Persembahan Doa dan Gerakan Nyata dalam Merawat Bumi

Novena Laudato Si’ Periode ke-1: Bumi Rumah Bersama

News2032 Views

Kulon Progo. Gereja Bunda Maria Penasihat Baik Wates menjadi saksi dimulainya Novena Laudato Si’, sebuah rangkaian peziarahan rohani yang berfokus pada keutuhan ciptaan dan panggilan pertobatan ekologis bagi umat Katolik.

Acara yang berlangusng pada Minggu, 9 Februari 2025 ini diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin Antonius Riyanto selaku master of ceremony, diikuti dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Keuskupan Agung Semarang yang dinyanyikan kor Laudate Dominum.

Rm. Adolfus Suratmo, Pr selaku moderator yang juga Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Keutuhan Ciptaan (KKPKC) Yogyakarta Barat menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.

“Mari melakukan pertobatan ekologis dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konsumsi makanan, penggunaan air, hingga cara memperlakukan lingkungan,” ajaknya.

Sebagai narasumber utama, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Barat Rm. Alfonsus Rodriguez Yudono Suwondo, Pr mengajak umat untuk melihat perjalanan ini sebagai bagian dari panggilan iman. Dalam pemaparannya, ia mengutip ensiklik Laudato Si’, yang menekankan pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama dan mempertanyakan warisan lingkungan yang akan diberikan kepada generasi mendatang.

Rm. Adolfus Suratmo, Pr. Perubahan pola pikir penting dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.

“Krisis ekologis yang semakin nyata memerlukan respons konkret dari setiap individu dengan memperlambat ritme hidup dan merenungkan keindahan ciptaan Tuhan,” tuturnya.

Perayaan Ekaristi yang menjadi puncak acara dipimpin Rm. Suwondo sebagai selebran utama didampingi Rm. A. Hendri Atmoko, Pr, Rm. Y. Sunaryadi, Pr, dan Rm. Suratmo.

Rm. Suwondo juga mengajak umat untuk senantiasa memiliki rasa kagum terhadap karya Tuhan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perjumpaan dengan sesama. “Kekaguman yang mendalam terhadap ciptaan akan melahirkan kesediaan untuk mewartakan kasih Allah kepada dunia,” tegasnya. 

Sebagai bagian dari perjalanan panjang Novena Laudato Si’, umat diajak untuk terus berproses dalam memahami dan menerapkan ekologi integral dalam kehidupan. Novena ke-2 akan dilaksanakan pada 9 Maret 2025 di Taman Doa Maria Dhamparing Kawicaksanan Ngembesan, Kapanewon Turi, Sleman. Sedangkan perayaan puncak digelar di Gua Maria Sendangsono pada Oktober 2025.

Pada akhir acara secara simbolis diberikan bibit tanaman kepada Agustinus Endro, perwakilan dari Gereja Bunda Maria Penasihat Baik Wates, dan Agustinus Tri Hartono, perwakilan dari Taman Doa Maria Dhamparing Kawicaksanan Ngembesan, yang nantinya akan dilakukan penghijauan dengan menanam sekitar 6.000 pohon di area taman doa yang berada di Kevikepan Yogyakarta Barat.

Dengan penuh harapan, Novena Laudato Si’ dapat menjadi persembahan doa dan gerakan nyata bagi umat dalam merawat bumi sebagai rumah bersama, sebagaimana diwartakan dalam Ensiklik Laudato Si’ oleh Paus Fransiskus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *