Persaudaraan yang Solid, Kunci Keberhasilan Sebuah Pelayanan

News1412 Views

Ngada. Congregatio Sanctissimi Redemptoris (CSsR) atau yang dikenal dengan Redemptoris adalah salah satu kongregasi misi yang didirikan oleh St. Alfonsus Maria de Liguori di Scala, Italia, sebuah kota kecil dekat Napoli.

St. Alfonsus Maria de Liguori mendirikan kongregasi imam ini pada tahun 1732. Kongregasi ini berkarya di beberapa negara, termasuk Indonesia dan berpusat di Sumba, Keuskupan Weetebula.

Anggota Kongregasi Redemptoris Provinsi Indonesia tersebar dan berkarya di beberapa Keuskupan di Indonesia, termasuk Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Labuan Bajo.

Sebuah spirit yang terus bertumbuh dan senantiasa digerakkan oleh Roh Kudus selalu keluar dari situasi diri yang siap dalam berbagai aspek di tempat karya juga karena keterbukaan pada Karya Roh Kudus.

Untuk maksud itulah anggota komunitas Redemptoris Daratan Flores dan Lembata yang berkarya di Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Labuan Bajo menjalankan tiga hari retret di Rumah Retret Tabor Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada Selasa – Jumat, 05 – 08 Agustus 2025.

Dengan tema kecil “Kembali ke Akar Panggilan Kongregasi Redemptoris”, mereka merenungkan Kitab Suci dan mendalami kembali spirit kongregasi yang telah ditanamkan oleh St. Alfonsus Maria de Liguori sebagai pijak misi anggota kongregasi.

Tiga poin besar yang didalami selama tiga hari di Tabor bersama Rm. Thomas Wungo, CSsR sebagai pendamping retret adalah semangat pastoral, kesederhanaan, dan persaudaraan yang solid. Semangat pelayanan pastoral sebagai jalan bagi imam untuk menemukan Kristus Sang Penebus dalam diri orang yang dilayani senantiasa menguatkan dalam panggilan.

“Kesederhanaan mesti terpancar dengan meninggalkan segala hal yang mengikat dan mengganggu, lalu pergi dengan hati yang sederhana membawa Kristus Sang Penebus untuk dikenal dan dialami oleh orang-orang kecil,” tutur Rm. Thomas.

Selain itu, ditekankan bahwa keberhasilan sebuah pelayanan selalu berangkat dan keluar dari komunitas persaudaraan yang solid. Titik pijak tiga poin itu berangkat dari kisah penolakan Yesus di tempat asalnya dan perjalanan dua murid ke Emaus.

Retret ini senantiasa membawa pembaruan semangat untuk karya-karya para Redemptoris di tiga keuskupan di daratan Flores tempat mereka berkarya. Doa dan dukungan dari semua umat Katolik diharapkan senantiasa menyertai semua anggota Kongregasi Redemptoris Indonesia.

Vinsen Patno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *