Minggu, 24 Agustus 2025 pagi sejumlah pamong Padukuhan Wonorejo dan Ponggol, Hargobinangun, Pakem, DIY melakukan doa di Mbok Turah di Omah Petroek, Karangklethak di dusun tersebut. Doa ini adalah sebagi permohonan kepada Allah yang Mahakuasa agar acara Merti Dusun Berkah Mili di Padukuhan ini bisa berjalah lancar.
Warga Padukuhan Wonorejo-Ponggol yang di lereng Gunung Merapi ini menganut Agama Islam, Katolik dan Kristen, dan sudah menjadi tradisi bila ada kegiatan yang melibatkan banyak warga maka doa pun dilakukan bergantian. Maka sebagai wujud toleransi dan keberagaman doa di Mbok Turah pun di daraskan secara Katolik dan Islam.
Doa secara Islam dipimpin oleh Takmir Masjid Baitul Makmur Wonorejo sekaligus sebagai ketua RT. Sementara Slamet Riyadi, memimpin doa secara Katolik dan sebelumnya Monika Esti memberikan pengantar sebelum doa itu.
“Mari kita berdoa di tempat ini untuk memohon kepada Tuhan Allah yang Maha Kuasa di tempat Mbok Turah atau Nyai Sekar Niti ini, sebagai sesepuh yang mengayomi Warga Padukuhan Wonorejo-Ponggol, doa akan dipimpin secara Katolik dan Islam. Waktu saya persilakan,” kata Esti Dukuh Wonorejo pagi itu.
Selesai berdoa mereka kemudian Kembali ke Pendapa padukuhan untuk melakukan acara selanjutnya yakni Kirab Merti Dusun Berkah Mili. Untuk pesan Merti dusun tahun 2025 adalah “Guyub Rukun Mbangun Dusun, Memetri Lestaring Bumi” (Bersama-sama membangun Desa, Mengusahakan Kelestarian Bumi).
Maka sebagai wujud dari tagline ini kegiatan Merti Dusun ini pun beraneka ragam. Mulai dari bersih lingkungan, bersih sungai, nyekar leluhur, Misa, Pengajian dan puncaknya adalah kirab hasil bumi, kirab bregada dan sendratari. Acaranya pun berjalan meriah, dihadiri para tokoh pemerintahan setempat juga Romo Paroki Maria Assumpta Pakem, Romo Yohanes Sigit Haryanto, Pr.








