Puncta 12 Mei 2024
Minggu Paskah VII
Yohanes 17: 11b-19
SEMALAM dua orang muda-mudi pesepeda dari Jerman singgah bermalam di Cawas. Mereka kemalaman, ingin menginap di Gereja. Mereka bertanya kepada beberapa warga yang ditemui di pasar, dimana ada gereja. Warga membawanya ke Gereja Katolik.
Saya memperkenalkan diri dan menawari mereka tumpangan. Tetapi mereka menolak dengan berterima kasih. Mereka hanya ingin diperbolehkan membuat tenda untuk beristirahat semalam. Saya hantar mereka di Taman Doa, dan mereka mendirikan tenda di sana.
Hidup ini ibarat seorang musafir yang sedang mengadakan perjalanan. Asal dan tujuan kita adalah rumah Bapa di sorga. Kita semua akan kembali kepada-Nya.
Orang Jawa menggambarkan hidup itu seperti orang yang hanya singgah sebentar untuk minum setegukan. “Urip kuwi ibarate mung mampir ngombe.”
Yesus mengatakan dalam doa-Nya kepada Bapa tentang asal tujuan manusia. “Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.”
Maka Yesus berdoa agar Bapa menjaga mereka sama seperti Yesus telah menjaga kita, karena kita berasal dari Bapa, bukan dari dunia ini.
Kawanan domba ini telah dijaga dan dipelihara oleh Yesus sebagai Gembala yang utama. Sekarang Yesus akan kembali kepada Bapa, maka Dia menyerahkan pemeliharaan domba-domba kawanan-Nya kepada Bapa.
Yesus menjaga kita dengan memberikan Firman Allah agar kita selalu berada dalam kebenaran, karena Firman Allah adalah kebenaran. Untuk dapat menerima Firman Allah kita semua harus dikuduskan. Maka Yesus memohon untuk kita, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran.”
Hidup yang hanya sementara dan sesaat ini harus diarahkan kepada kekudusan dan kebenaran. Tidak ada yang akan kita bawa kembali kepada Bapa kecuali hidup kudus dalam kebenaran.
Itulah sebabnya raja-raja Mesir, Firaun membawa emas dan perak serta harta karun yang mahal di dalam makamnya untuk bekal perjalanan abadinya.
Begitu juga Alexander Agung, raja paling terkenal di Makedonia yang berhasil menguasai Balkan sampai wilayah India mati dalam usia 32 tahun. Ia membangun makamnya dengan harta karun untuk kehidupan abadinya.
Emas, perak, harta dunia dengan segala kemegahannya tidak akan dibawa dan tertinggal di makam raja-raja. Hanya nama baik, hidup dalam kekudusan dan kebenaran itulah bekal perjalanan abadi.
Yesus mendoakan bagi kita semua, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka semua menjadi satu sama seperti kita.”
Semoga kita semua nanti bersatu kembali kepada Bapa di sorga. Amin
Apa gunanya berebut harta,
Waktu mati tak akan dibawa.
Hidup hanyalah sementara,
Kita akan kembali kepada-Nya.
Cawas, hiduplah dalam kekudusan
Rm. A. Joko Purwanto, Pr








