Logo dan Moto Kunjungan Paus Fransiskus ke Asia Termasuk Indonesia Dirilis

News1991 Views

Jakarta. Menjelang Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura, Vatikan melalui Kantor Pers Takhta Suci merilis logo dan moto resmi untuk kunjungan tersebut, memberikan gambaran sekilas tentang perjalanan terpanjang Paus.

Perjalanan Paus ke benua Asia—yang meliputi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura—dijadwalkan berlangsung pada 2-13 September 2024.

Di Indonesia, “Iman – Persaudaraan – Belarasa”

Indonesia menjadi pemberhentian pertama kunjungan Paus Fransiskus. Paus Fransiskus akan berada di Indonesia pada 3 – 6 September 2024. Dalam rentang waktu ini, Paus Fransiskus dikabarkan akan mengujungi umat Katolik di Jakarta, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Logo kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Logo kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini menampilkan Paus dengan tangan terangkat untuk memberkati, berdiri di depan simbol Garuda berwarna emas yang digambarkan dengan motif kain batik disertai peta Indonesia, sebuah negara kepulauan yang dikenal dengan beragamnya kelompok etnis dan sosial, bahasa, budaya, serta kepercayaan agama.

Sementara itu, Perjalanan Apostolik ini mengusung semboyan “Iman – Persaudaraan – Belarasa”.

Papua Nugini, “Ajari kami berdoa”

Selanjutnya, Paus akan melakukan perjalanan ke Papua Nugini hingga 9 September 2024.

Inti dari logo kunjungan ini adalah sebuah salib, digambarkan dalam warna-warna yang dimaksudkan untuk mengingatkan matahari terbit dan terbenam di Papua Nugini.

Di salib itu terlihat seekor burung cenderawasih yang melambangkan Papua Nugini.

Moto Perjalanan Apostolik ini adalah “Berdoa”, yang diilhami oleh permohonan para murid kepada Yesus: “Tuhan, ajari kami berdoa” (Luk. 11:1).

Timor Leste dan nilai inkulturasi

Dari Papua Nugini, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan ke Timor Leste hingga 11 September 2024.

Di tengah-tengah logo perjalanan ini, termelihat Paus Fransiskus mengangkat tangannya untuk memberkati. Di belakangnya ada bola dunia, yang darinya muncul peta Timor Leste.

Di atas, ditulis dalam bentuk busur, adalah semboyan kunjungan kepausan, “Semoga iman Anda menjadi budaya Anda.” Inilah sebuah nasihat kepada masyarakat Timor Leste untuk menghayati iman mereka sesuai dengan budaya dan tradisi mereka.

Singapura: harapan bagi umat Kristen di kawasan ini

Perhentian terakhir Paus adalah negara kepulauan Singapura, yang akan ia kunjungi pada 11 – 13 September 2024.

Logo Perjalanan Apostolik ini menggambarkan sebuah salib yang terinspirasi oleh bintang yang membimbing para Majus, Ekaristi, dan lima bintang pada bendera Singapura. 

Di kedua sisi Salib terdapat semboyan Perjalanan Apostolik: “Persatuan – Harapan.”

“Persatuan” mengungkapkan persekutuan dan keharmonisan di antara umat beriman, baik di dalam Gereja maupun dalam konteks masyarakat dan hubungan keluarga.

Sementara itu, “Harapan” menunjukkan bahwa Perjalanan Apostolik akan menjadi mercusuar harapan bagi umat Kristiani di kawasan ini, terutama bagi mereka yang mengalami diskriminasi dan penganiayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *