Kolaborasi, Kunci Dunia Jurnalistik Masa Kini

Belajar Bersama Jurnalistik De Britto–Santa Maria

News1053 Views

Yogyakarta. Semangat berbagi dan bertumbuh bersama mewarnai kegiatan belajar bersama ekstrakurikuler jurnalistik antara SMA Kolese De Britto Yogyakarta dan SMA Santa Maria Yogyakarta pada Rabu, 11 Februari 2026. Mengusung tema “Aksi Kolaboratif”, kegiatan ini berlangsung pukul 15.00–17.00 dan bertempat di SMA Santa Maria Yogyakarta.

Sebanyak 18 murid terlibat aktif dalam kegiatan ini, terdiri dari 10 murid SMA Santa Maria dan 8 murid SMA Kolese De Britto. Mereka didampingi dua guru pendamping, yakni Prima Ibnu Wijaya dari De Britto dan Agustina Galuh dari Santa Maria.

Kerja sama ini merupakan wujud nyata gerakan 3B (Berkolaborasi, Berkontribusi, dan Berprestasi) SMA Kolese De Britto dalam berbagi praktik baik, belajar bersama untuk berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mendidik generasi penerus bangsa untuk memiliki kemampuan jurnalistik yang baik.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk membangun suasana akrab antar murid. Dalam semangat aksi kolaboratif, para murid kemudian dibagi dalam kelompok campuran yang beranggotakan perwakilan dari kedua sekolah.

Setiap kelompok mendapatkan tantangan untuk merancang ide liputan berita bersama, mulai dari menentukan sudut pandang, menyusun pertanyaan wawancara, hingga membuat kerangka tulisan.

Kolaborasi adalah jalan untuk menghasilkan karya yang lebih bermakna dan berdampak.

Melalui proses diskusi yang dinamis, para murid belajar saling mendengarkan, menghargai gagasan, serta mengolah perbedaan gaya penulisan menjadi kekuatan bersama. Tidak hanya berlatih keterampilan teknis jurnalistik seperti menentukan lead, menyusun kutipan, dan membangun alur berita, para murid juga belajar membangun jejaring dan kerja tim lintas sekolah.

Prima menegaskan, kolaborasi menjadi kunci dalam dunia jurnalistik masa kini. “Jurnalisme bukan hanya soal menulis, tetapi juga tentang kemampuan bekerja sama, membaca realitas bersama, dan menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Senada dengan itu, Galuh menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang autentik bagi murid. “Melalui perjumpaan seperti ini, murid tidak hanya mengasah kemampuan menulis, tetapi juga mengembangkan empati, komunikasi, dan keberanian menyampaikan gagasan,” ujarnya.

Menjelang akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan liputan mereka. Beragam ide menarik muncul, mulai dari isu pendidikan ramah anak, kreativitas generasi muda, hingga dinamika kehidupan sekolah. Presentasi ini menjadi ruang saling memberi masukan dan memperkaya perspektif.

Kegiatan belajar bersama ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara kedua sekolah, khususnya dalam bidang jurnalistik dan literasi. Semangat aksi kolaboratif yang terbangun tidak hanya memperkuat kompetensi murid, tetapi juga menegaskan bahwa kolaborasi adalah jalan untuk menghasilkan karya yang lebih bermakna dan berdampak.

Prima Ibnu Wijaya, S.Pd.
Guru SMA Kolese De Britto pendamping Jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *