Perbedaan Gereja Tak Halangi Jalankan Misi Kristus

Ibadat Ekumene di Gereja Kristus Raja Baciro

News1265 Views

Yogyakarta. Dalam suasana doa yang khidmat, umat Kristiani dari berbagai denominasi berkumpul dalam ibadat ekumene yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Januari 2026, di Gereja Katolik Kristus Raja Baciro, Yogyakarta. Ibadat ini menjadi bagian dari perayaan Pekan Doa Sedunia dan menjadi ungkapan iman bersama menuju persatuan.

Tema yang diangkat dalam Pekan Doa Sedunia 2026 ialah, “Satu Tubuh dan Satu Roh, Sebagaimana Kamu Telah Dipanggil kepada Satu Pengharapan yang Terkandung dalam Panggilanmu” (Ef. 4:4). Tema tersebut menegaskan panggilan persatuan umat Kristiani di tengah realitas Gereja yang hidup dalam keberagaman tradisi dan denominasi.

Rm. Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr, Pastor Paroki Kristus Raja Baciro yang akrab disapa Rm. Aan, menjelaskan tema ini secara universal mengajak umat untuk kembali menyadari bahwa perbedaan tradisi Gereja tidak menghalangi iman panggilan untuk berjalan bersama sebagai satu tubuh dalam Kristus.

Didahului dengan doa Rosario pukul 17.00, ibadat ekumene dimulai pukul 18.00. Terlibat dalam ibadat ini setidaknya sebelas pastor (romo) yang bertugas di Kevikepan Yogyakarta Timur dan sebelas pendeta di Gereja Kristen sekitar Baciro, serta umat dari berbagai latar belakang Gereja.

Sebanyak 980 orang hadir dalam ibadat ini, di antaranya dari wilayah Ambarrukmo, Baciro, Gondokusuman, Kemetiran, Jetis, Pugeran, dan Sawokembar. Sementara itu, lebih dari 1.000 umat lainnya berpartisipasi melalui siaran live streaming.

Seluruh doa dan pujian dilantunkan bersama sebagai tanda keterbukaan dan persaudaraan dalam iman Kristiani. Keterlibatan penari (pengiring perarakan masuk) dan berbagai paduan suara serta pemusik lintas Gereja dalam ibadat ini semakin menambah kekhidmatan dan menjadi simbol keindahan kebersamaan dalam keberagaman.

Ibadat berlangsung dengan suasana khidmat dan semarak berkat pelayanan musik dan paduan suara dari berbagai kelompok. Grup Yohanes Rovi Candra Permana dan Andrew Syahputra dari Paroki Baciro, Kor Nada Surgawi Paroki Baciro, grup vokal BODA Integrity Voice dari SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Paduan Suara Anak Soli Gracia GKJ Gondokusuman, serta Paduan Suara Vox Filiorum Dei dari Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran turut memeriahkan perayaan doa bersama tersebut.

Dalam homilinya, Rm. Aan bersama Pdt. Seno Adi Nugroho menekankan bahwa iman Kristiani tidak boleh berhenti pada pengakuan dan simbol semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Keduanya menegaskan bahwa perbedaan Gereja tidak menghalangi umat Kristiani untuk bersama-sama menjalankan misi Kristus, khususnya dalam menghadirkan perdamaian dan harapan bagi dunia.

Romo Aan mengungkapkan, Paroki Kristus Raja Baciro sebagai tuan rumah kegiatan puncak Pekan Doa Sedunia 2026 wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan serangkaian kegiatan. Rangkaian kegiatan dalam Pekan Doa Sedunia yang diadakan di Baciro kali ini meliputi tiga bagian, yaitu refleksi atau studi, selebrasi, dan dilanjutkan dengan aksi.

Refleksi untuk mengawali Pekan Doa Sedunia diadakan melalui Seminar Ekumenisme, yang bertujuan agar umat awam mengetahui maksud dan tujuan dari gerakan ekumenisme ini. Seminar telah berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026 di Panti Gereja Kristus Raja Baciro, dengan narasumber Rm. Dr. Martinus Joko Lelono, Pr., M.Hum. dan Pendeta Dr. Jozef M. N. Hehanussa, M.Th.

Selebrasi atau perayaan yang terwujud dalam ibadat terlaksana pada Rabu, 21 Januari 2026. Bakti sosial untuk Panti Asuhan-Sekolah Luar Biasa Helen Keller Yogyakarta segera terlaksana dalam beberapa hari ke depan.

Dengan rangkaian kegiatan Pekan Doa Sedunia ini, Rm. Aan berharap bahwa umat, terkhusus di Paroki Baciro, semakin mengenal gerakan ekumenis, yakni meskipun cara berdoa antarumat berbeda, tetapi persatuan umat Kristiani adalah sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat.

“Kita umat beriman, seharusnya menyadari bahwa Tuhan menghendaki kesatuan dan mengusahakan kesatuan umat itu. Dialog dan semangat berdoa bersama menjadi sebuah langkah awal baik dan nyata untuk menepis perbedaan dan friksi dalam kehidupan kita. Dari situ diharapkan semangat kesatuan akan semakin dihayati dan terwujud dalam kehidupan nyata, kehidupan bertetangga, tidak hanya dengan umat Kristiani saja, namun juga dengan umat beragama lain,” pungkas Rm. Aan.

Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., turut hadir dan memberikan kesaksian iman dalam perayaan tersebut. Ia mengisahkan pengalamannya saat menghadapi demonstrasi besar di Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2025. Dalam situasi penuh tekanan dan keterbatasan informasi, ia mengaku mengandalkan doa sebagai sumber kekuatan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. “Di tengah ketidaktahuan saya, saya bersandar kepada Dia yang Mahatahu,” ujarnya.

Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani merupakan perayaan doa tahunan yang telah berlangsung di berbagai Gereja di seluruh dunia sejak 1908. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menjaga persatuan iman kepada Yesus Kristus, meskipun Gereja Kristen telah mengalami perpecahan dalam perjalanan sejarahnya. Semangat persatuan dalam iman inilah yang terus dihidupi dan diwariskan melalui perayaan PDS dari tahun ke tahun.

Perayaan PDS 2026 di Baciro merupakan hasil kerja sama antara Gereja Kristus Raja Baciro, Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Yogyakarta Timur, serta Badan Kerja Sama Antar Denominasi Kristen (BKSADK) Yogyakarta. Kolaborasi lintas Gereja ini menjadi penanda kuatnya semangat ekumenisme yang terus dijaga di Yogyakarta.

Maria Satya Rani, Rm. Martinus Joko Lelono, Pr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *