Meditasi Bukan Pelarian dari Dunia

News1363 Views

Bantul. Koordinator Meditasi Kristiani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tri Sularso mengemukakan, meditasi adalah doa atensi, bukan doa intensi. Meditasi adalah doa hening, sederhana, bukan teknik, tetapi disiplin pemuridan. Meditasi Kristiani berakar dari Kitab Suci dan tradisi Gereja, bukan sekadar teknik ketenangan.

“Ia adalah doa hening yang sederhana, diam, dan penuh kesetiaan yang mengarahkan seluruhnya kepada Allah. Dengan doa ini kita masuk ke dalam doa Yesus sendiri yang selalu berpaling kepada Bapa,“ kata dia dalam sarasehan bertajuk “Meditasi Kristiani” di Gereja Santa Maria Rosari Pijenan, Bantul, DIY pada Jumat, 13 Februari 2026.

Acara ini diadakan Paguyuban Lansia Santa Teresa, Wilayah Santa Maria Rosari, Paroki Santo Yakobus Bantul. Dipandu C. Susi Margono, acara temu lansia dimulai dengan sambutan selamat datang oleh G. Herly Wuryani, sambutan Thomas Sugiyanta mewakili Pendampingan Iman Usia Lanjut (PIUL) Paroki Santo Yakobus, menyanyikan lagu lansia dengan dirigen Yoana Juminah dan doa yang dipimpin Y. Bambang Soponyono.

Pada bagian lain, Tri Sularso mengatakan, mengadakan meditasi bukan pelarian dari dunia, melainkan jalan kesadaran mendalam bahwa kita adalah bait Roh Kudus. Dengan doa ini kita memasuki relasi personal dengan Allah, berjalan dengan kerendahan hati, kesederhanaan, dan kesetiaan. Meditasi adalah tentang keseluruhan pribadi (tubuh, jiwa, dan roh) yang berada dalam berdoa.

Narasumber Tri Sularso (tengah berbaju hitam) dan peserta sarasehan “Meditasi Kristiani” di Gereja Santa Maria Rosari Pijenan, Bantul.

Lebih lanjut dia mengemukakan, meditasi dijalani dengan kesetiaan harian. Biasanya pagi dan sore. Intinya adalah pengulangan sederhana mantra “MA RA NA THA” dengan penuh perhatian, tanpa imajinasi, refleksi, atau permintaan.

“Diam itu,” lanjutnya, “berarti membuka hati pada kehadiran Allah. Sederhana itu menanggalkan ego dan topeng-topeng. Kesetiaan berarti, doa ini bukan hasil cepat, tetapi proses panjang.”

Sebelumnya, Tri Sularso menyampaikan ada tiga jenis doa, yakni doa verbal, doa diskursif, dam doa hening. Menurut Katekismus, doa adalah mengangkat hati dan budi kepada Allah.

Dalam acara ini diadakan dialog dan peragaan bersama meditasi Kristiani dalam beberapa menit.

Anto Margono
Pegiat Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *