati, maupun para donatur yang berkenan terlibat demi kelangsungan kapel-kapel ini.

Perlunya kerja sama yang baik antara pengurus lingkungan, pengurus wilayah, PGPM, para pemerhati, maupun para donatur yang berkenan terlibat demi kelangsungan Gereja Santo Petrus Kuroboyo.

“Kami berharap ke depan kapel atau gereja ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, sebuah kewajiban umat untuk hadir pada hari Minggu saat ada Misa, tapi sungguh menjadikan tempat ini sebagai kebutuhan umat untuk berjumpa dengan Tuhan, bukan kewajiban,” ucap Ari.

Terkait salah satu fokus pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS), yakni Formasi Iman Berjenjang dan Berkelanjutan (FIBB), menurut Ari, Gereja Santo Petrus Kuroboyo bisa menjadi salah satu sarana pendampingan iman dari usia dini sampai usia lanjut.

Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, S.E. yang hadir dalam Perayaan Ekaristi Pemberkatan Gereja Santo Petrus Kuroboyo menyampaikan, “Dengan selesainya pembangunan dan pemberkatan gereja ini, semoga umat Lingkungan Santo Petrus Kuraboyo semakin dikuatkan dalam iman, semakin bersatu dalam kasih, dan semakin aktif dalam pelayanan sosial bagi masyarakat yang luas.”

Wanita yang akrab disapa Ndari ini lantas mengajak seluruh umat untuk merawat gereja ini dan mengisinya dengan kegiatan yang mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Aloysius Salbi, Ketua Wilayah St. Albertus Gunturgeni, mengatakan peresmian Gereja Santo Petrus Kuroboyo merupakan sebuah penantian yang begitu lama. “Walau pada hari ini telah resmi menjadi tempat ibadah yang terberkati, tetapi sebelumnya sudah memberikan berkat kepada siapa saja dan apa saja. Namun, saya harapkan (ke depan memberikan berkat) lebih daripada yang kemarin-kemarin,” tutur Salbi.

Willy Putranta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *