Literasi Penting bagi Gereja

Seminar Literasi Menulis dan Membaca: “Mewartakan Sukacita Natal”

News1369 Views

Bantul. Pada era global seperti sekarang, Gereja harus sigap dan tanggap akan perkembangan teknologi. Maka, Gereja juga perlu memberikan bimbingan dan pendidikan kepada umat, termasuk dalam berliterasi.

“Literasi merupakan sebuah upaya untuk mengetahui bagaimana membaca dan menulis yang benar pada era global, harus selektif dalam menerima berita dan lainnya,” pandang Rm. Laurensius Dwi Agus Merdi Nugroho, Pr dalam Seminar Literasi Menulis dan Membaca: “Mewartakan Sukacita Natal”.

Acara ini diselenggarakan Seksi Perpustakaan Gereja St. Yakobus Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu, 30 November 2025 dengan narasumber Y.B. Margantoro (wartawan senior Bernas/bernasnews.com) dan Willy Putranta (jurnalis Majalah UTUSAN).

Willy mengatakan, sumber tulisan bisa dari mana saja. Sesuai tema seminar, misalnya peristiwa atau pengalaman sehari-hari seputar Natal, antara lain ingin punya pohon Natal, ikut pentas Natal, mudik ke kampung halaman, merayakan Natal dalam kesepian, bakti sosial dalam rangka Natal, jadi pemeran Maria dan Yusuf pada Misa malam Natal, dan masih banyak lagi.

Para peserta penasaran tentang keinginan untuk berliterasi dengan tidak beranjak hingga akhir acara. (Foto: Komsos Paroki St. Yakobus Bantul)

“Menulis itu bisa memberikan sebuah kepuasan, juga sebuah sikap yang memberikan rasa kebahagiaan karena dapat berbagi dengan orang lain, bahkan dapat memberikan sebuah inspirasi bagi orang lain,” tutur Willy.

Sementara Y.B. Margantoro dalam paparannya menjelaskan bagaimana mengarang yang benar. Ia bahkan ingin mengajak para peserta untuk menindaklanjuti acara ini dengan membentuk sebuah grup literasi yang solid. “Tidak akan berhasil dalam satu kali pertemuan ini saja, namun harus ada output atau keberlanjutan ke depan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar menggarap tema yang diusung dalam seminar, Y.B. Margantoro ingin mengajak para peserta untuk membuat grup mengarang dengan tema khusus. “Kita mempunyai 39 lingkungan dengan santa dan santo pelindung masing-masing. Beranikah kita menuliskan sejarah pelindung lingkungan kita masing-masing?” tantangnya.

Dengan bahasa yang cukup akrab dan segar plus sedikit joke yang membuat para peserta seminar tertawa, Y.B. Margantoro semakin membuat para peserta penasaran tentang keinginan untuk berliterasi dengan tidak beranjak hingga akhir acara.

Danan Murdyantoro 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *