Lebih Dalam Menyadari Keterlibatan Umat

News1339 Views

Kulon Progo. Bidang Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela, Nanggulan, Kulon Progo mengadakan pendalaman dan penyegaran motivasi bagi para pegiat pastoral pada Minggu, 28 September 2025 di aula Gereja Nanggulan.

Yohanes Bambang Haryanto (Ketua Bidang Pewartaan) menyampaikan, “Kegiatan rutin ini merupakan program tahunan dan dimaksudkan sebagai penyadaran ulang atas pelayanan yang dilakukan umat. Semoga melalui kegiatan ini, para pegiat di paroki semakin memahami peran serta dan merasa bersyukur atas karya yang dilakukan. Selain itu, tentu saja memberikan pengetahuan dan peneguhan iman.”

Sebagai pembicara, CB. Ismulyadi dengan metode Penyelidikan Apresiatif (Apreciative Inquiry) mengajak peserta untuk lebih dalam menyadari keterlibatan umat. Menurut Ismulyadi, Penyelidikan Apresiatif adalah komponen dalam formulasi pengelolaan pribadi dan lembaga berbasis analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results).

“Ini bisa menjadi pilihan dalam tahapan perencanaan strategis dan pengembangan organisasi karena berfokus pada kekuatan, peluang, visi masa depan, dan hasil yang diinginkan, bukan pada masalah seperti SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats-Red.), sehingga lebih berorientasi pada solusi dan tindakan yang positif untuk mencapai tujuan,” tutur Ismulyadi.

Salah satu pegiat (berdiri, berkaus oranye) menyampaikan sharing karya sebagai pegiat pelayanan Pastoral di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Nanggulan.

Lebih lanjut, ia mengulas keberadaan Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela yang telah berusia 85 tahun. Gereja ini dipelopori banyak tokoh penting dalam Gereja Katolik. Mereka para perintis kekatolikan di wilayah Batavia dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para pegiat Gereja Paroki Santa Maria Tak Bercela Nanggulan yang terdiri dari prodiakon, katekis inisiasi, orang muda Katolik (OMK), ketua lingkungan, ketua wilayah, serta sekretaris dewan pastoral diajak untuk melihat potensi dan kekayaan historis yang dimiliki. Mereka juga menyampaikan beberapa hal menarik dari dinamika yang terjadi.

Dani (Ketua Lingkungan Santo Albertus, Janti) menceritakan, “Saya bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. Meskipun menjabat sebagai Ketua Lingkungan beberapa periode, saya berusaha mensyukuri karya ini. Tetapi, saya juga berharap ada generasi muda yang meneruskan.”

Hal lain disampaikan Agus (Katekis Inisiasi), “Melalui pertemuan siang ini, saya merefleksikan karya pendampingan saya. Saya memetik buah-buah karya saya. Meskipun kadang merasa capai karena mempersiapkan segala acara, tetapi saya juga dapat merasakan pertumbuhan hidup batin saya.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *