Bantul. Dalam suasana khidmat yang diselimuti semangat kebersamaan, momentum ulang tahun ke-98 sebagai penanda bertambahnya usia, juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang iman, pelayanan, dan persaudaraan yang telah dibangun oleh seluruh umat sejak berdirinya Paroki St. Theresia Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 1927.
Perayaan Ekaristi sebagai ucapan syukur atas 98 tahun perjalanan paroki dilaksanakan pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Gereja St. Theresia Sedayu. Perayaan Ekaristi dipimpin Rm. Antonius Hadi Cahyono, Pr (Pastor Kepala Paroki), Rm. Antonius Koko Kristanto, Pr (Pastor Vikaris Paroki), dan dihadiri tamu spesial Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M, Uskup Keuskupan Pangkalpinang.
“Melangkah Bersama dalam Solidaritas” merupakan tema besar yang diusung untuk menekankan pentingnya persatuan dan keterlibatan umat di tengah masyarakat.

“Kita terus dipanggil untuk melangkah bersama dalam solidaritas. Melangkah bersama artinya Gereja tidak berjalan sendiri dalam perjalanan Gereja,” ujar Rm. Koko.
Perayaan Ekaristi diakhiri dengan ucapan terima kasih dari segenap panitia dan potong tumpeng sebagai wujud syukur perjalanan gereja. Potong tumpeng diwakilkan oleh perwakilan umat, yaitu Imel (wakil dewan harian), Maryono (wakil ketua lingkungan), dan Sr. Dency, CM.
Setelah Misa berlangsung, acara dilanjutkan dengan pemberkatan patung St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dan ruwatan hasil bumi. “Ruwatan hasil bumi itu dari masyarakat sekitar yang masih bertani, lalu Romo minta untuk dilakukan pemberkatan patung St. Theresia sebagai bentuk mengilhami St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus,” jelas Antonius Lutvi Lumantara, Koordinator Liturgis Hari Paroki.
Sebagai umat Paroki Sedayu, Mgr. Narko menyampaikan harapannya, “Semoga tetap semangat dan berkembang, dalam meneladani St. Theresia untuk melakukan hal-hal yang kecil tetapi dengan semangat yang besar.”
Dina & Maria Clara Yosefanie








