Menggunakan AI untuk Memuliakan Tuhan dalam Pelayanan

Dari Algoritma ke “Amin”

News1623 Views

Sleman- Sejumlah 52 orang hadir dalam pelatihan menggunakan artificial intelligence (AI) secara bijak yang diadakan Paroki Keluarga Kudus Banteng, Sleman. Pelatihan bertema “Dari Algoritma ke Amin: Menggunakan AI untuk Memuliakan Tuhan dalam Pelayanan” ini berlangsung pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Pelatihan yang dipersembahkan oleh Bidang Penelitihan dan Pengembangan (Litbang) Paroki Keluarga Kudus Banteng dihadiri oleh peserta yang berasal dari Paroki Keluarga Kudus Banteng, Paroki St. Maria Assumpta Gamping, Paroki St. Theresia Sedayu, dan Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati.

Ketua Litbang Paroki Keluarga Kudus Banteng,  Fransisca Rahayuningsih dalam sambutan hangatnya mengatakan tujuan pelatihan ini adalah bagaimana peserta bisa bersama-sama menemukan AI sebagai sarana setia dalam pelayanan. Inisiatif ini bertujuan agar Gereja dapat mengadopsi teknologi secara bijak dengan memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang memperkaya dan memperkuat pelayanan, bukan pengganti hikmat pastoral.

“Marilah kita secara bersama-sama menemukan bagaimana AI dapat menjadi partner setia dalam pelayanan, membantu kita mengelola informasi, merencanakan kegiatan, dan menjangkau lebih banyak umat dengan cara yang kreatif dan relevan,” ajak Ning panggilan akrab Fransisca Rahayuningsih sekaligus mendorong peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian dengan “pikiran terbuka, semangat belajar yang tinggi dan berani untuk mencoba hal-hal baru.

Peserta tengah bertanya pada pembicara pada pelatihan AI di Paroki Panteng, Sleman.

Sementara itu pembicara utama dalam pelatihan ini adalah ABe Kristiawan yang juga sebagai Ketua Tim Pelayanan Pengembangan SDM Paroki Kudus Banteng. Dalam sesinya, Abe yang sehari-hari berprofesi sebagai konsultan dan trainer di bidang SDM, operasional, people development, serta coaching counseling menawarkan landasan konsep AI. Ia mencontohkan prompt efektif, serta aplikasi praktis AI untuk mendukung kebutuhan liturgi, komunikasi, perencanaan kegiatan pelayanan umat dan pengelolaan administratif lainnya.

“Format pelatihan menitikberatkan ini pada praktik langsung. Seluruh peserta tampak aktif pada saat berada pada sesi praktik dengan memanfaatkan gawai masing-masing (laptop, sabak atau smartphone). Mereka juga secara tekun berlatih menyusun prompt yang efektif,” terang Abe.

Panitia kegiatan ini juga mengatakan sebagian besar peserta juga berbagi pengalaman tentang penggunaan AI dalam tugas pelayanan mereka sehari-hari serta dalam kegiatan dan pekerjaannya. Pelatihan ini berjalan interaktif dan kaya pengalaman lapangan. Interaksi antara peserta dan pembicara berlangsung sangat baik bahkan banyak pertanyaan praktis yang dijawab langsung oleh narasumber dengan baik pula.

Sebagai bentuk apresiasi dan semangat kebersamaan, panitia menyiapkan doorprize total senilai Rp3.000.000,- dari sebuah perusahaan. Tentu doorprize tersebut menambah antusiasme peserta hingga akhir acara.

Di katakan Abe, manfaat pelatihan ini, berdasarkan kesaksian para peserta adalah relevan dan aplikatif. Seorang peserta dari Paroki St. Maria Assumpta Gamping mengatakan, pelatihan membuka wawasan baru tentang cara memanfaatkan AI untuk mempercepat penyusunan materi katekese serta mendesain undangan digital yang lebih menarik.

“Umpan balik seperti ini mencerminkan tujuan Litbang Paroki: mendorong inovasi yang tetap berlandaskan nilai-nilai pastoral,” kata Abe mengutip kesaksian peserta.

Setelah berlangsung  pelatihan ini, panitia juga menyampaikan akan melakukan evaluasi serta merencanakan rangkaian pelatihan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan umat serta tim pelayanan Gereja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *