Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Toronto, Kanada Bangun Kemitraan Strategis Pastoral untuk Karya Misi

News333 Views

Manggarai Barat. Semangat persaudaraan Gereja universal kembali menyapa Keuskupan Labuan Bajo. Dari dua tempat yang dipisahkan samudra dan benua, sebuah jembatan kasih dan solidaritas dibangun melalui pertemuan daring antara Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Toronto, Kanada Kamis (25/06/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat pelayanan Gereja, khususnya bagi Keuskupan Labuan Bajo yang masih berada dalam tahap penguatan fondasi sebagai keuskupan baru.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh harapan itu menjadi langkah awal terbangunnya kemitraan misi antara kedua keuskupan berbeda negara. Di tengah semangat membangun Gereja yang hidup dan melayani, kerja sama ini hadir sebagai tanda nyata bahwa Gereja selalu berjalan bersama, saling menopang, dan saling menguatkan.

Pertemuan virtual yang berlangsung pada pukul 21.00 Wita atau 09.00 waktu Toronto itu mempertemukan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus bersama jajaran kuria keuskupan dengan tim pastoral dari Keuskupan Agung Toronto yang dipimpin Direktur Misi, Arthur Peters, dan Development Coordinator International Programs, Tina Ongkeko. Turut hadir mendampingi Uskup Labuan Bajo antara lain Rm. Frans Nala, Pr (Sekjen), Rm. Martin Wilian, Pr (Ekonom keuskupan), Rm. Erik Ratu, Pr dan Rm. Silvy Mongko, Pr

Dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, Mgr. Maksimus Regus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan membangun komunikasi dan kerja sama pastoral tersebut. Ia menegaskan bahwa bagi Keuskupan Labuan Bajo yang baru berdiri, dukungan dan kemitraan dari
Gereja universal menjadi kekuatan penting dalam mengembangkan pelayanan umat.

“Kami sangat bersyukur dan senang apabila Keuskupan Agung Toronto dapat membantu karya pastoral kami di sini”, ungkap Mgr. Maksi dalam sambutannya.

Hal senada disampaikan Arthur Peters yang menyatakan kegembiraannya dapat berjumpa dan berdiskusi bersama Keuskupan Labuan Bajo. Menurutnya, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kebutuhan pastoral Gereja lokal Keuskupan Labuan Bajo sekaligus menjajaki bentuk dukungan konkret yang dapat diberikan.

Dalam kesempatan itu, Keuskupan Agung Toronto memperkenalkan tiga program utama yang selama ini menjadi sarana dukungan bagi Gereja-Gereja di berbagai negara.

Program pertama adalah Special Projects, yakni bantuan bagi proyek-proyek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat seperti bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, pelatihan keterampilan, penyediaan air bersih, energi surya, hingga pendampingan bagi kelompok rentan seperti anak-anak,
lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin.

Program kedua ialah Pastoral Mission Fund (PMF) yang berfokus pada dukungan terhadap karya evangelisasi dan penguatan iman Katolik di tingkat paroki. Dukungan ini mencakup seminar, pelatihan pastoral, pembinaan iman, kursus-kursus pastoral, hingga penguatan peran awam dan para katekis.

Sementara itu, program ketiga yaitu Mission Cooperative Program (MCP) membuka ruang kemitraan antara paroki-paroki di Toronto dengan Gereja-Gereja di berbagai belahan dunia. Program ini bertujuan mendukung pendidikan calon misionaris serta membantu kebutuhan dasar masyarakat miskin melalui bantuan pangan dan kesehatan.

Melalui pertemuan tersebut, Keuskupan Agung Toronto memberikan kesempatan kepada Keuskupan Labuan Bajo untuk merancang berbagai program pastoral yang sesuai dengan kebutuhan nyata umat di wilayah pelayanan keuskupan.

Kerja sama ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya menyentuh aspek bantuan dana, tetapi juga memperlihatkan semangat solidaritas dan subsidiaritas Gereja universal. Kehadiran Gereja dari belahan dunia lain menjadi tanda nyata persaudaraan iman yang melampaui batas negara dan budaya.

Bagi Keuskupan Labuan Bajo, kemitraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pastoral, pengembangan pelayanan umat, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah keuskupan yang terus bertumbuh.

Menutup pertemuan tersebut, Uskup Labuan Bajo menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Uskup Agung Toronto beserta seluruh tim pastoral yang telah membuka ruang kerja sama dan menjadikan Keuskupan Labuan Bajo sebagai mitra dalam karya misi Gereja. “Solidaritas Gereja
sungguh terasa melalui kemitraan seperti ini,” tutup Mgr. Maksi dengan penuh syukur.

Di tengah dunia yang sering dipenuhi sekat dan kepentingan, perjumpaan antara Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Toronto menjadi tanda indah bahwa kasih, iman, dan semangat pelayanan selalu mampu menyatukan Gereja melampaui jarak dan perbedaan.

Vincentius Patno

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *