OSIS SMKS Stella Maris Labuan Bajo Galang Donasi bagi Korban Letusan Gunung Lewotobi

News1364 Views

Manggarai Barat. Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa duka hingga ke Kabupaten Manggarai Barat. Persaudaraan yang tak terputus membuat gerakan-gerakan pengalangan hingga bala bantuan ke lokasi terdampak letusan tersebut.

Kamis, 7 November 2024, suasana di SMKS Stella Maris Labuan Bajo menjadi riuh oleh para siswa pengurus OSIS yang membawa kotak amal ke ruang guru dan ruang kelas. Kotak amal tersebut bertuliskan “Pray for Lewotobi”.

Ketika salah seorang guru bertanya kepada salah satu pengurus OSIS yang masuk ke dalam kelas tentang kotak ini, siswi bernama Angun menjawab, “Pak, ini kotak amal. Mari kita membantu saudara dan saudari kita yang menjadi korban akibat erupsi Gunung Lewotobi.”

Kepala SMKS Stella Maris, Rm. Ignasius Azavedo Viares, Pr. Luka Lewotobi adalah luka bersama.

Pembina OSIS SMKS Stella Maris Labuan Bajo Ambrosius Rudy Jehanat menyampaikan kegiatan ini merupakan suatu bentuk keprihatinan dari SMKS Stella Maris Labuan Bajo untuk membantu meringankan beban para korban letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Selain itu, bantuan ini sebagai bagian dari kepedulian siswa dan siswi, para guru, serta lembaga untuk menolong korban bencana. “Semoga yang kami berikan ini dapat membantu dan meringankan sedikit beban dari para korban yang terkena musibah akibat letusan Gunung Lewotobi,” ungkap Rudy.

Sementara Kepala SMKS Stella Maris, Rm. Ignasius Azavedo Viares, Pr menyatakan kegiatan amal yang diinisiasi oleh OSIS adalah bentuk kepedulian dan keprihatinan. “Pada hari ini, kami keluarga besar SMK Stella Maris Labuan Bajo, terlebih khusus OSIS SMKS Stella Maris Labuan Bajo, bergerak bersama untuk meringankan derita dari saudara-saudari kita di Larantuka, Flores Timur, terlebih khusus saudara-saudari yang terdampak lebih besar dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi beberapa hari yang lalu di Larantuka, Flores Timur,” tuturnya.

“Kita bergerak bersama dari OSIS, siswa-siswi, kemudian bapak dan ibu guru untuk secara bersama bergerak dalam solidaritas kasih untuk saudara-saudari kita di Larantuka,” sambung Rm. Ignas. “Mudah-mudahan ada banyak orang tergerak hatinya untuk bisa meringankan beban dan derita dari saudara-saudari kita di Larantuka. Luka Lewotobi adalah luka kita bersama dan kita dipanggil secara khusus untuk mengambil bagian dalam luka dan derita ini. Oleh karena itu, ajakan bagi kita semua, mari kita berdonasi, kita berdoa, kita berderma untuk saudara-saudari kita di Larantuka. Tuan Deo memberkati kita semua.”

Sumbangan ini akan diteruskan ke Keuskupan Labuan Bajo yang kemudian membawanya ke Larantuka, Flores Timur.

Bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-laki telah menyebabkan 2.734 kepala keluarga atau sekitar 10.295 jiwa terpaksa mengungsi, sepuluh orang dilaporkan meninggal dunia, dan kerugian materi masih dalam tahap pendataan. Pemerintah pun menaikkan status tanggap darurat bencana sehingga status gunung api ini dinaikkan dari level III siaga menjadi IV awas pada 3 November 2024.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki juga diimbau untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, serta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat dan tidak memercayai isu-isu yang sumbernya tidak jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *